Kejenakaan dan Keteguhan Hati Seorang Michy Batshuayi

Cerita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kejenakaan dan Keteguhan Hati Seorang Michy Batshuayi

Diego Costa menyongsong laga melawan Crystal Palace dengan meminggul sedikit beban di pundaknya. Sebagai tukang juru gedor, ia pasti akan selalu menjadi tumpuan Chelsea dalam mendulang gol demi gol. Dengan begitu, Costa pun dituntut untuk selalu bermain agresif.

Celakanya, ia telah mengantongi empat kartu kuning. Itu artinya, ia akan mendapatkan larangan bertanding andai mendapatkan kartu kuning kelimanya. Dan benar saja, setelah berhasil melewati kehati-hatiannya dalam 12 partai tanpa mendapat kartu, agresivitas Costa tak terhindar di pertandingan itu.

Walaupun ia berhasil mencetak satu-satunya gol kemenangan bagi Chelsea, namun kartu kuning yang diperolehnya itu membuatnya harus absen di laga berikutnya kala Chelsea menjamu Bournemouth (26/12).

Dengan absennya Costa, nama Michy Batshuayi pun lantas menjadi favorit untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan sementara oleh penyerang asal Spanyol tersebut. Alasannya jelas, Batshuayi merupakan satu-satunya penyerang yang tersedia di skuat Chelsea saat itu.

Namun, alih-alih menempatkan Batshuayi sebagai ujung tombaknya, manajer Chelsea, Antonio Conte, lebih memilih menempatkan Eden Hazard sebagai false 9 dalam strategi 3-4-3-nya. Hazard pun tampil memukau di laga yang berkesudahan dengan skor 3-0 bagi Chelsea tersebut. Selain berhasil mencetak satu gol melalui titik putih, permutasian posisi yang dilakukannya bersama Willian dan Pedro sering kali membuat pertahanan Bournemouth kelimpungan.

Walaupun Chelsea berhasil meraih tiga poin di pertandingan itu, akan tetapi Antonio Conte tetap tidak terlepas dari kritikan yang dilontarkan oleh para pendukung The Blues. Para penggemar menyebut Conte tidak menghormati Batshuayi ketika dirinya memasukan penyerang asal Belgia itu di menit ke-93.

Bathsuayi pun memasuki lapangan dengan tidak berhasil menyentuh bola sekali pun. Jangankan untuk menyentuh bola, hanya tiga detik setelah ia memasuki lapangan, wasit pun langsung meniupkan peluit tanda pertandingan usai.

Batshuayi Bukan Penyerang yang Diinginkan Conte

“Untuk apa membeli Batshuayi jika tidak dimainkan?”. Pertanyaan tersebut menyeruak usai laga Chelsea menghadapi Bournemouth. Jawabannya, memang bukan Conte yang membeli Batshuayi, tetapi direktur teknik Chelsea, Michael Emenalo-lah yang memutuskan untuk mendatangkan Batshuayi dari Marseille. Emenalo menilai Batshuayi memiliki prospek yang bagus bagi masa depan Chelsea.

Roman Abramovich pun sering kali mendapatkan teguran dari para pendukung Chelsea agar tidak terlalu memberikan kekuasaan yang lebih terhadap Emenalo dalam hal perekrutan pemain. Tidak sedikit pula dari para pendukung Chelsea yang sangat membenci Emenalo karena kebijakannya dalam mendatangkan pemain, yang sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Sebagai contoh, di musim 2015/16 lalu saja, Jose Mourinho menginginkan Chelsea untuk mendatangkan Raphael Varane. Namun apa mau dikata, Emenalo justru mendatangkan seorang bek tak terkenal bernama Papy Djilobodji. Setelah didatangkan, Djilobodji pun tak pernah sekali pun diturunkan oleh Jose Mourinho di ajang Liga Primer, setelah itu ia malah dipinjamkan ke Werder Bremen sebelum akhirnya dijual ke Sunderland pada musim ini. Begitu juga dengan Baba Rahman dan Matt Miazga.

Walau demikian, Emenalo pun tak jarang berhasil mengangkut nama-nama potensial ke Stamford Bridge. Sebagai bekas pemandu bakat, dirinya pasti paham betul mengenai pemain. Nama-nama seperti Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku, Victor Moses, dan N’Golo Kante yang berhasil didatangkan Chelsea pun tak lepas dari andil seorang Emenalo.

Dan dalam kasus Batshuayi, Emenalo mungkin melihatnya dari keberhasilan De Bruyne dan Lukaku yang sukses menjelma menjadi pemain top dunia. Maka dari itu, ia pun sangat ngotot untuk membajak Batshuayi ke Chelsea, yang sebelumnya justru akan menyebrang ke Crystal Palace.

Setelah Chelsea berhasil mendatangkan Batshuayi dengan banderol 33 juta paun, perburuan Chelsea terhadap penyerang pun sepertinya akan usai sudah sampai di situ. Namun ternyata tidak, karena pada nyatanya Conte begitu ngotot meminta kepada Abramovich agar Chelsea segera mendatangkan Alvaro Morata.

Indikasi ini pun menguatkan jika Conte memang tidak menginginkan Batshuayi, karena pada sebelumnya pun tidak ada pemberitaan mengenai Conte yang begitu tertarik untuk mendatangkan Batshuayi. Dan benar saja, walau Batshuayi sempat mencetak satu asis dan satu gol di dua laga pertama Liga Primer Inggris musim ini, setelah itu ia justru lebih sering duduk di bangku pemain pengganti.

Dan yang lebih parahnya, Batshuayi sempat diikutsertakan ke skuat reserve ketika tim muda Chelsea tersebut berhadapan dengan Southampton reserve di ajang persahabatan. Sejauh ini, Batshauyi telah bermain 12 kali di ajang Liga Primer, walau demikian, catatan menit bermainnya hanya menyentuh angka 81.

Rumor Tukar Pinjam Batshuayi dan Fernando Llorente

Sehabis pertandingan melawan Bournemouth, Conte pun dihujani pertanyaan oleh para media perihal tidak dimainkannya Batshuayi sebagai penyerang utama di laga tersebut. Conte beralasan jika Batshuayi masih memerlukan proses adaptasi untuk dapat bertanding di ajang Liga Inggris.

“Saya rasa Michy adalah pemain yang bagus, tetapi dia masih muda, dia masih mencoba untuk beradaptasi dengan liga ini. Saya mencoba untuk membuat keputusan yang baik bagi tim, tetapi saya yakin Michy akan segera mendapat kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya di waktu mendatang,” ujar Conte kepada ESPN.

Dan ketika disinggung mengenai kemungkinan Batshuayi untuk dipinjamkan oleh Chelsea, Conte ingin tetap mempertahankannya. Conte lebih memilih untuk membantu meningkatkan performa Batshuayi karena itu dinilainya lebih menguntungkan bagi Chelsea.

“Dia adalah pemain baru Chelsea, untuk meminjamkannya ke kesebelasan lain, itu merupakan suatu kemunduran bagi Chelsea dan saya. Sekarang yang terpenting adalah fokus untuk meningkatkan kualitas.”

Akan tetapi, ucapan Conte mengenai ketidakmungkinan Batshuayi untuk dipinjamkan ke kesebelasan lain tampaknya akan segera diralatnya, terlebih setelah Chelsea menelan kekelahan 2-0 oleh Tottenham. Diego Costa yang selalu menjadi tumpuan pun ada masanya mengalami kebuntuan.

Conte kini sedang menyasar penyerang-penyerang berpengalaman yang siap dijadikannya sebagai pelapis sepadan bagi Diego Costa. Dan nama penyerang Swansea, Fernando Llorente, mencuat ke permukaan. Bukan tanpa alasan pula bagi Conte untuk mendatangkan Llorente ke Stamford Bridge karena keduanya memang pernah bekerjasama di Juventus.

Selain telah paham mengenai kualitas yang dimiliki oleh Llorente, penyerang asal Spanyol itu pun pasti telah siap dalam menghadapi laga-laga berat. Pengalaman Llorente dalam bertanding di level teratas kesebelasan dan internasional pasti akan menguntungkan bagi Chelsea, dan hal itu lah yang memang belum dimiliki oleh Batshuayi hingga saat ini.

Rumor mengenai tukar pinjam Batshuayi dan Llorente pun disambut hangat oleh penyerang Swansea tersebut. Sebagai bentuk isyarat kesiapannya jika jadi ditarik oleh Chelsea, Llorente pun melontarkan pujian terhadap Conte.

“Pengalaman saya bekerjasama dengan Conte sungguh luar biasa. Dia adalah pelatih terbaik yang pernah saya miliki di sepanjang karier sepakbola saya. Saya mendoakan yang terbaik baginya,” ungkap Llorente kepada AS.

Rencana Conte untuk menukar Batshuayi dengan Llorente pun sepertinya mendapatkan dukungan dari salah satu legenda Chelsea, Ray Wilkins. Wilkins, yang juga pernah menjadi asisten pelatih di Chelsea, menyebut keputusan Conte untuk memarkir Batshuayi selama ini adalah keputusan yang tepat. Walaupun di laga melawan Peterborough (8/1) Batshuayi berhasil menyumbangkan satu gol, menurut Wilkins, permainan pemain berjuluk Batman itu jauh dari apa yang diharapkan.

“Ketika saya melihatnya bermain, ia seperti seseorang yang sangat kelaparan untuk bermain di tim utama. Dan dia menyelesaikan pertandingan dengan kesan yang buruk. Dia benar-benar ingin menunjukkan untuk bermain baik – ia berlari ke mana-mana, tapi kontrol bolanya sungguh buruk. Ketika Costa berada dalam kondisi fit seperti sekarang ini, saya rasa memainkan Batshuayi bukanlah suatu jawaban.”

“Ketika mereka bermain dengan Pedro, Willian, dan Hazard (Ketika Costa mendapatkan larangan bertanding), saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, mengapa Conte tidak memainkan Batshuayi sebagai penyerang murninya. Dan sekarang saya dapat melihat mengapa ia tidak dimainkan – karena ia tidak dapat mengontrol bola seperti pemain lainnya,” ujar Wilkins seperti yang dikutip Metro.

Batshuayi Sosok yang Bersahaja

Walau baru bergabung dengan Chelsea di awal musim ini, namun bukan alasan bagi Batshuayi untuk tidak langsung menjalin persahabatan dengan para pendukung Chelsea. Bagi ukuran seorang pesepakbola, Batshuayi memang tergolong aktif di media sosial. Dan twitter-lah yang digunakan oleh Batshuayi sebagai jembatan untuk menjalin hubungannya dengan para penggemar.

Para pendukung Chelsea pun menyebut Batshuayi dengan sebutan twitter legend, hal itu mengacu pada kejenakaan Batshuayi ketika sedang menggunakan media sosial berlogo burung tersebut. Batshuayi memang sering mengundang decak tawa dengan kelakuan-kelakuan anehnya yang sering dibagikan di akun twitter pribadinya.

Batshuayi pernah mengunggah foto ketika dirinya sedang serius mendengarkan instruksi dari asisten pelatih timnas Belgia, Thierry Henry, di dalam sesi latihan. Batshuayi pun menyisipkan deskripsi: “Saya tak yakin jika saya pernah mendengarkan kedua orang tua saya dengan cara seperti ini.’’

Batshuayi juga pernah mengungkapkan kekecewaannya terhadap EA Sports karena hanya memberikan nilai 59 untuk kualitas passing-nya di game FIFA 17. EA Sports melalui akun twitternya @EASPORTFIFA pun membalas cuitan Batshuayi tersebut, mereka mengatakan, dengan latihan lah segalanya akan menjadi sempurna.

Batshuayi yang sudah kadung kecewa pun kemudian membalasnya kembali, dengan nada bercanda namun sedikit menyindir, ia mengatakan akan segera mengunduh game Pro Evolution Soccer, yang memang terkenal sebagai rival dari game FIFA.

Saling balas membalas cuitan ini pun nampaknya menjadi kesempatan bagi KONAMI dengan @officialpes-nya untuk merebut hati Batshuayi. Mereka pun memberitahukan kepada Batshuayi jika kualitas passing-nya di game PES 2017 jauh berada di atas FIFA 2017 karena bernilai 73. Batshuayi yang merasa lebih dihargai pun meminta akun twitter PES untuk mengikuti akun miliknya.

Selain itu, Batshuayi dikenal sebagai seseorang yang sangat menggemari serial kartun Spongebob Squarepants. Ketika masih memperkuat Marseille, Batshuayi pernah kedapatan mengenakan boxers bermotif Spongebob di balik celana bertandingnya. Juga pernah mengikuti penyanyi Alicia Keys yang menggunakan piyama Spongebob hanya untuk sekedar selfie di depan kaca.

Akan tetapi, kerendahan hati Batshuayi lah yang membuat para pendukung Chelsea selalu mengacungkan jempol kepada dirinya. Walaupun dirinya jarang, dan hanya sedikit mendapatkan menit bermain, Batshuayi tak pernah mengeluh.

Selepas laga, Batshuayi pasti selalu menyempatkan untuk berkicau di akun twitternya hanya untuk sekadar mengucapkan selamat atas kemenangan Chelsea. Bahkan ketika dirinya hanya berada tiga detik di atas lapangan kala Chelsea menghadapi Bournemouth, Batshuayi tetap menunjukkan keteguhan hatinya. Ia pun tak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Chelsea atas semangat dan dukungan yang selalu diberikan kepadanya.

Batshuayi tak jarang membagi-bagikan hadiah kepada para pendukung Chelsea. Terhitung, ia telah membagikan jersey, sepatu, CD game FIFA dan PES kepada para fans secara cuma-cuma melalui akun twitternya.

Lantas hal-hal seperti ini lah yang pastinya akan sangat disayangkan oleh para pendukung Chelsea andai penyerang asal Belgia tersebut pergi meninggalkan Stamford Bridge. Akan tetapi jika para pendukung Chelsea ingin menjalin persahabatan yang lebih lama dengan Batshuayi, mereka seharusnya mau merelakan kepergian Batshuayi, dan mendukung langkah yang diambil oleh manajemen Chelsea.

Toh, Batshuayi hanya pergi sebagai pemain pinjaman. Itu pun demi kebaikan Batshuayi sendiri, agar dirinya mendapatkan menit bermain yang lebih, mampu beradaptasi dengan Liga Inggris, hingga akhirnya menjadi pemain yang akan selalu siap digunakan oleh Chelsea.

A photo posted by Michy Batshuayi (@mbatshuayi) on

Komentar