Semua Berubah Bagi Gnabry Setelah Olimpiade Rio

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Semua Berubah Bagi Gnabry Setelah Olimpiade Rio

Mungkin kelak Serge Gnabry akan berterima kasih kepada Olimpiade Rio 2016. Tunggu, memangnya apa yang sudah Olimpiade Rio berikan untuk Gnabry?

Serge Gnabry adalah pemain yang berbakat. Kemampuannya sebagai pencetak gol, sekaligus versatility nya di lini depan tidak perlu diragukan. Pemain kelahiran Stuttgart ini memiliki kemampuan dribel yang baik dan ia seringkali melakukan tusukan-tusukan dari sayap. Berkat kemampuannya ini, Arsenal pun berani merekrutnya sejak ia masih berusia 16 tahun.

Namun di Arsenal, alih-alih berkembang sebagai pemain, Gnabry sulit mendapatkan jam terbang. Sempat menjadi bintang dalam tim Arsenal U-23, ketika naik tingkat ke tim senior, Gnabry tidak dapat memberikan kontribusi positif untuk tim. Selama membela Arsenal senior, ia hanya mampu mencetak satu gol dan dua asis dari 18 kali penampilannya.

Sulitnya Gnabry untuk berkembang ini diakibatkan bukan karena kemampuannya. Tempo kompetisi Inggris yang cepat dan cenderung keras, membuat Gnabry yang masih dalam masa perkembangan memengaruhi perkembangan Gnabry. Hasilnya ia pun lebih banyak menepi karena cedera dan juga tingkat kebugarannya yang sering terganggu.

Meski begitu, Gnabry tetap berjuang, dan percaya bahwa ia masih memiliki masa depan di Arsenal. Ia masih berjuang untuk mendapatkan tempat dalam skuat inti Arsenal, meski kesempatan itu sulit untuk datang karena ia harus bersaing dengan para pemain senior di lini serang The Gunners. Semuanya tetap seperti itu, sampai akhirnya Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016 dilaksanakan.

Dalam Olimpiade Rio, Gnabry ikut ambil bagian dalam skuat timnas U-23 Jerman yang bertanding dalam cabang olahraga sepakbola. Ketika tampil bersama timnas dalam ajang Olimpiade, perspektif Gnabry pun berubah. Ia sadar bahwa sebagai pemain, jam terbang adalah hal yang terpenting. Jam terbang akan membuat pemain semakin berkembang, dan Gnabry tidak mendapatkan hal itu di Arsenal.

Akhirnya pada bursa transfer musim panas 2016, pemain yang juga memiliki darah Pantai Gading ini memutuskan untuk hijrah ke Werder Bremen. Meski sebenarnya cukup berat baginya pindah dari Arsenal , ia berani mengambil keputusan ini karena ia merasa butuh jam terbang yang lebih banyak sebagai pemain.

"Pindah dari Arsenal setelah menghabiskan waktu lima tahun di sana adalah hal yang cukup sulit. Tapi kepindahan saya ke Werder Bremen ini saya rasa adalah keputusan yang tepat. Hal itu penting bagi saya dan juga penting untuk perkembangan saya sebagai seorang pemain," ujar Gnabry seperti dikutip ESPN FC.

**

Sekarang Gnabry sudah menghabiskan waktu selama empat bulan di Jerman. Ia mulai menemukan apa yang ia cari di kota Bremen; jam terbang. Walau di Bremen ia harus bersaing dengan penyerang senior seperti Claudio Pizzaro, ataupun penyerang berlabel timnas macam Max Kruse, pemain yang pernah membela tim VfB Stuttgart U-17 tak ragu untuk bersaing.

Dengan kemampuan dribel, tusukan-tusukan, serta kecepatan yang ia miliki, ia kerap menjadi tumpuan serangan Werder Bremen. Bahkan sekarang ketika Pizzaro dan Kruse mengalami cedera, ia menjadi pusat serangan Bremen sekaligus andalan Bremen dalam mencetak gol. Total sampai sekarang ia sudah mencetak lima gol dari 13 laga bersama Bremen.

Sekarang Gnabry menjadi wajah baru serangan Bremen. Kemampuannya ini sekarang sudah diakui oleh banyak orang, salah satunya adalah pelatih FC Köln, Peter Stöger.

"(Serge) Gnabry telah menunjukkan kelasnya. Ia menjadi kunci penampilan Bremen dan memberikan dimensi yang berbeda dalam penyerangan Bremen selama para pemain senior absen karena cedera. Mungkin sekarang situasinya sedang baik bagi dirinya, tapi saya bisa melihat bahwa ia memiliki masa depan yang cerah, jika ia berkembang secara baik di sini," ujar Stöger.

Penampilannya yang menawan ini pun membuat ia mendapatkan banyak tawaran, termasuk dari klub besar Jerman, Bayern München. Kabar dari Kicker bahkan menyebut bahwa Gnabry sudah sempat melakukan negosiasi dengan Bayern, walau Bremen dengan tegas menolak kabar ini.

Selain itu, berkat penampilannya yang baik bersama Bremen, ia pun mendapatkan panggilan pertamanya membela timnas Jerman senior pada 11 November 2016. Ia bahkan sukses mencetak hattrick dalam debutnya tersebut, membuat ia mendapatkan pujian sebagai bintang baru Bundesliga.

Sekarang, tetap bertahan di Bremen, berkembang sejauh mungkin, adalah hal realistis yang bisa dilakukan oleh Gnabry. Berterima kasih kepada Olimpiade Rio juga adalah hal yang bisa dilakukan Gnabry, karena berkat ajang tersebut, mata Gnabry menjadi terbuka dan ia bisa menjadi Gnabry yang sekarang.

foto: @zesty_premier

Komentar