Terjemahan Wawancara Antonin Panenka, Bagian II: Sepakbola Era Komunis

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Terjemahan Wawancara Antonin Panenka, Bagian II: Sepakbola Era Komunis

Kehidupan pemain sepakbola di era Antonín Panenka jauh berbeda dengan saat ini. Terlebih lagi karena ia hidup di era komunis, di mana pergerakan dan kebebasan sangat terbatas. Namun dibanding kebanyakan orang di era yang sama, Panenka terhitung lebih bebas. Semuanya berkat sepakbola.

Bagian pertama (sebelumnya) dapat di baca di sini

Versi asli wawancara ini, dalam bahasa Inggris, dimuat dalam The Blizzard edisi keenam.

Haring: Berapa banyak uang yang Anda dapatkan dari menjuarai Piala Eropa?

Panenka: 16 ribu koruna (sekitar 530 pound), sementara Jerman mendapat lebih banyak. Namun ini bukan soal uang – nilai olahraga jauh lebih besar.

Haring: Apa kenangan Anda tentang pertandingan final? Kalian unggul 2-0 namun kebobolan dua gol.

Panenka: Kami tahu bahwa di semifinal Jerman juga tertinggal 2-0 namun berhasil lolos. Determinasi adalah tipikal karakter mereka. Kami mempertahankan keunggulan nyaris hingga menit akhir namun kami kebobolan penyeimbang dari sepak pojok yang janggal. Walau demikian itu bagus untuk saya. Tanpanya saya tidak memiliki kesempatan menendang penalti...

Haring: Mengapa kesebelasan Anda sukses di Beograd?

Panenka: Pada dasarnya kesebelasan itu adalah gabungan yang sempurna. Semua pemain mahir memainkan bola namun ada beberapa gaya: petarung, pemain yang sangat cepat seperti Pivarník, motivator seperti Ondruš, pemain teknikal seperti Móder atau saya. Dan penyerang yang sangat bagus – Nehoda bersama Masný. Hal ini tidak terlalu banyak dibicarakan sebelum kejuaraan namun kami meraih serangkaian hasil baik menjelang kejuaraan. Namun karena kami berasal dari Eropa Timur, orang-orang tidak menjagokan kami.

Haring: Selama era Cheskaslovakia, kadang ada masalah antara orang-orang Cheska dan Slovakia dalam kesebelasan. Pelatih harus sangat berhati-hati agar satu kelompok tidak dominan. Namun Anda, Nehoda, Viktor, dan Vesely hanya empat pemain Cheska dalam kesebelasan 76. Mengapa itu bukan masalah?

Panenka: Semangat kesebelasan luar biasa dan atmosfernya juga. Saya ingat bahwa dalam kesebelasan-kesebelasan sebelumnya ada jarak. Saya tidak menganggapnya sebagai masalah namun contohnya, ketika kami makan malam, para pemain Slovakia makan di satu meja, Cheska di meja yang berbeda. Sama halnya dalam persiapan taktikal. Para pemain Slovakia selesai lebih dulu, baru Cheska. Tentu saja ini tidak ideal. Namun dalam kesebelasan kami, itu bukan masalah, kami bersatu dan pujian pantas dialamatkan kepada [kapten kami] Tonda Ondruš, orang yang menyatukan kami. Kami merasa sangat bahagia bersamanya. Dan jangan lupakan pula kami memiliki pelatih yang sangat baik – Václav Ježek dan Jozef Vengloš.

Haring: Setelah memenangi pertandingan final, kebanyakan pemain menerima medali juara dalam seragam Jerman. Apakah Anda bermasalah dengan Komunis saat itu?

Panenka: Lucu bagaimana semua pemain telah bertukar seragam kecuali saya dan orang-orang menyebut saya satu-satunya patriot. Namun alasannya sedikit berbeda. Saya menendang penalti terakhir dan rekan-rekan saya sudah bertukar seragam jadi saya tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Namun setelah perayaan, saya juga bertukar seragam [tertawa].

Haring: Seperti apa kehidupan para pemain sepakbola di era Komunis?

Panenka: Normal. Kami tidak peduli politik. Kami disebut profesional namun satu-satunya keuntungan dari menjadi pemain sepakbola adalah kami tidak harus bekerja. Tentu, kami lebih terkenal sehingga kami tidak perlu mengantre untuk mendapatkan jeruk atau pisang. Kami mendapat lebih banyak uang dari kebanyakan orang namun perbedaannya tidak sebesar sekarang. Tidak bisa dibandingkan.

Haring: Berapa banyak pendapatan Anda saat itu?

Panenka: Saya berusia 30 tahun, memiliki dua orang anak dan mendapat 2.300 koruna (sekitar 80 pound sterling) sebulan. Saya bisa mendapat bonus sekitar 1.200 atau 1.600 koruna dari sepakbola namun hanya jika kami memenangi pertandingan. Jadi secara keseluruhan saya mendapat pemasukan sekitar 4.000 sementara kebanyakan orang mendapat sekitar 2.000 hingga 2.500.

Haring: Salah satu keuntungan terbesar dari menjadi pemain sepakbola adalah peluang bepergian ke luar negeri sementara orang-orang ‘normal’ hanya dapat mengunjungi negara-negara yang berada di blok Sosialis.

Panenka: Saya bepergian ke seluruh dunia karena sepakbola. Kami tidak seterkenal Dukla Praha, contohnya, namun kami juga menerima dua undangan untuk mengunjungi Amerika. Ini momen bersejarah untuk Bohemians: kami adalah kesebelasan Cheska pertama yang bermain di Honduras, Haiti, atau Nikaragua. Ini pengalaman yang luar biasa.

Haring: Perjalanan biasanya berlangsung selama tiga atau empat pekan. Bagaimana rasanya?

Panenka: Saya ingat kami tinggal di sana sepanjang Natal dan Tahun Baru. Itu di Kolombia. Seorang pebisnis Cheska-Amerika mengundang seluruh anggota kesebelasan untuk acara makan malam Natal di kediamannya. Dalam kesebelasan kami ada seorang koki magang dan ia membuatkan sví?ková (sirloin sapi panggang dengan saus krim tradisional) dan kue bola. Kami mempersiapkan kue bola di bak mandi, membawa serta nyaris seekor sapi utuh, dan memasak di halaman rumahnya. Kami belum pernah mengalami Natal seperti itu, dalam suhu 30 derajat.

Haring: Karol Dobias, bekas rekan satu kesebelasan Anda, pernah memberi tahu saya bahwa ketika kesebelasan Cheskaslovakia bepergian ke luar negeri, para pemain membawa serta suvenir kristal dan kaca Cheska terkenal untuk dijual demi tambahan pendapatan.

Panenka: Persoalannya adalah jika kami bepergian ke luar negeri, kami tidak mendapat uang. Jadi jika kami ingin agar perjalanan kami lebih nyaman atau ingin membeli hadiah untuk keluarga kami, kami membawa beberapa hal yang dapat kami jual. Saya ingat di Haiti, kami bertukar karena mereka juga tidak memiliki uang. Jadi kami menukar beberapa kaus, celana pendek, dan seragam latihan untuk artefak kayu buatan tangan yang bagus. Salah satu pemain bahkan mendapat itu dengan menukar perban. Saya juga ingat bahwa sebelum salah satu perjalanan kami membawa chandelier enam lengan kristal namun kami kesulitan membawanya masuk pesawat. Jadi kami harus memecahnya menjadi bagian-bagian kecil. Persoalannya adalah ketika kami ingin menyambungkannya kembali kami tidak dapat melakukannya dengan baik. Kami membuat chandelier lima lengan dan menjualnya dengan bagian cadangan.

Haring: Tidak banyak orang mengalami itu.

Panenka: Perjalanannya sangat menarik. Pernah kami tinggal di kastil, pernah kami tidur di rumah tanpa atap. Saya tidak ingat apakah itu di Martinique atau di Guadaloupe, namun mereka membawa kami ke ‘sekolah alam’ untuk anak-anak dari luar kota. Kita dapat mendengar suara-suara dari rimba; separuh anggota kesebelasan ketakutan. Ada kadal yang berlarian di ruangan kami; kebanyakan dari kami tidak ingin tidur di sana namun kami diberi tahu agar merasa senang karena para kadal memakan laba-laba beracun.

Haring: Anda meninggalkan Bohemians untuk Rapid Vienna ketika Anda berusia 32. Mengapa Anda memilih mereka?

Panenka: Jika kita ingin pergi ke luar negeri, Komunis akan memberi izin jika kita lebih tua dari 32 tahun dan telah bermain dalam lebih dari 50 pertandingan untuk tim nasional. Saya mendapat tawaran dari Belgia namun datangnya dua bulan sebelum ulang tahun saya yang ke-32. Lalu ada tawaran lain dari Spanyol, Swedia, Belgia, dan Austria. Jika saya hanya mempertimbangkan uang, tawaran Spanyol dari Real Murcia adalah yang terbaik. Namun tidak mudah bagi saya pergi ke Spanyol di usia 32, dan bergabung dengan kesebelasan yang sedang berjuang melawan degradasi. Terlalu jauh jika dibandingkan dengan Vienna. Saya mendengar hal-hal baik tentang Rapid dari Frantisek Vesely dan Pepi Bican yang bermain di sana.

Haring: Pada akhirnya pilihan itu terbukti baik.

Panenka: Memang. Tidak ada yang perlu dikeluhkan. Mereka memperlakukan saya seolah saya adalah salah satu dari mereka. Nama saya masih sangat baik di sana, mungkin lebih baik ketimbang di Republik Cheska.

Haring: Anda nyaris berhasil di final Cup-WinnersÂ’ Cup melawan Everton pada 1985. Mengapa gagal?

Panenka: Saya tidak bermain sejak menit pertama karena lutut saya bermasalah. Saya sepakat dengan pelatih untuk bermain di akhir pertandingan jadi saya memainkan setengah jam terakhir. Kami tidak dapat bersaing dengan kesebelasan Everton yang dipenuhi pemain-pemain internasional. Walau kalah 1-3 saya rasa kami meninggalkan kesan yang baik.

Haring: Selain penalti, Anda terkenal karena tendangan bebas. Tahukah Anda berapa banyak gol yang Anda cetak darinya?

Panenka: Saya mencetak lebih dari 70 gol untuk Bohemians dan separuhnya dari bola mati. Sama halnya ketika di Rapid. Utnuk melakukannya diperlukan keahlian namun itu saja tidak cukup. Saya banyak melatihnya di usia antara 15 hingga 19 tahun. Kami dulu bermain sepakbola di jalanan atau di taman, seringnya melawan anak-anak lebih tua yang lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih cepat dari saya. Jadi saya harus menemukan cara untuk bermain dan bergantung kepada skill teknikal. Saya menendang kebanyakan tendangan bebas saya melewati pagar jadi beberapa penjaga gawang berusaha mengejutkan saya dengan tidak membentuk pagar. Tentu saja saya tidak bodoh dan meminta para pemain saya untuk membentuk pagar. Saya melepas tendangan bebas melewati pagar dan selesai perkara [tertawa].

Haring: Sejak pensiun Anda tidak pernah menjadi pelatih utama; hanya sebentar sebagai asisten pelatih. Kenapa?

Panenka: Saya tidak cukup berambisi. Jika kita ingin melakukan sesuatu dengan baik, kita harus memiliki keahlian untuk melakukan itu. Sebagai pelatih utama kita harus berkomunikasi dengan kesebelasan dan harus keras dan banyak menuntut. Saya biasanya lebih ke teman untuk pemain. Dan itu salah untuk pekerjaan ini. Para pemain tidak akan menghargai perlakuan semacam itu.

Haring: Namun Anda tetap dekat dengan sepakbola dan beberapa tahun lalu Anda membantu pendukung untuk menyelamatkan Bohemians yang nyaris lenyap.

Panenka: Bohemians bangkrut dan mereka meminta saya bergabung dengan proyek pendukung yang telah memutuskan untuk menyelamatkan kesebelasan mereka. Saya seorang Bohemka yang bahagia dan masih hidup walau ada beberapa masalah besar.

Haring: Anda presiden kehormatan. Apa tugas Anda?

Panenka: Tugas saya lebih representatif ketimbang eksekutif. Saya mengawasi hubungan antara rekanan kesebelasan, sponsor, dan media, berusaha meningkatkan citra kesebelasan. Ada kata yang bagus untuk ini dalam bahasa Inggris: ambassador. Seseorang seperti Sir Bobby Charlton untuk Manchester United atau Eusébio untuk Benfica.

Haring: Selain penalti, Anda terkenal untuk kumis Anda. Pernahkan Anda memangkasnya?

Panenka: Tidak pernah. Saya menunggu tawaran dan jika seseorang memberi saya satu juta, saya siap memangkasnya segera [tertawa].

Komentar