Christian Pulisic, Borussia Dortmund, Amerika Serikat, dan Justin Bieber

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Christian Pulisic, Borussia Dortmund, Amerika Serikat, dan Justin Bieber

Christian Pulisic adalah pemuda berbakat. Jika melihat apa yang sudah ia raih dan lakukan bersama timnas Amerika Serikat dan Borussia Dortmund, mulai menembus tim inti Dortmund pada musim 2015/2016 dan mengantarkan Amerika Serikat melaju hingga ke babak semifinal Copa America Centenario 2016, maka, tidak heran kalau banyak orang mendapuknya sebagai salah satu harapan sepakbola Amerika Serikat.

Namun, jangan lupakan pula bahwa ia adalah anak yang masih muda, masih berusia 17 tahun. Meski permainannya di lapangan mencerminkan sosok seseorang yang sudah dewasa, karena tempaan yang cukup keras di Dortmund, tapi ia masihlah remaja yang juga memiliki sosok yang diidolakan. Di luar para pesepakbola yang ia idolakan, ternyata, pemegang tujuh caps bersama timnas Amerika Serikat ini adalah seorang Beliebers, sebutan untuk fan dari artis asal Kanada, Justin Bieber.

Dalam wawancaranya dengan ESPN FC, ia membicarakan banyak hal, di antaranya tentang Wayne Rooney, Manchester United, dan Justin Bieber.

"Ketika aku masih kecil, aku begitu mengidolakan sosok Wayne Rooney dan tim Manchester United. Semangatnya yang begitu besar ketika bermain sepakbola adalah hal yang aku sukai darinya,"

"Selain Rooney, aku juga mengidolakan Justin Bieber. Untuk merayakan ulang tahunku yang ke-18 nanti, aku berencana membeli tiket konser Bieber, yang kebetulan konsernya akan diadakan di Köln. Meski aku kira, rekan setimku akan menertawakan aku karena ini, tapi aku pikir semua orang suka Bieber," ujarnya sembari tertawa.

"Aku juga sudah mengeluarkan tweet untuknya, meski itu sedikit bercanda. Aku tidak mengharapkan ia untuk mem-follow-ku," tambahnya.

Perasaan Pulisic Tentang Menjadi Bagian dari Amerika Serikat dan Borussia Dortmund

Musim 2015/2016, Pulisic mulai masuk skuat inti Dortmund. Ia juga mulai dipercaya untuk membela timnas Amerika Serikat dalam gelaran Copa America Centenario 2016. Jelas hal itu adalah hal yang cukup memuaskan bagi pria yang dalam waktu dekat ini akan beranjak masuk ke usia 18 tahun pada 18 September nanti.

"Banyak hal yang berubah. Di tempat tinggalku, orang-orang yang pada awalnya tidak mengenalku perlahan mulai menyapaku dan mengatakan, `Hey, kau anak yang melakukan sesuatu yang hebat di Eropa dan juga bersama tim nasional!` Teman-teman saya pun mulai membercandai saya. Namun, saya bertingkah seolah-olah tidak ada apa-apa," ujar Pulisic.

"Namun, itu hanya sebagian dari tekanan yang orang-orang berikan kepada saya. Sebuah hal yang sebenarnya tidak perlu untuk dilakukan," tambahnya.

Memilih untuk berkarier di Jerman, meninggalkan tanah kelahirannya, adalah hal yang cukup sulit bagi remaja seperti Pulisic untuk dilakukan. Tapi, ia pun mengungkapkan bahwa banyak sosok yang sudah membantunya untuk tetap maju, memberikan saran, juga dorongan agar tetap memberikan yang terbaik.

"Banyak orang yang memberiku saran dan dorongan, mengingatkanku bahwa sepakbola hanyalah sebuah permainan dan bukan segalanya dalam hidup. Sepakbola adalah olahraga. Aku menikmatinya namun aku pun terkadang tidak terlalu serius akan hal tersebut (sepakbola),"

"Tapi, aku tidak lupa akan orang-orang yang sudah memberikan saran kepadaku sampai saat ini. Di Jerman, ada nama Nuri Sahin yang kerap memberikanku saran karena ia juga mengalami hal yang sama yang aku alami ketika ia masih remaja dulu. Sedangkan di timnas, Geoff Cameron dan Alejandro Bedoya adalah orang-orang yang kerap membantuku," tambahnya.

Berkat para senior (sekaligus mentor) yang menolongnya di Dortmund dan timnas itulah, ia mampu menampilkan permainan yang terbaik, dan perlahan mulai mampu menyatu dengan tim, meski masih berusia cukup belia.

"Sekarang ini, meski mendapatkan jam bermain yang kurang, aku senang mampu menjadi bagian dari tim (Dortmund dan Amerika Serikat). Aku mengerti bahwa para pelatih ingin mengembangkan kemampuanku dan membiarkanku mendapatkan pengalaman sedikit demi sedikit. Aku mengerti itu. Maka, yang terpenting sekarang adalah,aku cukup bahagia menjadi bagian dari tim. Jam bermain bukanlah hal yang terlalu penting sekarang ini." ujar Pulisic.

Harapannya Untuk Musim 2016/2017

Musim 2016/2017, Dortmund membeli banyak pemain baru sebagai usaha untuk merenovasi skuat usai ditinggalkan beberapa pemain kunci seperti Mats Hummels, Ilkay Gündogan, dan Henrikh Mkhitaryan. Melihat banyak pemain baru yang datang, pemain kelahiran Hershey, Pennsylvania ini mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu terpengaruh akan hal itu dan memilih fokus untuk meningkatkan kemampuannya.

"Saya tidak terlalu terpengaruh akan hal itu (datangnya pemain baru), karena pelatih (Thomas Tuchel) memiliki pemikirannya sendiri akan hal tersebut. Yang saya pikirkan sekarang adalah berlatih dengan keras setiap hari, selalu berusaha mencari pengalaman baru, dan tetap menjadi bagian dari anggota tim inti Dortmund," ujarnya.

Semoga tetap menjadi harapan dan pujaan suporter Amerika Serikat dan Borussia Dortmund, serta tetap semangat menjadi Beliebers, Pulisic.

Sumber: ESPN FC

foto: @cpulisic_10

Komentar