Malam yang Luar Biasa Bagi Ben Woodburn

Cerita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Malam yang Luar Biasa Bagi Ben Woodburn

Liverpool berhasil melangkah ke babak semifinal EFL setelah berhasil menyingkirkan Leeds United dengan skor 2-0 di Anfield (29/11/16). Keberhasilan ini mencatatkan rekor bagi Liverpool sebagai klub yang paling banyak berlaga di babak semifinal Piala Liga, yaitu sebanyak 17 kali. Sedangkan untuk lawan yang akan dihadapinya, Liverpool masih harus menunggu undian yang akan dilakukan pada tanggal 30 November 2016 malam nanti.

Menghadapi Leeds United, yang notabene levelnya masih berada jauh di bawah Liverpool, Jurgen Klopp melakukan beberapa eksperimen dengan menurunkan para pemain mudanya. Trent-Alexandre Arnold dipilih untuk mengisi posisi bek kanan, Kevin Stewart menemani Emre Can sebagai poros ganda, serta Ovie Ejaria yang bermain sebagai gelandang serang dalam formasi 4-2-3-1.

Absennya Phillipe Coutinho yang mengalami cedera membuat permainan Liverpool menjadi agak sulit berkembang. Ovie Ejaria yang ditugaskan untuk membongkar pertahanan Leeds terlihat mengalami kesulitan. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 0-0.

Pada babak kedua, Jurgen Klopp mengubah formasi dasar Liverpool menjadi 4-3-3. Dalam 20 menit pertama permainan Liverpool tetap tidak mengalami perkembangan, Klopp pun mulai melakukan pergantian pemain. Pada menit ke-67, pemuda 17 tahun bernama Ben Woodburn dimasukan menggantikan Kevin Stewart.

Kehadiran Woodburn langsung berdampak signifikan terhadap permainan Liverpool. Dalam rentan waktu enam menit ia telah melakukan percobaan menembak sebanyak dua kali. Liverpool pun akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-76 setelah Divock Origi mampu memaksimalkan umpan silang Trent-Alexandre Arnold. Barulah pada menit ke-81 Ben Woodburn mencetak gol yang membuat membuat publik Anfield benar-benar bergumuruh.

Bukan tanpa alasan bagi para pendukung Liverpool untuk berbahagia. Selain tim kesayangannya berhasil memperlebar jarak menjadi 2-0, keberhasilan Ben Woodburn-lah yang menjadi salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu. Woodburn berhasil memecahkan rekor Michael Owen yang telah bertahan selama 19 tahun sebagai pencetak gol termuda untuk Liverpool, usia Owen ketika itu 17 tahun 143 hari, lebih tua 98 hari dari usia Woodburn saat ini.

Menanggapi keberhasil Woodburn, Owen pun langsung bereaksi. Melalui twitternya ia mengucapkan selamat kepada Woodburn. “satu lagi rekor yang berhasil diambil dariku, selamat @BenWoodburn yang telah menjadi pencetak gol termuda untuk Liverpool di usia 17 tahun 45 hari”.

Bukan hanya Owen yang menanggapi keberhasilan Woodburn. Legenda Liverpool lainnya, Jamie Carragher, juga mengungkapkan kegembiraannya. Melalui twitnya ia mengatakan, “Banyak pemain yang muncul melalui akademi dan memiliki karier yang hebat membuat dampak awal melalui sebuah gol. Fowler, Owen, Woodburn, Carragher”.

Jika melihat dari apa yang dikatakan oleh Carragher, dirinya sangat berharap agar Woodburn dapat mengikuti jejak para pendahulunya itu.

Bakat Woodburn memang terlihat sangat menjanjikan, ia mulai bergabung dengan akademi Liverpool ketika berusia 7 tahun. Ketika usianya menginjak 15 tahun, dirinya pun sudah menjadi andalan tim U-18 Liverpool. Sedangkan bersama Liverpool U-21 yang berlaga di reserve league saat ini, dirinya telah membukukan lima gol dan lima asis dari 10 penampilan.

Alex Inglethorpe, pelatih yang menanganinya di tim U-21, berpendapat bahwa perkembangan Woodburn berjalan begitu cepat. Hal serupa pun ditimpali oleh Des Maher, pelatihnya ketika di tim U-16. "Saya telah bekerja dengan Ben selama dua musim terakhir, dia datang setiap hari dan memberikan segala yang dia punya. Saya percaya dia ditakdirkan untuk membuat langkah yang besar dalam permainan ini”.

Walaupun bermain di posisi sayap, banyak yang beranggapan jika gaya bermain Woodburn lebih mirip seniornya di timnas Wales, Aaron Ramsey, yang notabenenya seorang gelandang tengah. Woodburn terlahir di Chester, Inggris. Walau demikian, dirinya lebih memilih bermain bersama timnas Wales. Ia pun berkeinginan untuk mengikuti jejak dua pemain favoritnya, Gareth Bale dan Aaron Ramsey. Sejauh ini Woodburn baru berhasil membukukan 1 gol dari 8 penampilannya bersama timnas Wales U-17.

***

Selepas pertandingan, tidak ada yang terlihat lebih berbahagia dibanding Jurgen Klopp. Kepercayaannya terhadap Ben Woodburn, dibayar tuntas oleh kapten tim Wales U-17 tersebut. Apalagi dengan dimainkan banyak pemain muda, Klopp sempat mengkhawatirkan kritik dari para media andai Liverpool bermain tidak sesuai dari yang diharapkan pada pertandingan kemarin.

"Saya sangat senang untuknya. Satu-satunya masalah adalah bahwa saya sedikit takut kepada kalian semua [media], "kata Klopp. "Itulah mengapa saya merasa begitu tenang. Mungkin kalian hanya cukup menulis pencetak gol adalah Ben Woodburn, dan tidak perlu dilebih-lebihkan. Kami tahu bagaimana menangani situasi. Saya tahu saya bisa mengatakan apapun kepada kalian yang saya inginkan. Tetapi jika dia mencetak gol, itu menjadi sangat sulit untuk tetap tenang di hadapan kalian (media)”.

"Malam ini sangat penting karena kita bisa memiliki dia di bangku cadangan dan membawanya ke dalam permainan karena kita berada di situasi permainan yang ofensif. Ia menjadi pemain yang sangat penting bagi kami hari ini, dan yang lebih menyenangkan, ia berhasil mencetak gol”. Sambung Klopp kepada The Telegraph.

Ben Woodburn pun terlihat begitu bahagia. Selepas pertandingan ia mengunggah foto dirinya yang sedang melakukan perayaan gol, di akun twitter pribadinya. Tidak lupa, ia pun menyisipkan satu kalimat “Malam yang luar biasa” untuk mendeskripsikan foto tersebut.

Selamat, Ben Woodburn.

(frz)

Komentar