Menakar Mahalnya Ongkos Tandang ke Serui

Cerita

by Sandy Firdaus 31184

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Menakar Mahalnya Ongkos Tandang ke Serui

Kalau dahulu, kita mengenal Wamena dengan Persiwa Wamena-nya sebagai salah satu kota di Papua yang cukup sulit ditempuh. Sekarang, dalam gelaran Indonesia Soccer Championship, ada lagi kota yang ternyata lebih sulit untuk ditempuh daripada Wamena, yaitu Serui, markas Perseru Serui.

Perseru Serui adalah salah satu tim yang berlaga di Indonesia Soccer Championship. Dengan sulitnya medan yang ditempuh untuk mencapai Serui, maka, tak heran kalau tim Pusamania Borneo FC, sampai merelakan pertandingan melawan Perseru Serui di Stadion Marora, Serui. Salah satu alasan mereka tidak mengadakan perjalanan ke Serui adalah karena mereka gagal dapat tiket pesawat. Akibat itu, mereka pun dinyatakan kalah WO dari Perseru.

Namun, di luar dari kegagalan PBFC mendapat tiket pesawat ke Serui, perjalanan ke sana memang memakan banyak biaya dan mahal. Untuk lebih mengetahui perihal mahalnya ongkos perjalanan ke Serui, mari kita udar ongkos perjalanan yang pernah dihabiskan Semen Padang, tim paling barat Indonesia Soccer Championship, menuju ke Serui.

Berapakah Ongkos yang Harus Dihabiskan Oleh Semen Padang

Pada saat pekan ke-6 Indonesia Soccer Championship, Semen Padang melakukan apa yang disebut oleh Nil Maizar sebagai “perjalanan ibadah”. Tim Semen Padang bertolak ke Serui dari Padang untuk menjalani laga tandang ke Stadion Marora, Serui, pada 11 Juni 2016.

Untuk perjalanan ke Serui dari Padang, rute yang harus ditempuh oleh para pemain, manajemen, dan staf pelatih Kabau Sirah cukup panjang. Dari Padang, mereka bertolak menggunakan pesawat ke Jakarta. Setelah dari Jakarta, mereka langsung naik pesawat jurusan ke Biak. Namun, pesawat ini harus transit terlebih dahulu di Makassar untuk kemudian langsung ke Biak.

Dari Biak, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Yapen, untuk kemudian lanjut ke kota Serui. Total, awak-awak Kabau Sirah ini harus melalui beberapa kota dan bandara sebelum menginjakkan kaki di kota tempat pahlawan dari Maluku, Dr. Sam Ratulangi, dibuang ini.

Jika melihat dari beberapa kali transit yang harus dilalui oleh tim Semen Padang, Anda tentunya bisa membayangkan berapa ongkos yang harus dihabiskan bukan? Mari kita dedah bersama perkiraan ongkos yang harus dihabiskan oleh tim yang bermarkas di Stadion H. Agus Salim ini (dengan asumsi biaya termurah).

Padang-Jakarta: kurang lebih 450.000 per orang, lama perjalanan sekitar dua jam

Jakarta-Makassar: kurang lebih 560.000 per orang, lama perjalanan sekitar dua jam 30 menit

Makassar-Biak: kurang lebih 1.500.000 per orang, lama perjalanan tiga jam

Biak-Serui: kurang lebih 800.000 per orang, lama perjalanan 30 menit. Ada yang lebih murah, menaiki kapal laut, dengan kapasitas yang lebih banyak. Namun, cuaca laut yang memisahkan Biak dan Serui tidak bisa diprediksi. Kalau pesawat, maskapai yang melayaninya adalah Susi Air, dengan pesawat Twin Otter kapasitas 12 orang.

Jika ditotal, maka biaya perjalanan pergi tiap orang saja sudah menghabiskan 3.310.000 per orang, tiga bahkan empat kali lipat dari biaya tandang biasanya. Jika dikalikan dengan, ambil contoh Nil Maizar membawa 20 pemain, ditambah dengan staf pelatih, manajemen, masseur, dan juga elemen-elemen tim yang lain (total sekira 27 orang), maka Semen Padang menghabiskan hampir 90 juta rupiah untuk sekali jalan. Hal tersebut belum termasuk perjalanan pulang, plus akomodasi seperti hotel, makanan, dan lain-lain, dengan catatan biaya di atas adalah biaya termurah.

Silakan hitung berapa mahal biaya yang harus dihabiskan. Kalaupun Anda berada di Jakarta ataupun Bandung, yang notabene memiliki penerbangan langsung ke Makassar, biaya yang dikurangi hanya sekitar Rp. 500.000 per orang. Yang jelas, sekali perjalanan ke Serui, bukan pulang-pergi, biayanya hampir sama dengan perjalanan pulang-pergi sebuah tim saat tandang ke tempat lain, bahkan mungkin masih lebih murah.

Tandang Rasa Indonesia

Di balik mahalnya biaya tandang yang harus dijalani ke Serui, tentunya terselip sebuah kisah menarik. Hal ini semakin menunjukkan bahwa partai tandang di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri. Jika di negara-negara lain yang masih berada dalam satu daratan cukup hanya dengan menaiki bus atau kereta untuk mencapai kandang lawan, Indonesia beda.

Indonesia, negara berbentuk kepulauan dengan gugusan pulau-pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke ini menyajikan sebuah partai tandang dengan rasa yang berbeda. Menaiki satu pesawat, transit di satu bandara, atau menaiki kapal laut untuk menyeberangi selat-selat, adalah rasa dari partai tandang ala Indonesia.

Meski memakan biaya operasional yang lebih mahal, bahkan sampai berpuluh-puluh juta rupiah sekali melakoni partai tandang, namun, selalu ada rasa yang terselip ketika melakoni partai tandang, bahwa begitu luasnya negara Indonesia, juga luasnya sumber daya yang bisa digali.

Komentar