Karena Jeda Internasional Tak Selalu Merugikan

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Karena Jeda Internasional Tak Selalu Merugikan

Bagi sebagian orang, jeda internasional di tengah kompetisi yang sedang berjalan dianggap sebagai kurun waktu yang tidak menyenangkan. Permasalahannya cuma satu; tidak ada pertandingan untuk kesebelasan yang didukung.

Jika tim nasional Indonesia yang tampil mungkin situasinya bakal berbeda. Tapi jika yang ditayangkan di televisi adalah kesebelasan nasional yang bukan favorit kita, jelas lebih baik mematikan televisi ketimbang menontonnya.

Ketidaksukaan akan jeda internasional tidak hanya dirasakan oleh penonton sepakbola yang hanya menyukai kesebelasan klub saja. Beberapa kesebelasan juga kesal dengan keberadaan jeda internasional. Betapa tidak, pulang-pulang dari pertandingan internasional bisa saja pemain kesebelasan tersebut malah tidak fit, buruknya lagi bisa malah cedera.

Sejatinya, jeda internasional bukan momen yang benar-benar buruk. Bagi tim nasional atau bahkan kesebelasan, jeda internasional adalah momen yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya soal kemungkinan mendapatkan pemasukan lewat pertandingan internasional, tapi juga soal kemungkinan mendapatkan pemain baru atau bahkan saat yang tepat untuk memulihkan kondisi.

Hal-hal di atas adalah contoh kecil jeda internasional. Berikut keuntungan adanya jeda internasional versi PanditFootball.

Waktu yang Tepat Menata Mental

Pelatih memiliki pandangan yang berbeda mengenai jeda internasional. Pelatih Newcastle United, Rafael Benitez, pernah berkata kepada Marca bahwa jeda internasional merupakan saat yang tepat untuk menata mental bagi sebuah tim.

“Libur jeda internasional membuat para pemain dapat kembali memulihkan mentalnya usai bermain di setiap pekan. Maklum dalam beberapa kompetisi, jadwal dibuat cukup padat jelang jeda internasional.”

Apa yang diungkapkan Benitez benar. Bagi para pemain yang tidak ataupun memperkuat tim nasional, pertandingan internasional berpengaruh terhadap banyak hal. Apalagi bagi pemain muda ajang tersebut bisa menjadi ajang bertemu pemain favoritnya yang secara langsung bisa meningkatkan mentalitasnya.

Keuntungannya tidak hanya itu. Bagi sebagian kesebelasan yang penampilannya tengah menurun, jeda internasional adalah momen yang tepat untuk berbenah. Tak heran, beberapa pelatih kerap meliburkan pemainnya meski hanya dalam waktu yang tidak panjang.

Sarana Pemulihan Cedera

Cedera memang bisa saja ditimbulkan dari pertandingan internasional. Tapi dalam beberapa kasus, jeda internasional kerap dimanfaatkan untuk masa pemulihan bagi pemain yang baru sembuh dari cedera.

Bagaimana bisa? Bagi pemain yang tengah mengalami cedera, penyembuhan bisa dilakukan kapan saja karena ketika mengalami cedera, fokus mereka bukan di pertandingan, tapi di proses penyembuhan.

Lalu bagaimana dengan pemain yang baru saja sembuh dari cedera? Bagi pemain yang baru saja sembuh dari cedera, fokus latihan mereka tentu saja pada taktik. Namun dengan adanya jeda internasional, mereka bisa istirahat dari rutinitas latihan taktik ke fisik.

Soal latihan? Setiap pelatih sebuah kesebelasan tentu saja bakal tetap melaksanakan latihan kendati ada jeda internasional. Namun demikian, tidak ada materi mengenai taktik yang dimasukkan ketika berlatih di saat pertandingan internasional dipertandingkan.

Pelatih pun disebut hanya menekankan pada kondisi fisik agar ketika selesai jeda internasional para pemain tetap berada dalam kondisi prima.

Ajang Pencarian Bakat

Ajang pencarian bakat-bakat baru disebut sebagai salah satu alasan mengapa setiap kesebelasan tetap mau menerima keberadaan jeda internasional.

Dalam beberapa kasus, pertandingan internasional memang kerap menawarkan adanya bakat-bakat baru. Pemandu bakat sebuah kesebelasanpun tak perlu repot-repot untuk mengeluarkan uang demi berangkat ke suatu daerah demi mencari bakat baru karena cukup menyaksikan pertandingan internasional.

Dibelinya Clinton N’Jie oleh Tottenham Hotspur musim lalu menjadi contoh bagaimana Spurs mampu memanfaatkan jeda internasional. Betapa tidak, siapa yang tahu nama N’Jie sebelumnya? Di Ligue 1, namanya bahkan kalah dari penyerang lokal dan rekan setimnya, Alexandre Lacazette.

Usut punya usut, N’Jie didatangkan oleh manajemen Spurs setelah salah satu pemandu bakat mereka melihatnya dalam pertandingan internasional. Tak lama, diketahui bahwa pertandingan tersebut adalah saat Kamerun bertemu Burkina Faso pada Juni 2016. Saat itu, N’Jie berhasil membawa Kamerun menang 2-3 atas tuan rumah dan mencetak dua gol.

Hiburan untuk Negara Semenjana

Bagi negara dengan kualitas sepakbola yang tidak terlalu bagus, keberadaan pertandingan internasional adalah sebuah keberuntungan. Bukan hanya soal kedatangan pemain bintang ke negara mereka, tapi juga kesempatan bagi mereka untuk menambah pundi-pundi uang lewat tiket pertandingan.

Siapa yang menyangka penduduk Latvia bisa menonton Cristiano Ronaldo secara langsung di lapangan dan tampil di depan mereka? Siapa juga yang bisa menyangka masyarakat Moldova bisa menonton Gareth Bale melakukan pemanasan di depan mereka?

Ketidakmungkinan-ketidakmungkinan tersebut hanya bisa terjadi dalam satu hal; jeda internasional.

Komentar