Ancaman Mundur PBFC dari ISC dan Teka-teki Di Balik Komisi Disiplin ISC 2016

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Ancaman Mundur PBFC dari ISC dan Teka-teki Di Balik Komisi Disiplin ISC 2016

Baru berjalan dua pekan, Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 sudah memunculkan banyak kontroversi. Banyak cerita yang muncul dari dalam dan luar lapangan. Baru-baru ini, PT Gelora Trisula Semesta (GTS), selaku operator kompetisi, melalui komisi disiplin merilis daftar denda bagi para pelaku pelanggaran regulasi.

Berikut daftar penerima denda dan hukuman ISC 2016, setidaknya ada 12 subjek yang kemudian menerima hukuman dari komisi disiplin.

Terhukum : Arema Cronus (Klub)
Kompetisi : ISC A
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton – flare (Pasal 60 dan Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Terhukum : Persela Lamongan (Klub)
Kompetisi : ISC A
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton – flare (Pasal 60 dan Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Terhukum : Semen Padang (Klub)
Kompetisi : ISC A
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton – flare (Pasal 60 dan Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Terhukum : Barito Putera (Klub)
Kompetisi : ISC A
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton – flare (Pasal 60 dan Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Terhukum : Bhayangkara Surabaya United (Klub)
Kompetisi : ISC A
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton – flare (Pasal 60 dan Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Terhukum : Persib Bandung (Klub)
Kompetisi : ISC A
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton – laser (Pasal 60 dan Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Terhukum : Bali United (Klub)
Kompetisi : ISC A
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton - pelemparan (Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Peringatan Keras

Terhukum: Nabil Husein Said Amin (Owner Pusamania Borneo FC)
Kompetisi: ISC A
Pelanggaran: Menghasut kebencian, provokasi terhadap publik dan ancaman terhadap perangkat pertandingan (Pasal 47, 48, dan 53 Kode Disiplin ISC)
Hukuman: Denda sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan larangan mendampingi tim Pusamania Borneo FC sebanyak 2 pertandingan

Terhukum : Persis Solo (Klub)
Kompetisi : ISC B
Pelanggaran : Tanggung jawab tingkah laku penonton – flare (Pasal 60 dan Pasal 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Terhukum: Persipur Purwodadi (klub)
Kompetisi: ISC B
Pelanggaran: Tanggung jawab tingkah laku penonton - flare (Pasal 60 dan 62 Kode Disiplin ISC)
Hukuman : Denda sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)

Terhukum: Laga FC (klub)
Kompetisi: ISC B
Pelanggaran: Tanggung jawab klub dan anggota (Pasal 60 dan 61 Kode Disiplin ISC)
Hukuman: Dinyatakan kalah 3-0 beserta sanksi denda sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)

Ke-12 denda di atas menjadi keputusan yang dikeluarkan oleh komisi disiplin ISC. Sembilan berasal dari ISC-A, tiga sisanya dari ISC-B. Melihat dari pelanggaran-pelanggaran yang dibuat, rata-rata merupakan hukuman terhadap tingkah laku pendukung yang menyalakan flare atau laser. Sementara untuk kasus dari Laga FC yang tidak mampu melaksanakan pertandingan, sebenarnya tim lawan sudah tiba di stadion tempat bertanding, hanya saja surat izin pertandingan tidak keluar dari kepolisian.

Kasus lain yang menarik perhatian tentunya adalah yang melibatkan owner Pusamania Borneo FC (PBFC), Nabil Husein Said Amin. Nabil diharuskan membayar denda sebesar lima puluh juta rupiah dan larangan mendampingi tim sebanyak dua laga. Pria yang masuk sebagai nominator penghargaan pebisnis terbaik Indonesia tahun 2014 tersebut didakwa karena melakukan protes keras kepada perangkat pertandingan di pertandingan perdana PBFC melawan Bali United, 1 Mei lalu.

Menjadi menarik karena Nabil mengancam kesebelasan miliknya akan mundur dari kompetisi karena ketidakjelasan terkait hukuman ini. Pria berusia 25 tahun ini juga menambahkan bahwa keberadaan dari komisi disiplin sendiri belum sepenuhnya jelas. Terlebih lagi peraturan mengenai ISC secara keseluruhan belum banyak diketahui oleh tim-tim peserta.

“Main langsung denda saja.. tapi tim peserta tidak ada yang sepenuhnya tahu terkait kode disiplin dan lain-lain,” ujar Nabil ketika dihubungi lewat telepon oleh penulis. “Mengenai kode disiplin belum sepenuhnya semua tim tahu akan hal tersebut. Tidak ada sosialisasi sebelumnya terkait kode disiplin seperti ini.”

“Masalahnya juga kemudian tidak ada yang tahu siapa komdis (komisi disiplin)-nya, siapa saja anggotanya, kapan sidang terkait hukuman juga tidak ada yang tahu. Ini tiba-tiba keluar surat keputusan hukuman,” lanjut Nabil.

Nabil juga menambahkan alasan lain dibalik keinginanya untuk menarik mundur kesebelasan miliknya dari ISC adalah terkait subsidi bagi klub yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak operator kompetisi.

“Sudah tidak jelas terkait denda, operator juga belum penuhi komitmen terkait subsidi klub. Kami dijanjikan subsidi akan diberikan tepat setelah kick-off perdana (29 April). Tapi nyatanya sampai saat ini belum turun-turun. Biar ini (PBFC) adalah klub masih baru, tapi sorry kita bukan tim yang bisa dipermainkan seperti itu. Makanya saya ancam mundur.”

Baca Juga :

Lima Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang ISC 2016

Subsidi untuk Klub dan Salary Cap ISC 2016 Bukan Jaminan Liga yang Lebih Profesional?

Kemudian menjadi sebuah pertanyaan apakah memang kode disiplin ‘belum tersosialisasikan’ kepada seluruh peserta ISC, seperti yang dikatakan oleh Nabil. Pasalnya, bukankah PT GTS dan para tim peserta sudah melakukan lokakarya terkait berjalannya kompetisi pada pertengahan bulan April lalu?

Sementara itu, terkait keputusan mundur dari ISC, Nabil masih akan meninjau usai pertandingan melawan Persiba Balikpapan. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan PBFC mundur dari ISC andai hukuman yang diberikan komdis padanya tidak dicabut.

foto : indonesiasc.com

Komentar