Menjadi Kiper Eksentrik ala Marwin Hitz

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Menjadi Kiper Eksentrik ala Marwin Hitz

Seorang kiper memiliki caranya masing-masing agar gawangnya tidak kemasukan. Apalagi dalam momen krusial seperti tendangan penalti. Dalam momen ini biasanya seorang kiper akan melakukan sebuah permainan psikologis agar bisa menganggu konsentrasi penendang sehingga gagal mencetak gol dari titik putih.

Caranya bermacam-macam, ada yang menggerak-gerakan kedua lengan, melompat lompat di garis gawang, atau menyentuh tiang. Namun ada cara yang tidak tergolong biasa yang dilakukan oleh Kiper Augsburg, Marwin Hitz

Dalam lanjutan Bundesliga Jerman akhir pekan lalu, Augsburg dijamu Koln di RheinEnergie Stadium. Setelah bermain 0-0 pada babak pertama,  Tuan rumah mendapatkan peluang membuka keunggulan pada menit 60, setelah Philipp Hosiner dijatuhkan di kotak terlarang oleh dua orang sekaligus, yaitu Daniel Baier dan Ragnar Klavan. Wasit menunjuk titik putih.

Sesaat sebelum tendangan penalti dilakukan, kiper tim tamu, Marwin Hitz terlihat berdiri tepat di spot kick. Kamera menangkap dirinya tengah menendang-nendang titik putih tersebut dengan turf sepatunya.

Akibat tindakan yang tidak mendapatkan perhatian dari wasit tersebut, penyerang Koln, Anthony Modeste, mengeksekusi bola dengan tidak sempurna. Ia terpeleset sehingga bola sepakanya bisa dengan mudah dihalau oleh Hitz.

Tidak ada yang menyadari tindakan Hitz, sampai akhirnya rekaman kejadian tersebut tersebar di mana-mana. Awalnya banyak pihak menyangka, apa yang dilakukan oleh Hitz dengan berdiri di titik penalti saat itu hanyalah permainan psikologis biasa yang sering dilakukan oleh kiper kepada eksekutor penalti.

Akibat tindakannya tersebut Hitz mendapat banyak kecaman, banyak media menganggap bahwa tindaknnya tersebut melanggar nilai-nilai sportivitas. Apalagi dalam pertandingan berakhir untuk kemenangan Hitz dan kawan-kawan dengan skor 1-0 ,setelah Raul Bobadilla berhasil membobol gawang Timo Horn.

Alih-alih bereaksi emosional, Hitz justru menanggapinya dengan santai. Termasuk ketika dirinya dikirimi tagihan reparasi rumput stadion yang dirusaknya pada insiden tersebut. Seperti yang diwartakan oleh The Guardian, Stadium Manager Koln, Hans Rutter, mengirimi Hitz tagihan reparasi sebesar 122.92 Euro.

Hitz kemudian menerima hukuman yang diberikan kepadanya dan membayarkan tagihan reparasi tersebut. Dirinya bahkan merasa senang setelah sebagian besar uang yang dibayarkannya di donasikan ke rumah sakit anak-anak.

Hal tersebut terlihat dari ciutannya pada 8 desember lalu, yang apabila diterjemahkan bebas ke Bahasa Indonesia  adalah “ Saya akan membayar tagihan saya...selain itu saya juga membuat donasi ke rumah sakit anak-anak”.

Ciutan Hitz Di Akun Twitter Pribadinya
Ciutan Hitz Di Akun Twitter Pribadinya

Pernah Mencetak Gol Penyama Kedudukan Di Menit Akhir

Selain insiden perusakan titik penalti yang dilakukanya pada pekan lalu, Hitz juga sudah melakukan hal eksentrik lain. Kiper kelahiran St. Gallen, Swiss 28 tahun lalu ini pernah mencetak gol ke gawang lawan. Kiper yang mencetak gol!

Kejadian tersebut terjadi di Bundesliga musim lalu. Tertinggal 1-2 oleh Bayer Leverkusen hingga menjelang bubaran, Augsburg mendapatkan sepakan pojok pada menit keempat tambahan waktu dari lima menit yang diberikan oleh wasit.

Sadar sepak pojok tersebut bisa saja merupakan peluang terakhir, Hitz memutuskan untuk maju membantu serangan. Sayangnya bola dari sepak pojok berhasil diamankan dari daerah berbahaya oleh para pemain Leverkusen.

Bola liar tersebut jatuh kembali di kaki pemain Augsburg yang kembali mengirimkan umpan ke kotak penalti. Dan tanpa disangka, bukan pemain lain yang menyambut bola, tetapi Hitz yang berdiri bebas di sana; menendang bola dan menaklukan penjaga gawang Bernd Leno. Menit 90+3 lewat 28 detik adalah waktu di mana Hitz berhasil menyamakan kedudukan.

Gol ini menjadi spesial bukan hanya dicetak pada menit akhir dan menyelamatkan Augsburg dari kekalahan. Pertandingan tersebut menjadi laga perdana Hitz setelah absen lama akibat cedera lutut.

Menurut buku rekor Bundesliga, gol yang dicetak Hitz pada saat ini membuatnya menjadi kiper ketiga yang mencetak gol lewat open play. Catatan tersebut sebelumnya dibukukan oleh Frank Rost dan Philipp Tschauner.

Di luar sikap-sikapnya yang unik, mantan kiper Wolfsburg ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Hitz merupakan salah satu penjaga gawang yang diperhitungkan di Bundesliga, empat penyelamatan adalah rataan yang biasanya dia lakukan dalam satu pertandingan Bundesliga. Dirinya juga berperan besar mengantarkan Augsburg lolos ke Europa League pada musim lalu.

Sumber Foto : sport1.de , twitter.com

Komentar