Kembalinya Sang Pengganggu La Liga, Deportivo Alaves

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kembalinya Sang Pengganggu La Liga, Deportivo Alaves

Deportivo Alaves pernah mengalami masa jaya pada kisaran akhir 90an dan awal 2000an. Mereka pernah mencicipi partai final Piala UEFA pada musim 2000/2001. Dalam pertandingan tersebut, mereka menghadapi Liverpool yang kala itu ditangani oleh Gerard Houllier. Meski mampu menyajikan pertarungan yang sengit, Alaves akhirnya harus mengakui keunggulan Liverpool 5-4.

Setelah itu, mereka pun tenggelam ke Segunda Division setelah mengakhiri musim 2005/2006 menduduki peringkat ke-18. Kemudian mereka terus mengalami kemunduran setelah terdegradasi ke Segunda B pada 2008/2009, akibat utang yang menumpuk hasil peninggalan dari pemilik klub sebelumnya Dmitry Pietrman dan berimbas kepada penampilan Alaves.

Perlahan, El Glorioso, julukan Deportivo Alaves, mulai mampu bangkit setelah pengusaha sukses sekaligus pemilik klub basket Saski Baskonia, Josean Querejeta, mengambil alih klub dengan menggunakan nama Avelino Fernandez. Target yang ia pancang adalah target tinggi, namun, masih bisa terjangkau; kembali promosi dan mampu berbicara banyak di kompetisi level tertinggi Spanyol.

**

Dibangun pada 1921 dengan nama Deportivo Alaves, sebagai bentuk rasa iri terhadap klub-klub asal Basque utara (Alaves berasal dari Basque selatan), klub yang bermarkas di Stadion Mendizorrora ini sempat menjadi salah satu klub yang cukup diperhitungkan dalam ajang La Liga Primera Division. Sempat merosot ke Segunda Division karena Perang Dunia II yang berkecamuk, pada 1990, di bawah komando presiden klub yang baru, Juan Arregui Garay, Alaves mulai menemukan titik baliknya.

Delapan tahun usai Garay menjabat, Alaves akhirnya kembali bisa mencicipi kompetisi Primera Division pada musim 1998/1999. Belum selesai sampai situ, mereka pun berhasil melaju ke partai final Piala UEFA pada musim 2000/2001 (Alaves bisa masuk ke ajang Piala UEFA karena menduduki peringkat enam La Liga Primera Division 1999/2000), dan menghadapi Liverpool dalam pertandingan tersebut, meski kalah.



Kesuksesan yang Alaves raih pada awal 2000an ini tidak lain adalah karena kebijakan transfer yang mereka lakukan. Mereka berhasil mendatangkan sosok-sosok yang pada akhirnya menjadi pemain kunci tim, seperti Cosmin Contra, Ivan Tomic, dan Ivan Alonso. Pemain-pemain yang baru didatangkan ini mampu bekerja sama meningkatkan performa Alaves bersama dengan pemain-pemain lama seperti Martin Herrera, Jordi Cruyff, dan Martin Astudillo.

Jangan lupakan juga nama Javi Moreno yang menjadi pemain kunci saat itu (ketika itu tim dilatih oleh Mane Esnal). Dalam pertandingan final Piala UEFA melawan Liverpool, lulusan akademi Barcelona ini sukses menyarangkan dua gol ke gawang Sander Westerveld. Meski akhirnya ia hijrah ke Italia dan membela AC Milan, pendukung Alaves mengenangnya sebagai penyerang berbahaya di kotak penalti lawan.

Masa-masa keemasan Alaves, sang El Glorioso, pada awal millenium itu sudah lama berlalu. Sekarang, mereka bersiap untuk bertarung kembali dalam ajang yang sudah mereka tinggalkan selama 10 tahun, yaitu La Liga Primera Division.

**

Alaves memang dikenal sebagai tim pengganggu dominasi Barcelona-Real Madrid. Dahulu, bersama Valencia dan Deportivo La Coruna, Alaves kerap menjadi klub yang merepotkan Barcelona dan Real Madrid dalam ajang La Liga. Sekarang, meski sudah ada nama-nama seperti Atletico Madrid dan Sevilla, Alaves tetap berpeluang menjadi pengganggu dominasi Barca-Madrid.

Dalam tiga laga awal La Liga Primera Division 2016/2017, Alaves sama sekali belum tersentuh kekalahan. Mereka mencatatkan dua hasil imbang dan satu kali menang. Rekor kemenangan yang mereka catatkan pun bukan main-main. Mereka menang 1-2 atas Barca di Camp Nou. Selain itu, mereka juga sukses menahan imbang Atletico Madrid 1-1 dalam jornada 2 La Liga Primera Division 2016/2017.

Catatan bagi tim yang baru saja promosi dari Segunda Division ini cukup impresif. Apalagi kemenangan atas Barca diraih di kandang lawan. Ini tentunya modal berharga, sekaligus sebagai bentuk penanaman kepercayaan diri mereka dalam menghadapi La Liga Primera Division 2016/2017, yang tentunya akan penuh dengan tantangan.

Berbekal dengan skuat yang sudah main bersama dalam ajang Segunda Division, plus pemain-pemain pinjaman dari klub-klub besar Eropa macam Real Madrid, Manchester City, dan Barcelona, juga di bawah asuhan pelatih asal Argentina, Mauricio Pellegrino, mereka siap berkompetisi dalam ajang La Liga Primera Division 2016/2017.

Mari sambutlah kembali sang pengganggu, Deportivo Alaves, El Glorioso!

foto: Wikipedia

Komentar