Waktunya Move On dari Sir Alex Ferguson

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Waktunya Move On dari Sir Alex Ferguson

Tepat pada akhir tahun 2015 lalu, Sir Alex Ferguson merayakan ulang tahunnya yang ke-74. Dan bila membicarakan sosok manajer asal Skotlandia ini, tentunya kita tidak bisa melepaskan fakta bahwa Manchester United ada dalam masa tersukses mereka, ketika berada dibawah arahan Sir Alex.

Tidak perlu berlama-lama menjabarkan 26 tahun kesuksesan Sir Alex di Manchester United. Dari perolehan 13 gelar Liga Inggris saja, kita sudah tahu kesuksesan yang dibuat Sir Alex di klub asal barat daya Inggris tersebut. Dan perlahan tapi pasti  Sir Alex metransformasi tim yang dipenuhi oleh pemabuk hampir karam menjelang tahun 90-an menjadi penguasa Liga Inggris lebih dari dua dekade, setidaknya hal tersebut terus tejadi sampai hingga tahun lalu.

Sejak tahta Old Trafford diwariskan kepada David Moyes, kemudian dialihkan sementara kepada Ryan Giggs, hingga kini "Setan Merah" – julukan Manchester United berada dibawah kendali Louis van Gaal. Ada sensasi berbeda yang dirasakan apabila kata Manchester United muncul di cakrawala.

Termasuk melihat performa boring-boring Manchester United pada musim ini, ada yang tak biasa ketika menyaksikan "Setan Merah" berlaga dalam dua tahun terakhir. Banyak pihak menyebutkan bahwa fear factor yang dimiliki United seakan hilang tak membekas, lawan-lawan yang dihadapi  tidak lagi terlalu segan ketika berhadapan dengan mereka.

Belum lagi masalah di luar lapangan, seperti contohnya adalah mengenai jual beli pemain. Meskipun di era Sir Alex memang ada beberpa pemain yang  flop, tetapi setidaknya mereka-mereka diberikan kesempatan untuk membuktikan diri.

Bahkan pemain seperti Kleberson, yang disebut sebagai salah satu transfer terburuk Ferguson, sempat memperkuat United selama dua musim lamanya. Bandingkan dengan pemain yang datang pasca masa kepelatihan Sir Alex, tampil tidak memuaskan langsung dipersilahkan angkat kaki dari Old Trafford. Korban teranyar adalah Angel Di Maria dan Victor Valdes.

Dari sisi prestasi lebih mengerikan lagi, selepas Sir Alex menjabat, United tidak pernah lagi meraih gelar. Oke, satu gelar Community Shield berhasil diraih David Moyes di masa-masa awalnya memanajeri "Setan Merah". Namun, tidak ada major throphy yang diraih oleh "Setan Merah" dalam kurun dua tahun terakhir.

Semua hal yang terjadi jelas adalah sesuatu hal yang baru untuk kebanyakan pendukung setia Manchester United. Terbiasa menjadi pesaing gelar juara dalam setiap musim, kini mereka harus terbiasa melihat tim kesayang mereka susah payah bahkan hanya untuk merangsek ke posisi empat besar klasemen.

Terbiasa memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk memenangkan pertandingan. Kini, para pendukung Manchester United selalu was-was ketika timnya bertanding, bahkan beberapa mungkin ada yang berharap lebih baik meraih hasil imbang dibandingkan harus menelan kekalahan di ujung hari.

Bermain di ajang Liga Champions dalam setiap musimnya, kini para pendukung "Setan Merah" harus membiasakan diri bahwa timnya bisa saja berlaga di kasta kedua Europa League. Atau lebih mengenaskan lagi mereka harus menyiapkan mental apabila pada akhir musim United tidak berhasil mendapatkan tiket untuk berlaga di kompetisi Eropa.

Seperti kata pepatah bahwa kehidupan itu seperti roda yang berputar, kadang ada di puncak kadang harus terjerembab di dasar.  Kini pendukung United jadi lebih sering membanggakan kejayaan masa lalu dan lebih mendapati kenyataan bahwa klub kesayangan mereka termasuk tim yang jor-joran di bursa transfer. Suatu hal yang pada masa lalu adalah sebuah bahan sindiran terhadap rival-rival "Setan Merah".

Tentu dengan keadaan yang sekarang seharusnya yang dilakukan adalah menatap ke depan. Mulai dari sesama manajer seperti Jose Mourinho hingga Arsene Wenger hingga para pemain-pemain legendaris "Setan Merah" berpendapat bahwa apa yang diraih oleh Sir Alex akan sulit disamai oleh orang lain. Bahkan Gary Neville secara eksplisit menyerukan opininya bahwa fans Setan Merah harus move on dari Sir Alex.

Dan karena roda sedang berputar dan saat ini sedang kenyataanya Manchester United sedang dalam posisi yang tidak menguntungkan. Bisa jadi di masa mendatang akan ada waktu dimana bendera merah beraksen putih akan kembali berkibar di udara, entah dalam waktu dekat ini atau bahkan harus menunggu waktu yang sangat lama.

Tetapi pada akhirnya mau bagaimana lagi? Sebuah memori indah akan selalu tersimpan dan membekas dalam ingatan. Seperti dalam bait terakhir lagu Mantan Terindah karya musisi Yovie Widianto.

Yang kau buat sungguhlah indah... buat diriku susah lupa

Foto : Daily Mail

Komentar