Zemanlandia dalam Misi Menyelamatkan Pescara

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi 125497

Ardy Nurhadi Shufi

Juru Taktik Amatir
ardynshufi@gmail.com

Zemanlandia dalam Misi Menyelamatkan Pescara

Jika Anda penggemar Serie A Italia, mungkin tak asing dengan sosok Zdenek Zeman. Pelatih asal Rep. Cheska ini merupakan pelatih berpengalaman di Italia. Lebih dari 15 kesebelasan Italia sudah ia tangani sejak mengawali karier di tim muda Palermo. Ia pun sempat menangani kesebelasan ibu kota, AS Roma dan Lazio.

Kali ini, Zeman kembali menangani kesebelasan Serie A. Ia melatih Pescara menggantikan Massimmo Oddo pada 17 Februari 2017. Oddo dipecat karena hingga pekan ke-24 Serie A musim ini, Pescara menempati juru kunci dan hanya meraih satu kemenangan saja. Selain itu Pescara pun menjadi kesebelasan yang paling banyak dibobol, 55 kali.

Ternyata kedatangan Zeman langsung memberikan efek positif. Laga debutnya bersama Pescara menghadapi Genoa langsung ditandai kemenangan. Bahkan tak tanggung-tanggung, Pescara menang dengan skor telak 5-0! Salah satu golnya pun diciptakan melalui skema sepak pojok yang terorganisasi dengan baik.

***

Zeman sendiri memang dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan skema menyerang. Formasi 4-3-3 adalah formasi andalannya. Ia menjadikan total voetbal a la Belanda sebagai panutannya. Meski ia tak berprestasi bersama kesebelasan besar, namun pelatih yang kini berusia 69 tahun ini memang merupakan spesialis penyelamat kesebelasan-kesebelasan kecil.

Namanya mencuat pada akhir 80an saat menangani Foggia. Dalam dua musim, ia berhasil mengantarkan Foggia promosi ke Serie A untuk pertama kalinya. Bahkan tiga musim di Serie A, Foggia sempat menjadi kesebelasan yang ditakuti karena strategi menyerang Zeman berhasil membuat Foggia berlaga di babak kualifikasi UEFA Cup (sekarang Europa League). Saat itu, Zeman mengandalkan trio Giuseppe Signori, Francesco Baiano dan Romberto Rambaudi di lini depan. Pada periode ini, ia menjuluki dirinya sendiri sebagai Zemanlandia.

"The Great Foggia" saat ditukangi Zeman (via: ilcalcioilustrato.it)

Pencapaiannya tersebut membuatnya dilirik kesebelasan asal Roma, Lazio. Di sana Zeman mengorbitkan sejumlah pemain muda, salah satunya Alessandro Nesta. Tiga musim berselang, ia dipecat Lazio dan hengkang ke AS Roma, tetangga Lazio. Francesco Totti adalah pemain yang begitu diandalkannya padahal saat itu Totti masih berusia 21 tahun.

Totti dipasang sebagai penyerang kiri oleh Zeman dalam formasi 4-3-3 andalannya. Hasilnya, Totti berhasil memaksimalkan potensinya dalam mencetak gol, di mana ia untuk pertama kalinya mencetak lebih dari 10 gol di Serie A dalam satu musim (13 gol). Di bawah asuhan Zeman, Totti disebut-sebut lebih memiliki kemampuan fisik dan mental yang meningkat pesat.

Tak hanya Totti, pemain-pemain seperti Vitaly Kutuzov (di Avellino), serta Valeri Bojinov dan Mirko Vucinic (di Lecce) pun meroket berkat polesan Zeman. Meskipun begitu, penerapan taktikalnya yang terlampau ekstrim dalam menyerang sering membuatnya berselisih dengan manajemen klub ataupun dengan pemain. Pada 2006 misalnya, ia mengundurkan diri dari Brescia karena para pemainnya merasa tak nyaman dengan strategi menyerang Zeman. Zeman memang merupakan sosok yang keras kepala. Ia pun tak peduli dengan kebiasaannya merokok walau banyak orang mengkritiknya.

Zeman merupakan seorang perokok berat, tak jarang ia merokok di bench saat pertandingan. (via: sempreinter.com)

Bersambung ke halaman berikutnya...

Komentar