Pembelian Tepat untuk Rumah Atletico Madrid

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pembelian Tepat untuk Rumah Atletico Madrid

Rumah pada dasarnya hanya sebuah tempat berlindung dan istirahat. Namun, ketika fungsi dari tempat berlindung dan istirahat sudah didapatkan, rumah bisa saja berubah sebagai tempat unjuk gigi.

Fungsinya sebagai tempat berlindung dan beristirahat membuat rumah perlu dirawat atau bahkan diperbaiki setiap tahunnya. Hal ini pun wajib dilakukan jika Anda tidak ingin kehilangan fungsi tersebut.

Seperti halnya rumah, kesebelasan juga tidak bisa lepas dari perawatan dan perbaikan. Bahkan bisa dibilang, setiap jeda kompetisi pasti semua kesebelasan sibuk dengan transfer, baik transfer internal –dari kesebelasan junior, maupun eksternal –dari kesebelasan lain.

Meski demikian, bursa transfer harus disikapi dengan bijak, sebab tidak jarang kedatangan satu pemain baru bisa langsung menguras uang kas kesebelasan. Bagi kesebelasan kaya macam Real Madrid atau Manchester City, sih, hal tersebut bukan masalah. Tapi bagaimana jika kesebelasan yang bersangkutan, hanya berkantong cekak?

Atletico Madrid dan Juventus menjadi contoh kesebelasan yang begitu bijak dalam mengeluarkan uang untuk mendatangkan pemain baru. Keduanya bisa menjadi contoh sahih bahwasanya pemain baik tidak melulu didatangkan dengan biaya mahal.

Kebijakan Atletico Madrid soal transfer berlanjut di bursa transfer musim panas 2016/2017. Keberadaan Piala Eropa 2016 tidak mengurangi semangat pelatih Atletico, Diego Simeone, untuk berburu pemain. Perburuan tersebut pada akhirnya membuka jalan bagi Nicolas Gaitan dan Sime Vrsaljko (yang kini tinggal menunggu peresmian).

Kabar bergabungnya Gaitan sendiri menjadi nilai plus bagi kesebelasan ini. Pasalnya, Los Rojiblancos tidak akan lagi terpaku pada sosok Antoine Griezmann yang begitu diandalkan di posisi penyerang sayap. Selain berguna untuk mengurangi beban Griezmann, kedatangan Gaitan juga akan membuat Koke bisa kembali ke posisi aslinya.

Di sisi lain, Vrsaljko kemungkinan besar tidak dimanfaatkan untuk musim depan. Hal ini mengingat peran Juanfran yang begitu vital di sisi kanan pertahanan Atletico. Vrsaljko dimungkinkan baru akan menjadi starter pada dua musim ke depan jika melihat usia Juanfran yang kini sudah kepala tiga.

Jika kedua transfer ini berhasil, Simeone pantas disebut raja membangun kesebelasan. Pasalnya, jika dibandingkan dengan skuat saat Simeone pertama kali datang, rasa-rasanya sungguh kelewat berbeda.

Saat datang pertama kali pada Desember 2011, Simeone memang begitu sial. Ya kesialan tampaknya tidak mau lepas dari mereka saat itu meski memiliki sejumlah nama populer, seperti Radamel Falcao dan Diego Ribas. Pada akhirnya, mereka harus puas berada di posisi kelima klasemen akhir La Liga 2011/2012.

Meski demikian, seperti hal-nya rumah, Simeone tidak langsung membeli jadi. Ia lebih memilih membangun rumah mulai dari nol. Denah mulai ia buat, beberapa barang (baca: pemain) yang diperlukan untuk membuat fondasi pun ia datangkan pada bursa transfer 2012/2013.

Denah yang dibuat oleh Simeone ini unik. Ia tidak dibuat untuk cantik namun mampu efektif. Seperti fungsi rumah pada umumnya namun lebih baik.

Pengerjaan tahap pertama ia lakukan di awal musim 2012/2013. Di tahun ini, Simeone tidak fokus untuk membeli pemain bintang. Sebab, selayaknya rumah, di tahun ini ia hanya perlu membeli semen, besi, batu, dan kayu.

Di musim berikutnya, Simeone mendatangkan dua jenis pemain. Potensial dan senior. Kedua jenis ini dipilih untuk mempercantik taman yang Simeone sudah siapkan. Dua pemain muda tersebut, Jose Maria Gutierrez dan Leo Baptistao, kini bahkan tinggal menunggu waktu untuk dipanen.

Kegagalan di Liga Champions musim sebelumnya, membuat Simeone ingin belanja pemain mahal di musim 2014/2015. Hasilnya mengejutkan. Atletico Madrid yang sebelumnya lebih pantas disebut “rumah minimalis” mulai bersolek untuk layak disebut istana.

Tidak tanggung-tanggung, Simeone menghabiskan 115 juta Euro untuk belanja “perabotan canggih dan terbaru”. Dengan Antoine Griezmann sebagai perabotan paling mahal. Meski demikian “perabotan mahal” belum menjamin gelar juara. Atletico hanya mendapatkan Piala Super Spanyol di 2014/2015.

Tak ingin kembali kecewa membuat Simeone belajar dari kesalahan. Di musim 2015/2016, mereka melepas beberapa pemain pilar dan hanya melakukan transfer seperlunya untuk membuat mereka kembali disebut istana. Hasilnya, fondasi awal mereka mulai kembali terlihat. Selain itu, transfer seadanya yang mereka lakukan juga membuahkan hasil.

Keperluan untuk menjaga fondasi pun dipegang Simeone di musim ini. Dua nama yang hampir datang pun sesuai dengan kebutuhan Atletico musim lalu. Menariknya, apakah kedatangan kedua pemain tersebut bisa membuat rumah Atletico berhasil di empat musim (baca: kompetisi) yang mereka jalani tahun depan?

ed: fva

Komentar