Ingat Juventus, Maksimir Bukanlah Tempat yang Nyaman

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ingat Juventus, Maksimir Bukanlah Tempat yang Nyaman

Tiket Dinamo Zagreb melawan Juventus diturunkan menjadi 17 euro atau sekitar 127 kuna (mata uang Kroasia) atau 248 ribu rupiah dari yang sebelumnya seharga 20 euro. Menurut manajemen Dinamo, hal itu dilakukan demi menarik perhatian penonton.

Tak lama setelah pengumuman diturunkannya harga tiket, manajemen Dinamo mengumumkan bahwa tribun timur dan barat di bagian bawah Stadion Maksimir telah habis terjual. Manajemen Dinamo bahkan mengklaim 27.000 tiket pertandingan telah terjual.

Itu masih tribun. Belum di forum-forum yang isinya Bad Blue Boys (sebutan pendukung Dinamo). Banyak dari forum-forum tersebut yang isinya tentang persiapan Bad Blue Boys menyikapi laga melawan Juventus di laga Liga Champions keduanya di musim ini.

Begitu lah suasana yang terjadi di Zagreb sana menjelang laga melawan Juventus. Bukan laga yang besar sebenarnya, mengingat lawan yang bakal mereka hadapi adalah Juventus. Bukan rival tradisional mereka, Hajduk Split, atau rival modern mereka, HNK Rijeka.

Manajemen dan pendukung Zagreb memang begitu antusias menyambut laga ini. Pasalnya, laga ini bukan hanya pertandingan pertaruhan mereka di Liga Champions, setelah mereka kalah di laga perdana melawan Olympique Lyon 3-0, tapi juga karena keberadaan dua pilar utama mereka di masa lalu, Mario Mandzukic dan Marko Pjaca.

Pelatih Dinamo, Zeljko Sopic, berkata bahwa mereka bersiap memberikan kejutan untuk Juventus di laga ini. “Para pemain tengah dalam motivasi yang tinggi demi menyambut laga ini. Meski kami tahu diri melihat Juventus adalah lawan di laga ini, namun kami juga siap memberikan `sambutan` kepada mereka.”

Persiapan besar-besaran mereka untuk menyambut kedua pemain ini memang begitu luar biasa. Sebab, dua pemain ini adalah kunci utama keberhasilan Dinamo di masa lalu, meski berbeda generasi tentunya. Keduanya adalah nama yang berperan penting atas keberhasilan Dinamo menjuarai Divisi Satu Liga Kroasia 11 musim terakhir.

“Saya tentu berharap mereka [pendukung Dinamo] kembali memuji saya seperti yang mereka lakukan kepada saya di laga melawan Vardar,” ucap Pjaca dikutip dari Goal.

“Meskipun mereka tahu bahwa saya akan kembali datang untuk mengenakan kostum yang berbeda di laga ini, saya tentu berharap mereka tidak akan mem-boo saya di laga ini,” kutip Pjaca.

Ketakutan tersebut bukan tanpa sebab. Maksimir dan Bad Blue Boys tentunya tidak akan ramah kepada para tamunya, tak terkecuali eks pemain Dinamo, seperti Mandzukic. Disebut Svenskafans, Mandzukic adalah salah satu nama yang terkena imbas dari kejamnya Bad Blue Boys.

Hal tersebut bisa dilihat dari catatan mencetak gol Mandzukic di Maksimir, yang juga kandang timnas Kroasia, usai ia meninggalkan Dinamo di akhir 2009/10. Keputusannya meninggalkan Dinamo meninggalkan luka dan membuat banyak pendukung mereka sakit hati.

Perasaan tersebut pun mereka luapkan saat mereka melihat Mandzukic di Maksimir. Dalam enam tahun terakhir, Mandzukic hanya mampu mencetak tiga gol di sana dari 13 pertandingan. Tiga gol tersebut ia cetak dalam laga melawan Norwegia pada tahun 2010, Serbia dan Islandia di kualifikasi Piala Dunia 2014. Catatan yang benar-benar buruk untuk Mandzukic.

Tekanan belum berarti bagi kedua pemain tersebut. Dinamo juga memiliki rekor yang cukup istimewa di Maksimir, 103 kemenangan kandang beruntun sejak 2010. Meskipun pada akhirnya rekor tersebut harus berhenti di awal September 2016 usai mereka kalah Osijek.

Kekalahan lawan Osijek berlanjut di dua laga selanjutnya, ketika menghadapi Olympique Lyon dan rival mereka, Rijeka. Kekalahan tersebut menyebabkan pelatih mereka, Zlatko Kranjcar mengundurkan diri dan digantikan oleh Zeljko Sopic.

Di atas kertas, Juventus, termasuk di dalamnya adalah Pjaca dan Mandzukic, memang lebih diunggulkan ketimbang Dinamo Zagreb. Tapi, Juventus juga patut ingat, Stadion Maksimir bukan tempat yang ramah bagi tamu.

Komentar