Kritik Mourinho kepada Shaw di Media: Benar atau Salah?

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kritik Mourinho kepada Shaw di Media: Benar atau Salah?

Pertandingan Manchester United melawan Watford tidak hanya berhenti di hasil akhir pertandingan saja. Hingga kini, riak-riak kecil usai laga tersebut masih menjadi bahan perdebatan, utamanya soal komentar yang diucapkan oleh manajer Manchester United, Jose Mourinho, usai pertandingan.

Seperti yang diketahui, dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan Watford tersebut, Mourinho mengkritik dua pihak yang berpengaruh kepada hasil pertandingan di media. Pertama wasit Michael Oliver. Sementara, yang kedua adalah bek kiri Manchester United, Luke Shaw.

Sontak, komentar Mourinho kepada dua sosok ini menimbulkan kritik. Pertama atas kesalahan yang ia lempar ke Oliver, Mourinho harus menerima kritik dari eks manajer United, Ron Atkinson. Atkinson berkilah bahwa apa yang dilakukan oleh Mourinho kepada Oliver berbahaya karena bisa menimbulkan keresahan pihak-pihak lain.

Kritik lebih pedas datang usai Mourinho menyalahkan Shaw. Tak tanggung-tanggung, Mourinho menerima serangan dari beberapa pihak. Diantaranya adalah eks bek Inggris, Danny Mills, dan wartawan BBC, Simon Stone.

Ketiganya berkata bahwa kritik kepada Shaw yang dilontarkan oleh Mourinho bisa menjadi bom waktu bagi dirinya atau pun semua elemen di Manchester United, terutama pemain.

“Pemain saat ini begitu berbeda dengan di masa lalu. Mourinho tentu tidak bisa melepaskan kritik begitu saja terhadap pemain di masa-masa seperti ini,” ucap Mills seperti dilansir oleh BBC.

“Itu (mengkritik pemain di muka umum) tidak terjadi seperti ini di masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson,” ucap Stone. “Sir Alex mengutamakan kedekatan antara pemain dan manajer. Tanpa hal tersebut saya tidak yakin ia bakal mendapatkan apa yang ia inginkan dari pemain di lapangan.”

Shaw rupanya memiliki pikiran yang tak jauh dengan apa yang diucapkan oleh dua orang di atas. Menurut Metro, pemain berusia 21 tahun ini kecewa dengan keputusan Mourinho yang mengkritiknya di muka umum dan berasumsi bahwa akan lebih baik jika ia berkata langsung kepadanya.

Memandang Kritikan Mourinho dari Sisi Manajemen

Memberikan kritik seperti apa yang dilakukan oleh Mourinho sebenarnya tidak salah. Begitu wajar orang memberikan kritik jika melihat orang lain tak melakukan sesuai apa yang diinginkan. Namun, apakah tempatnya sudah benar?

Ada salah satu pepatah lama dalam bidang manajemen yang bisa dikaitkan dengan ini. Praise publicly, criticize privately, atau yang bisa berarti berikan pujian di depan orang banyak, sementara berikan kritik di hadapan yang bersangkutan.

Pepatah tersebut rasanya cukup perlu dipahami oleh Mourinho. Sebab, semua orang pasti memiliki rasa yang sama jika mereka dikritik seperti Shaw. Kesal.

Kritik di hadapan banyak orang sendiri banyak disebut oleh pakar-pakar manajemen sebagai alat yang tidak akan pernah efektif. Kritik di depan banyak orang justru malah akan melahirkan rasa benci dan sakit hati kepada pemberi kritik itu sendiri dalam hal ini Mourinho.

Dan benar. Shaw benar-benar kecewa (tidak tahu apakah dia benar-benar kecewa atau memendam perasaan benci) atas langkah yang dipilih oleh Mourinho.

Bernard Marr, penulis beberapa buku best seller mengenai manajemen berkata dalam akun Linkedin-nya, “Hal tersebut seharusnya tidak dilakukan oleh seorang manajer sebab hal tersebut memiliki pengaruh yang begitu besar.

“Pesan yang manajer sampaikan dalam kritik justru tidak akan sampai. Sebab, setelah manajer mengeluarkan kritik kepada seseorang di hadapan umum, orang yang dikritik akan lebih fokus kepada menghilangkan rasa malu ketimbang mendengarkan pesan,” imbuh Marr yang juga merupakan kolumnis di Forbes.

“Hal tersebut juga tidak hanya akan menyakiti perasaan orang yang dikritik. Tapi juga orang lain yang berada di sana. Sebab, mereka tentu akan lebih berhati-hati dan bersikap tertutup kepada pemberi kritk.”

Roger Schwarz, salah satu penulis halaman kepimpinan di Harvard Business Review pun mendukung apa yang dikatakan Marr. “Jika seorang manajer telah melakukan hal tersebut, maka sebagian besar kepercayaan yang ia bangun kepada semua orang di bawahnya akan hilang,” jelas Schwarz.

Baca juga: Ini Bukan Tentang Pogba atau Rooney, Tapi Tentang Mourinho

“Dan tentu saja, membangun ulang kepercayaan tersebut akan sulit karena sebagian besar dari mereka sudah kecewa dengan apa yang ia perbuat.”

Mengutip pernyataan Marr dan Schwarz, apa yang dilakukan oleh Mourinho secara tidak langsung membuat mental Shaw terpengaruh. Bahkan bisa jadi bukan hanya Shaw yang kini kecewa dengan sikap Mourinho, melainkan juga seluruh pemain United.

Pernyataan Mourinho tersebut kini pun menjadi sebuah pertanyaan besar baginya. Apakah ia mampu membalikkan mental Shaw menjadi lebih baik atau justru malah membuat ruang ganti United berbalik memusuhinya?

Komentar