Empat Pemain Korea Selatan Terbaik yang Pernah Merumput di Klub Indonesia

Cerita

by Aun Rahman 28888

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Empat Pemain Korea Selatan Terbaik yang Pernah Merumput di Klub Indonesia

Penggunaan pemain asing asal Asia akan kembali hadir di pentas sepakbola Indonesia. Untuk gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) mendatang, promotor kompetisi, PT Gelora Trisula Semesta (GTS), menambah jumlah kuota pemain asing menjadi empat pemain. Hitungan sederhananya adalah tiga pemain asing non-Asia, ditambah satu pemain asing Asia.

Sejak era David Lee sebagai pemain asing asal Asia pertama yang bermain di sepakbola Indonesia di era Galatama, setelahnya terus bermunculan pemain-pemain asing asal Asia. Termasuk ketika muncul regulasi lima pemain asing dengan komposisi 3 pemain asing non-Asia ditambah dua pemain asing Asia, pada masa-masa awal Liga Super.

Tidak tanggung-tanggung banyak pemain yang berasal dari Timur Tengah hingga ke Timur Jauh, semuanya sudah pernah mencicipi atmosfer sepakbola Indonesia. Termasuk dari Negeri Kanguru, Australia, bertepatan ketika mereka menjadi bagian dari federasi sepakbola Asia, AFC, pada tahun 2006.

Namun di antara para pemain asing asal Asia tersebut, tidak ada yang lebih berkontribusi besar dibanding para pemain asal Korea Selatan. Mereka selalu menjadi pilihan dibandingkan pemain yang berasal dari negara lain. Setidaknya dari awal Liga Super hingga tahun 2013, di mana kuota pemain asing dikembalikan menjadi tiga pemain, ada sekitar 14 pemain asal Korea Selatan yang berlaga di sepakbola Indonesia dalam setiap musimnya. Rataan itupun terbanyak dibanding pemain asing Asia lainnya seperti Jepang atau Australia.

Di antara para penggawa asal Negeri Ginseng tersebut, berikut empat terbaik di antaranya :

Lim Jun-Sik

Produk akademi Chunnam Dragons ini pertama kali bermain di Indonesia untuk klub Sriwijaya FC. Ia hijrah ke Indonesia setelah kontraknya habis bersama Ulsan Dolphin’s, klub level ketiga kompetisi sepakbola Korea Selatan.


Bermain sebaga gelandang bertahan, Lim terkenal sebagai pemain yang sangat tangguh ketika menghalau serangan lawan. Prestasi terbaik Lim adalah ketika membawa Sriwijaya FC menjadi kampiun Liga Super pada tahun 2012. Musim berikutnya, ia pun membawa Persipura Jayapura juara.

Park Jung-Hwan

Penyerang kelahiran Seoul ini langsung bersinar ketika pertama kali tiba di Indonesia. Park berhasil membawa Persiba Balikpapan menjadi peringkat ketiga Liga Super Indonesia tahun 2010. Ia juga ambil bagian dalam laga Perang Bintang yang mempertemukan tim juara Arema berhadapan dengan tim All Star ISL. Dalam laga terebut Park mencetak satu gol yang cukup bagus.



Selepas dari Persiba, Park kemudian sempat mengalami masa pinjaman di PSM Makassar hingga kemudian ia hijrah ke Sriwijaya FC. Klub berjuluk Elang Sriwijaya tersebut merupakan klub terakhir Park di Indonesia. Semusim berselang ia kembali ke tanah airnya, Korea Selatan.

Pada tahun 2012 sempat muncul hoax, terkait kabar kematian dari Park Jung-Hwan. Kabar tersebut kemudian segera dibantah. Hamka Hamzah mengaku masih berkomunikasi secara intens dengan Park.


Akun twitter Hamka Hamzah yang memberikan konfirmasi terkait kabar bohon mengenai kematian Park Jung-Hwan

Yu Hyun-Koo

Yu Hun-Koo menjadi gelandang bertahan idaman banyak pelatih. Kokoh, andal dalam perebutan bola dan operan akurat. Yu Hyun-Koo menjadi salah satu gelandang asing terbaik yang pernah bermain untuk sepakbola Indonesia. Dengan pengalamannya yang sempat berseragam kesebelasan besar Korea Selatan seperti Pohang Steelers dan Jeju United, membuat Yu memiliki keistimewaan tersendiri.

Yu lebih banyak menghabiskan kariernya di pulau Sumatera. Sriwijaya FC dan Semen Padang menjadi klub yang pernah diperkuat oleh pemain kelahiran 25 Januari 1983 ini. Ia menjadi bagian dari skuat Semen Padang yang berhasil meraih gelar juara Liga Primer Indonesia pada tahun 2012.

Sempat ada friksi antara Yu dengan pemain asal Korea Selatan lain, Lim Jun-Sik. Penyebabnya adalah ketika Yu hendak bergabung dengan Sriwijaya FC pada tahun 2015 lalu, banyak pihak melakukan komparasi antara ia dengan Lim. Hal ini sempat membuat Yu cukup kesal atas tindakan tersebut.

Yoo Jae-Hoon

Pemain asing tersukses dalam kancah sepakbola Indonesia untuk posisi kiper. Yoo Jae-Hoon sudah mengoleksi dua gelar Liga Super Indonesia dalam waktu enam tahun masa bermainnya di kancah sepakbola nasional. Yoo mendarat di tanah air pada tahun 2010 dan bermain untuk Persipura Jayapura.


Hijrah dari Persipura, Yoo kemudian bergabung dengan Bali United. Sempat kembali ke Korea Selatan sebagai buntut dari kekisruhan yang terjadi di sepakbola dalam negeri, Yoo kemudian kembali ke Indonesia dan memperkuat Pusamania Borneo FC.
Per tanggal 31 Maret lalu, Yoo Jae-Hoon resmi kembali ke Persipura. Ia akan kembali berada di bawah mistar gawang klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut untuk gelaran ISC 2016.

***

Selain keempat nama diatas, sebenarnya ada nama-nama penggawa asal Korea Selatan lain yang juga menarik perhatian. Mulai dari Han Sang-Min (Persela), Choi Dong-Soo (Persisam,PSMS), hingga Shin Hyun-Joon (Deltras, PSMS).

Untuk kompetisi ISC A nanti, akan bertambah daftar pemain asal Korea Selatan yang bermain di sepakbola Indonesia. Persija Jakarta dikabarkan akan melakukan seleksi terhadap pemain asal Korea Selatan, yang bahkan katanya pernah memperkuat Timnas negaranya.

Sumber : RSSSF.com, ligaindonesia.com, Soccerway

Komentar