Momen-Momen Terbaik di Sepakbola Tahun 2015

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Momen-Momen Terbaik di Sepakbola Tahun 2015

Tahun 2015 sebentar lagi berganti, tapi ada banyak momen di sepakbola yang tak lekas pergi; dari ingatan, dari memori. Cerita-cerita itu bermula dari kompetisi liga yang terhenti, lima gol Robert Lewandowski, sampai rekor gol Jamie Vardy.

Berikut kami rangkum beberapa momen yang menurut kami merupakan yang terbaik sepanjang 2015.

Juara Kompetisi Antarnegara Afrika dan Asia

Buat sejumlah kesebelasan Eropa, awal tahun ganjil bisa berarti bencana. Pasalnya, Piala Afrika selalu digelar pada awal tahun ganjil. Pun dengan Piala Asia yang dihelat empat tahun sekali yang digelar pada awal tahun.

Dari Afrika, Pantai Gading berhasil merengkuh gelar juara untuk yang ketiga kalinya. Di partai final, Wilfried Bony dan kolega mengandaskan perlawanan Ghana yang digawangi Andre Ayew dan Jordan Ayew tersebut.

Hasil ini merupakan capaian buruk buat Ghana yang selama lima penyelenggaraan terakhir, atau pada 2008, selalu melenggang hingga babak semifinal. Ghana pun berhasil masuk final pada 2010 dan 2015. Sementara itu, ada kejutan di mana Republik Demokratik Kongo dan Equatorial Guinea berhasil melenggang hingga babak semifinal.

Di Asia, atau tepatnya di benua Australia, persaingan ketat tersaji antara dua kubu kekuatan sepakbola di Asia Barat dan Asia Timur. Kedua kubu pun sama-sama mengirimkan empat wakil hingga babak perempat final. Kedigdayaan Asia Barat pun runtuh setelah Korea Selatan bertemu dengan tuan rumah Australia di partai final.

Di final, Australia berhasil menang 2-1 lewat gol di babak perpanjangan waktu. Hasil ini membuat Australia merengkuh gelar Asia pertama mereka. Bagi Korea Selatan, hasil ini menambah panjang daftar kegagalan mereka di Piala Asia. Pada dua penyelenggaraan sebelumnya, Korea Selatan hanya menempati peringkat ketiga.

Menpora Membekukan PSSI

Pada Februari, Tim Sembilan bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), mengeluarkan rekomendasi agar Liga Indonesia ditunda hingga persyaratan pokok bisa dipenuhi.

Baca juga editorial yang ditulis Zen RS tentang PSSI yang harus ditantang pihak luar.

Lalu, pada 1 April, BOPI pun mengeluarkan rekomendasi izin pertadingan untuk 16 kesebelasan di luar Arema Cronus dan Persebaya karena sengketa kepengurusan. Meskipun demikian, operator kompetisi, PT Liga Indonesia tetap memaksakan menggelar pertandingan dengan menyertakan Arema dan Persebaya.

Kemenpora pun memberikan surat teguran yang tak direspons oleh PSSI. Atas itu pula, Menpora Imam Nahrawi menerbitkan surat pembekuan PSSI pada 18 April. Surat pembekuan tersebut direspons dengan gugatan PSSI ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

Pada 2 Mei, setelah melalui rapat komite eksekutif, PSSI pun memutuskan untuk menghentikan seluruh pertandingan liga. Pada akhir Mei, FIFA lewat rapat komite eksekutif menjatuhkan sanksi larangan bertanding bagi timnas Indonesia di ajang internasional. FIFA menganggap Kemenpora telah mencampuri urusan PSSI.

Kompetisi sepakbola di Indonesia pun vakum. Namun, sejumlah pihak berupaya menggulirkan kembali pertandingan dalam format turnamen. Kemenpora menyelenggarakan Piala Kemerdekaan yang diikuti oleh kesebelasan Divisi Utama. Sementara itu, Mahaka menjadi promotor Piala Presiden yang dimenangi Persib Bandunng. Saat ini, tengah berlangsung pula Piala Jenderal Sudirman yang diinisiasi oleh TNI.

Hingga saat ini masih belum jelas apa langkah selanjutnya dari PSSI ataupun Menpora. November lalu, perwakilan FIFA datang ke Indonesia untuk menemui pemangku kebijakan dan pelaku sepakbola di Indonesia.

Barcelona Raih Treble Winner Kedua

Barcelona menjadi kesebelasan pertama yang dua kali meraih treble winner. Capaian ini diraih usai mereka mengalahkan Juventus dalam partai final Liga Champions musim 2014/2015.

Hasil yang diraih Barcelona seolah menjadi tonggak setelah dalam beberapa musim sebelumnya mereka sempat terpuruk, terutama setelah ditinggalkan Pep Guardiola. Capaian ini pun menghadirkan kembali harapan Barcelona di tangan Luis Enrique. Malah, banyak yang bilang kalau Barcelona di bawah Luis Enrique, justru jauh lebih kuat ketimbang Barca di bawah Pep Guardiola.

Hal ini terlihat dari statistik capaian keduanya dalam semusim. Enrique memiliki presentase kemenangan 83 persen, sementara Pep 67 persen. Jumlah gol yang disarangkan pun masih unggul Enrique dengan 175 gol ketimbang Pep 158 gol.

Kalau ada yang beranggapan Barcelona di zaman Enrique tidak punya lawan, hal tersebut jelas salah. Pada musim 2014/2015, Barcelona meraih 94 poin yang berjarak dua poin dengan Real Madrid. Bandingkan dengan masa Pep yang berjarak sembilan poin dengan Real Madrid meski hanya meraih 87 poin.

Saat ini, peluang Barcelona untuk kembali meraih treble masih terbuka. Saat ini, El Barca ada di peringkat pertama di La Liga dengan 35 poin. Meski memiliki poin yang sama dengan Atletico Madrid, tapi Barca masih unggul satu pertandingan. Sementara itu di Copa del Rey, Barcelona akan menghadapi Espanyol pada 6 Januari mendatang di babak 16 besar. Di Liga Champions, Barcelona berhasil lolos dari babak grup dan akan menghadapi Arsenal di babak 16 besar.

Rekor Gol Lewandowski

Robert Lewandowski memang baru bergabung bersama Bayern Munich pada musim lalu. Pada musim pertamanya, Lewandowski tidak hebat-hebat amat. Ia tidak bisa menyamai torehan di atas 20 golnya untuk Borussia Dortmund dalam satu musim. Namun, pada musim ini, capaian 17 golnya musim lalu hampir terlewati. Sepanjang 16 pertandingan di liga, ia telah berhasil mencetak 15 gol.

Pada pertengahan September lalu, Lewandowski memberikan standar yang benar-benar tinggi buat penyerang masa kini. Ia mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Memang, akan ada sejumlah penyerang lain yang mencetak gol dalam jumlah yang sama. Tapi siapa yang bisa mencetak gol dalam tempo waktu sembilan menit?

Awal Desember silam, Lewandowski pun mendapatkan empat penghargaan sekaligus dari Guiness Book World of Record. Empat penghargaan tersebut antara lain pencetak hattrick tercepat, quatrick tercepat, lima gol tercepat, dan pemain cadangan terbanyak yang mencetak gol. Semua penghargaan tersebut diraih di level Bundesliga.

Catatan ini amat sulit untuk dipecahkan siapapun di level kompetisi apapun. Lewandowski mencetak hattrick dalam waktu tiga menit 21 detik! Rekor ini mengalahkan hattrick Michael Tonnies untuk MSV Duisburg dalam waktu enam menit.

Apa Momen Sepakbola Terbaik Anda?

Empat momen di atas hanyalah sekian dari banyak momen besar pada tahun 2015. Di tingkat lokal, publik Bandung tentu amat berbahagia dengan kemenangan Persib Bandung di Piala Presiden yang babak finalnya digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Sementara itu, publik sepakbola dunia tengah berbahagia karena bobroknya rezim Sepp Blatter di FIFA sudah mulai terlihat dan telah ada sanksi yang menanti. Karena kalau federasinya saja bobrok, bagaimana bisa kita membangun sepakbola yang sehat?

Lantas, momen sepakbola terbaik apa buat Anda di 2015?

foto: espnfc.com

Komentar