Persoalan Mental Sterling dan Penyelesaian Ala Steve Peters

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Persoalan Mental Sterling dan Penyelesaian Ala Steve Peters

Sebagai salah satu olahraga yang begitu berat, sepakbola tidak bisa dilepaskan dari hal-hal non teknis, yang salah satunya adalah mental bermain. Mental bahkan begitu diperlukan bagi kesebelasan yang ingin menginginkan gelar juara.

Inggris yang akan berlaga di Piala Eropa 2016 pekan depan pun berusaha menguatkan mental bermain timnya demi mendapatkan gelar di Piala Eropa. Raheem Sterling, menjadi salah satu pemain yang dipaksa berlatih mental oleh pelatih kesebelasan nasional Inggris, Roy Hodgson.

Hodgson beralasan bahwa Sterling perlu memiliki cara pandang yang positif dan mental bertanding yang lebih baik pada Piala Eropa. Ia pun memberi tanggung jawab perbaikan mental Sterling pada dr. Steve Peters, psikiater yang pernah menangani Liverpool.

Konsultasi Sterling dengan Peters pada akhirnya memberikan imbas positif bagi pemain Manchester City ini. Ia bahkan merasa, moralnya meningkat meski sesi konseling yang ia jalani baru berjalan sebentar.

“Dia (Peters) membuat saya benar-benar memiliki kepercayaan diri jelang Piala Eropa. Selain itu, mental saya juga semakin terasa kuat,” ucap Sterling kepada Telegraph, Minggu (29/5) malam. “Dia membantu saya memiliki semangat untuk berada di kesebelasan nasional.”

“Dia mengatakan kepada saya bahwa mental adalah kunci untuk berada di sini. Dia juga berupaya membuat saya tidak memikirkan hal-hal lain dan hanya fokus ke sepakbola,” tambahnya.

Sesi konseling yang dilakukan oleh Peters tampaknya berjalan sempurna terhadap mental bertanding Sterling yang kini ia rasa menurun, karena ia tidak banyak mendapatkan menit bermain di akhir musim karena kalah bersaing dengan Jesus Navas.

***

Keberhasilan sesi yang dilakukan Peters untuk memperbaiki mental bertanding Sterling membuktikan bahwa kondisi psikis juga penting terhadap olahragawan. Semakin membaiknya kondisi Sterling sekaligus membuktikan bagaimana pengaruh Peters terhadap olahragawan.

Seperti yang diketahui, Peters adalah salah satu psikolog terkenal di Inggris. Ia dikenal sebagai salah satu psikolog yang memiliki pengaruh besar terhadap olahragawan-olahragawan Inggris.

Nama-nama seperti peraih medali emas Olympiade, Chris Hoy dan Victoria Pendleton, juara dunia biliar snooker lima kali, Ronnie O`Sullivan, dan Liverpool pada musim 2013/2014, pernah ia tangani dan hampir semuanya menorehkan prestasi besar.

Sebenarnya apa yang Peters kerjakan?

Sebagai seorang psikolog, Peters bertugas untuk mengubah cara pandang kliennya, utamanya olahragawan, untuk menghilangkan pemikiran-pemikiran negatif dalam salah satu bagian dari otak mereka, yang ia sebut dengan nama “chimp”. Chimp sendiri adalah salah satu bagian dari otak yang bertugas untuk mengklasifikasikan insting dan emosi, memberikan keputusan cepat akan sesuatu, dan hitam putih suatu obyek.

“Hal tersebut lah yang kerap orang memiliki pandangan negatif karena belum tentu semua hal bisa dinilai sedemikian cepat atau hanya dalam dua bentuk: benar dan salah, karena ada hal yang bisa saja masih berupa abu-abu,” ujar Peters.

“Namun, di sisi lain, kita juga memerlukan chimp karena mereka juga adalah salah satu hal yang membuat kita mampu berpikir cepat. Di sini lah saya bekerja, mengupayakan agar chimp ini menjadi suatu hal yang menguntungkan dan tidak membiarkan hal-hal buruk yang chimp ingin kita perbuat tidak terjadi.”

Bagi Peters, pesepakbola adalah suatu jenis profesi yang begitu membutuhkan chimp. Namun, tidak semua yang chimp gambarkan sesuai dengan hal terbaik yang mungkin saja bisa terjadi.

“Pada dasarnya kita melihat segala sesuatu dari sisi psikologis. Baik itu pandangan mengenai siapa diri kita maupun lawan kita. Nah, chimp ini seringkali membuat kita berpikir under pressure. Merasa lemah atau pandangan buruk lainnya. Oleh karena itu kita harus mengatur bagaimana chimp ini tidak memberikan sugesti yang sedemikian rupa,” ujarnya.

Upaya-upaya Peters untuk mengubah kliennya dengan menyingkirkan sugesti negatif pun berubah menjadi positif. Namanya semakin dikenal karena kebanyakan kliennya adalah sosok-sosok bernama besar.

Meski demikian, Peters mengakui bahwa upayanya ini bukan tanpa halangan. Kesebelasan nasional Inggris pada 1990 menjadi salah satu persoalannya.

“Banyak orang berkata bahwa berapa lama metode ini akan berhasil? Saya jawab: Ini tergantung dengan bagaimana Anda menanggapi suatu permasalahan,” ujarnya, “Tidak hanya itu, banyak olahragawan yang berkata bahwa mereka tidak ingin kembali memiliki pandangan negatif. Hal itu adalah suatu permintaan yang bodoh, karena otak memang diarahkan untuk berpikir mengenai kecemasan.

***

Apa yang dilakukan oleh Peters memang begitu menggambarkan bahwa hal seperti mentalitas bermain begitu diagung-agungkan oleh pelaku sepakbola Eropa. Kini, jabatan psikiater pun bukan hal yang aneh di sepakbola karena tugas mereka begitu penting: mengupayakan yang terbaik bagi pemain demi mendapatkan hasil yang diinginkan.

sumber foto: wikipedia

ed: fva

Komentar