Jacksen F. Tiago, Soal Timnas Indonesia dan Piala AFF 2016

Cerita

by Aun Rahman 31428

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Jacksen F. Tiago, Soal Timnas Indonesia dan Piala AFF 2016

“Soal pelatih sedang dibicarakan, tapi sepertinya pelatih yang pernah menangani Piala AFF, Alfred Riedl. Pokoknya pakai pelatih asing. Kami tidak mau lagi kalah dari Timor Leste atau Singapura yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari warga Indonesia.”

Itulah pernyataan dari Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi yang merupakan pimpinan dari kelompok 85, yang beranggotakan 92 pemilik suara di kongres PSSI. Melalui Letjen Edy, mereka mengungkapkan sosok yang paling tepat untuk menangani Timnas Indonesia, di samping agenda utama kelompok 85 adalah mendesak PSSI agar segera melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB).

Pernyataan tersebut dibuat sebagai tanggapan atas pengumuman dari PSSI terkait pembentukan tim panelis untuk menyeleksi pelatih tim nasional sebagai persiapan Piala AFF 2016 yang digelar November mendatang. Dan nama pelatih baru akan diumumkan dalam beberapa Minggu ke depan.

Berdasarkan komentar dari Lejten Edy, nama Alfred Riedl jelas menjadi yang terfavorit untuk menangani Timnas Indonesia. Namun apabila merujuk kategori yang disebutkan bahwa yang menangani Timnas harus lah pelatih asing, maka ada satu nama lain yang punya kemungkinan besar. Ia adalah Jacksen F. Tiago.

Dihubungi oleh penulis via telepon, Jacksen yang kini masih berada di Malaysia karena masih mengurusi masalah perihal kontraknya dengan Penang FA, mengaku siap apabila nantinya ditunjuk sebagai pelatih Timnas. Dalam kesempatan itu ia juga memberikan klarifikasi bahwa dirinya kini masih terikat kontrak panjang dengan klub asal Malaysia tersebut.

“Saya masih berada di Malaysia. Saya masih menunggu terkait keputusan dari pihak manajemen tentang masa depan saya. Apakah kerjasama antara saya dan Penang diteruskan atau tidak. Pembicaraan nanti juga terkait apakah saya pergi ke tempat lain termasuk Timnas (Indonesia).”

“Kalau ditanya apa saya ditanya siap atau tidak, ya tentu saja siap. Ada pekerjaan yang belum selesai ketika saya melatih Indonesia di tahun 2013. Apa yang sedang saya bangun terhenti di tengah jalan. Apalagi bagi saya Indonesia adalah rumah kedua. Istri dan anak saya juga sekarang tinggal di Surabaya,” ujar Jacksen.

Lebih lanjut Jacksen berujar bahwa apabila target juara yang diusung pada Piala AFF 2016 nanti adalah sesuatu yang sulit. Namun ia berujar bahwa Piala AFF yang akan digelar pada bulan November nanti adalah ajang pembuktian bagi Indonesia di pentas internasional. Bahwa meskipun sempat terkena sanksi dari FIFA, hal tersebut tidak menyurutkan prestasi Timnas Indonesia.

“Target tersebut (juara Piala AFF) adalah sesuatu yang sulit dicapai. Tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Sekali lagi saya tegaskan, itu adalah target yang sulit tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Apalagi kita baru saja selesai dari banned yang diberikan FIFA. Tidak ada kompetisi rutin yang nantinya bisa menjadi bentukan untuk Timnas.”

“Tapi saya pikir ini (bermain di Piala AFF) sangat bagus buat Timnas. Kita bisa buktikan nanti bahwa itu (sanksi FIFA) tidak akan menyurutkan prestasi. Ini menjadi sebuah pembuktian bagi para pemain-pemain Timnas. Bahwa pengorbanan mereka selama 2 tahun (1 tahun, red) ketika disanksi FIFA akan memberikan hasil terbaik (juara Piala AFF).”

Ketika ditanya apakah ia sudah punya gambaran terkait siapa saja yang akan ia panggil apabila nantinya ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia, begini jawaban Jacksen.

“Saya rasa tidak etis apabila sekarang saya sebut pemain a, pemain b, pemain c. Saya memang punya rencana besar terkait Timnas. Saya juga selalu memperhatikan pemain-pemain yang kemungkinan akan saya bawa ke Timnas.”

“Saya masih perhatikan semuanya. Saya juga perhatikan beberapa pemain yang bermain di Malaysia. Andik misalnya, perkembangan dia di sini luar biasa. Yang bermain di divisi dua juga bagus (Dedi Kusnandar). Evan Dimas sebenarnya mengalami penurunan. Maksud saya, bukan soal kemampuan bermain. Penurunan Evan lebih disebabkan oleh permasalahan-permasalahan yang terjadi sekarang ini.”

“Yang pasti (apabila terpilih), saya akan bawa pemain yang mau berjuang untuk Timnas. Para pemain yang mau bekerja keras. Apalagi menurut saya bermain untuk Timnas itu seperti membela negara di medan perang, juga bagian dari nasionalisme. Istilahnya saya akan pilih pemain yang mau berjuang sampai ibaratnya mandi darah di lapangan agar tim bisa mendapatkan hasil terbaik.”

Lebih lanjut, Jacksen juga mengutarakan bahwa ia masih memberikan perhatian besar untuk sepakbola Indonesia meskipun berkarier di negeri tetangga. Ia berpendapat bahwa poros kekuatan sepakbola Indonesia kini lebih merata.

"Saya masih terus perhatikan sepakbola Indonesia. Saya pikir karena sanksi dan kompetisi rutin yang sempat terhenti, banyak pemain yang keluar dan pindah. Saya pikir ini membuat kekuatan sepakbola Indonesia jadi lebih merata.”

“Sekarang ini yang menjadi kekuatan bukan saja Persipura Jayapura, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC. Ada banyak kekuatan-kekuatan lain yang muncul. Misalnya PBFC, Mitra Kukar, dan Bali United. Apalagi Bali United saya pikir punya banyak gelandang-gelandang yang bagus,” pungkas Jacksen mengakhiri obrolan.

***

Baca juga :

Skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016 Versi Panditfootball

Terkait pelatih Timnas Indonesia jelas masih menjadi misteri, hingga nanti PSSI benar-benar secara resmi mengumumkan nama siapa sosok yang akan menangani Timnas Indonesia terutama untuk ajang terdekat yaitu Piala AFF.

Namun berdasarkan pernyataan yang dibuatnya, tentang pemain pekerja keras, tentang Evan Dimas, dan juga tentang klub-klub yang menjadi kekuatan baru di sepakbola Indonesia, ini seakan menyiratkan bahwa Jacksen kemungkinan besar akan menyusun kekuatan yang berisikan para pemain-pemain muda.

Jadi bagaimana menurut Anda? Alfred Riedl atau Jacksen F. Tiago untuk Timnas Indonesia?

foto : persipuramania.com

Komentar