Persib Mencari Kiper Ketiga

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Persib Mencari Kiper Ketiga

Dalam beberapa pekan terakhir, Persib dikabarkan akan mendatangkan pemain baru untuk posisi kiper. Pelatih Persib, Dejan Antonic, merasa kalau stok kiper yang dimiliki oleh Persib saat ini belum memadai.

Hal ini diakui oleh pelatih kiper Persib, Anwar Sanusi, yang ditemui pada sesi latihan Persib, Senin kemarin (15/02). Pria yang akrab disapa 'Away' ini mengatakan bahwa Persib tengah memburu kiper baru.

"Tim masih membutuhkan kiper baru. Karena yang ada sekarang (kiper dari diklat Persib) hanya pelengkap untuk Made Wirawan dan Deden (M. Natsir). Jadi masih mencari, sudah ada beberapa nama tapi saya masih harus komunikasi dengan Dejan."

Namun kemudian muncul sebuah pertanyaan, apakah Dejan memang membutuhkan dua kiper pelapis untuk Made Wirawan?

Sejak hijrah dari Persiba Balikpapan pada 2012, Made selalu menjadi pilihan utama untuk mengawal gawang Persib.  Selalu bermain di mayoritas laga Persib dalam tiga musim kompetisi hingga akhirnya liga dihentikan, Made mencatatkan rasio kemasukan sebesar 1,1 gol per laga.

Kepiawaian Made dalam menjaga gawang adalah dirinya sangat handal dalam melakukan shot stopping atau menghentikan tendangan lawan yang mengarah ke gawangnya. Salah satu aksi Made yang paling diingat Bobotoh adalah ketika ia berhasil menggagalkan eksekusi penalti Nelson Alom dalam adu penalti pada partai final ISL tahun 2014.

Made kini berusia 35 tahun. Seorang kiper memang relatif memiliki karier yang lebih panjang dibandingkan pemain di posisi lain. Bahkan beberapa pemain bisa melewati usia 40 tahun. Namun dengan melihat fenomena yang terjadi kepada Mukti Ali Raja, Kurnia Sandi, dan Hendro Kartiko, tentu lamanya karier seorang kiper di Indonesia juga tidak terlalu lama. Maka bisa jadi yang dicari oleh Dejan bukanlah pelapis untuk Made Wirawan, melainkan pengganti dan juga suksesor jangka panjang kiper kelahiran Gianyar tersebut.

Nama Andritany Ardhiyasa disebut-sebut sebagai calon pemain berikutnya yang akan didaratkan ke Persib Bandung. Dalam beberapa kesempatan baik Dejan maupun pelatih kiper Anwar Sanusi juga membenarkan kabar bahwa Persib saat ini sedang mengincar Andritany.

Namun mendatangkan alumnus Persib U-18 tersebut bisa saja memunculkan sebuah polemik. Bukan hanya permasalahan kedatangan tersebut akan membuat Andritany menyebrang sisi karena sebelumnya memperkuat rival Persib, Persija Jakarta, kedatangan Andritany yang sedang dalam usia produktif yaitu 24 tahun nyatanya akan menimbulkan permasalahan lain.

Tidak mungkin kiper sekelas Andritany yang sudah menjadi kiper utama sebuah tim dan memiliki pengalaman di level kompetisi tertinggi ditambah lagi berada dalam usia produktif hanya akan menjadi pelapis dan penghangat bangku cadangan. Fenomena seperti inilah yang menjadi alasan Shahar Ginanjar yang kemudian hijrah ke Mitra Kukar. Maka yang mesti dicari oleh Dejan adalah kiper berusia muda yang memiliki potensi besar.

Pada laga melawan Bali United, publik Bandung untuk pertama kalinya secara langsung menyaksikan aksi kiper muda tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut, Diky Indriyana. Menjadi sangat spesial karena kiper yang akan berusia 19 tahun pada 4 juni nanti, adalah putra daerah Jawa Barat.

Meskipun masih berusia muda, Diky tidak canggung untuk mengawal gawang Bali United dan harus memberikan komando kepada para pemain belakang yang notabene usianya jauh lebih tua. Sejak memainkan debut profesional di Piala Jenderal Sudirman lalu, Diky semakin hari menunjukan kualitasnya sebagai penjaga gawang masa depan Indonesia.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada eksekusi berteknik tinggi yang diperagakan Aron Muniz da Silva dan kecerdikan Rahmad Hidayat dalam penempatan posisi yang kemudian berhasil mencetak gol untuk Persib, peforma Diky pada pertandingan tersebut bisa dibilang cukup baik.

Dalam beberapa kesempatan ia mampu mementahkan upaya para pemain Persib untuk mencetak angka. Bayangkan apabila ia dikawal lini pertahanan seperti Vladimir Vujovic dan Tony Sucipto yang berpengalaman. Belum berusia 20 tahun dan sudah memiliki pengalaman membela kesebelasan negara menjadi kelebihan yang dimiliki oleh Diky. Ditambah fakta bahwa ia berasal dari Ciamis, yang membuat Diky memiliki nilai tersendiri.

Dalam wawancara via telepon kepada penulis, Diky sendiri menyatakan bahwa ia memang memiliki harapan untuk memperkuat Persib sebagai tim asal tanah kelahirannya, sekaligus menyatakan bahwa ia selalu merindukan suasana Tanah Sunda. Namun ia mengatakan kepulangannya tersebut mungkin tidak dalam waktu dekat ini.

"Senang dan bangga karena bisa main kembali di tanah kelahiran saya, apalagi di stadion bersejarah seperti Siliwangi. Karena lama merantau juga kangen sekali sama suasana seperti ini, udara yang dingin dan logat Sunda. Kalo ditanya mau main di Persib apa nggak, pastinya mau, tapi mungkin nggak sekarang," tutur Diky.

"Karena saya mau fokus ke tim yang saya bela sekarang, mau lebih banyak belajar lagi. Terlebih lagi Persib sekarang sudah punya kiper-kiper hebat dan berkelas, jadi rasanya akan agak sulit buat bersaing. Jadi untuk sekarang saya lebih memilih di sini dulu sambil mengembangkan kemampuan," tambahnya.

Sebagai pelapis Made Wirawan, Persib sebenarnya juga masih memiliki Muhammad Natsir. Pemain yang akrab disapa Deden juga tampil cukup baik pada laga melawan Bali United. Ia berhasil mementahkan tendangan jarak dekat Yabes Roni pada babak kedua. Persib bisa saja tetap memaksakan hanya menggunakan dua penjaga gawang untuk mengarungi kompetisi, karena setahun ke belakang, Deden selalu dipasang sebagai deputi Made Wirawan.

Dua kiper saja rasanya sudah cukup bagi Persib, mengingat jika pun adanya kompetisi jadwal pertandingan tak terlalu padat. Karenanya untuk situasi sekarang ini, selagi Made Wirawan masih bisa terus diandalkan, menjadi waktu yang tepat bagi calon kiper utama Persib di masa yang akan datang seperti Shahar, Andritany, atau Diki Indrayana untuk membuktikan diri di kesebelasan yang mereka bela saat ini. Bahkan bagi Deden yang saat ini menjadi pelapis Made, ia hanya perlu selalu tampil maksimal ketika kesempatan bermain untuknya datang.

Persib sendiri memang selalu memiliki tiga kiper dimulai dari era Cecep Supriyatna, Udin Rafiudin atau Edi Kurnia membela Persib. Namun karena kiper ketiga sangat jarang dimainkan, maka alangkah baiknya jika posisi tersebut diberikan pada pemain muda dari diklat Persib untuk menimba ilmu dari para seniornya saat ini.

Komentar