Warriors FC dan Wacana PS TNI Menjadi Kesebelasan Profesional

Cerita

by

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Warriors FC dan Wacana PS TNI Menjadi Kesebelasan Profesional

PS TNI menjadi sensasi di Piala Jenderal Sudirman 2015. Kesebelasan yang awalnya tidak diunggulkan justru membuat kejutan dengan menjadi kesebelasan pertama yang lolos dari Grup C. Padahal grup tersebut sebenarnya diisi kesebelasan lain yang lebih berpengalaman seperti Persib Bandung dan Persela Lamongan.

Yang menarik dari PS TNI ini adalah personel dari skuat mereka. Dari keseluruhan pemain yang disertakan pada kompetisis PJS kali ini, lima belas diantaranya berstatus sebagai prajurit TNI. Dan diantara para prajurit tersebut, terselip beberapa nama pesepakbola lokal.

Seperti yang dilansir tempo.co, ada enam pesepakbola yang saat ini sedang menjalani pendidikan militer untuk menjadi tentara republik ini. Ahmad Nufiandani yang bermain cemerlang pada kualifikasi Piala Asia U-22 lalu ini sedang menempuh pendidikan calon bintara TNI. Sementara Dimas Drajad, Abduh Lestaluhu, Wawan Febrianto, Ravi Murdianto, dan Manahati Lestusen tedaftar sebagai Prajurit Karir dan sedang menjalani pelatihan di Resimen Induk Kodam III/Siliwangi di Bandung.

Mungkin karena latar belakang angkatan bersenjata inilah yang membuat PS TNI tampil spartan dan penuh semangat layaknya tentara yang sedang berperang. Sebuah pertunjukan menarik perhatian yang dipertontokan oleh PS TNI pun diperlihatkan tiap kali mencetak gol mereka melakukan penghormatan. Perayaan gol ini menjadi keunikan tersendiri yang terjadi pada turnamen kali ini.

Bukan hanya dari segi teknis lapangan saja PS TNI ini menarik, manajemen mereka yang mendapatkan pengarahan langsung dari Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Edy Rahmayadi sebagai ketua umum pun tentunya merupakan hal yang tak lazim di sepakbola Indonesia.

Tapi sebenarnya, fenomena angkatan bersenjata yang berkompetisi di sepakbola sebagai profesional sudah lebih dulu terjadi di negara lain. Tidak perlu jauh-jauh ke belahan dunia lain, di negara tetangga Indonesia pun ada kesebelasan yang masuk kategori sebagai military service football teams, yaitu peserta S-League, Warriors FC.

Sebelumnya bernama Singapore Armed Force FC

Warriors FC didirikan pada 1975 untuk memfasilitasi para personel angkatan bersenjata Singapura  (Singapore Armed Force) yang  berkeinginan untuk bermain sepakbola dalam suasana yang lebih kompetitif. Mereka berdiri dengan nama Singapore Armed Force Sports Associations (SAFSA). Sebelum federsi sepakbola Singapura menggelar S-League pada tahun 1996, mereka bermain pada kompetisi President Cup dan National Football League (sejenis kompetisi Perserikatan pada era sebelum Liga Indonesia).

Dengan dileburnya Liga Primer Singapura dan National Football League (kembali siklusnya hampir mirip dengan yang sepakbola Indonesia) pada 1996 dan berubah menjadi kompetisi inagurasi bernama S-League, mereka mengubah nama mereka menjadi Singapore Armed Force FC atau lebih dikenal sebagai SAFFC.

Sejak resmi berkompetisi sebagai salah satu peserta S-League, struktur dalam tubuh SAFFC pun ikut berubah. Hingga kini pengelolaanya masih dalam pengawasan angkatan bersenjata dan kementerian pertahanan Singapura, termasuk persoalan finasial, peraturan mengenai pemain harus merupakan representasi dari angkatan bersenjata sudah tidak dipakai lagi, bahkan mulai penggunaan tenaga legiun asing.

Lantas pada 20 Januari 2013, SAFFC berganti nama menjadi Warriors FC dan mengganti logo mereka menjadi seekor badak sekaligus menjadi maskot klub. Awalnya mereka ingin menggunakan logo angkatan bersenjata Singapura namun hal tersebut di tolak oleh formatur S-League karena dianggap berbau kekerasan dan bisa memicu konflik.

Logo Baru Warriors FC
Logo Baru Warriors FC

Warriors sendiri merupakan kesebelasan tersukses dalam sejarah S-League. Kesebelasan berjersey kebesaran warna biru tersebut sudah menjuarai S-League sebanyak sembilan kali, dengan catatan tambahan tiga kali menjuarai National Football league.

Warriors FC Juara S-League Musim Lalu
Warriors FC Juara S-League Musim Lalu

Para pemain legenda sepakbola Singapura juga sempat bermain di klub ini. Sebagai contoh, mantan kapten tim nasional Singapura, Indra Shahdan Daud, pernah merumput di kesebelasan ini. Lalu kemudian para pemain naturalisasi seperti Aleksandr Duric, John Wilkinson dan Daniel Bennett menyusul.

Dengan adanya keinginan yang disampaikan oleh PS TNI bahwa mereka akan masuk sebagai kesebelasan profesional maka apa yang dialami oleh klub-klub berbasis militer lain mesti dijadikan pelajaran. Perubahan yang terjadi di tubuh Warriors FC yang awalnya merupakan kesebelasan representasi angkatan bersenjata, kemudian menjadi kesebelasan profesional adalah contoh besar.

Meskipun manajemen dan pengelolaan ditangani oleh angkatan bersenjata, tentunya tidak semudah itu mendapatkan kekuatan finansial yang sama seperti kesebelasan lain yang memang ditangani atau dimiliki oleh korporat. Uang yang dimiliki oleh Warriors yang kini diketuai oleh Brigadir Jenderal SAF Lam Shiu Tong,  tentunya merupakan dana yang sudah dialokasikan di anggaran negara/daerah oleh angkatan bersenjata Singapura. Karena berdasarkan anggaran maka penggunaannya yang sembarangan bisa saja membuat mereka tersandung kasus korupsi atau penggelapan.

Secara manajemen, makna profesional dalam artian paling sederhana adalah menempatkan seseorang sesuai dengan bidang kerjanya. Maka untuk menjadi profesional, sangat dibutuhkan lah para anggota angkatan bersenjata negeri ini yang bisa dan mengerti untuk ‘mengurus’ PS TNI sebagai kesebelasan profesional.

Sebenarnya, dengan membiarkan para TNI untuk bermain sepakbola atau mengikuti kompetisi saja sudah bagian dari menempatkan seseorang tidak dengan sesuai bidang kerjanya. Lalu di manakah letak keinginan PS TNI untuk bermain lebih profesional?

Meskipun demikian, ada nilai positif lain, yaitu mental bertanding para pemain yang sudah terlatih untuk disiplin dan pantang menyerah seperti layaknya tentara.  Ditambah lagi Suharto A.D., pelatih PS TNI, yang berhasil membawa PSMS juara Piala Kemerdekaan lalu, berhasil menerapkan taktik yang bagus dan memaksimalkan kemampuan anak buahnya.

***

Selain PS TNI dan Warriors FC, masih banyak sebenarnya kesebelasan yang merupakan military based football club. Di Asia Tenggara ada Army United yang bermain di Liga Thailand, atau Angkatan Tentara Malaysia yang berkompetisi di Malaysia Super League.

Secara global, klub asal Serbia, FK Partizan jelas yang paling tersohor di antara kesebelasan berbasis angkatan bersenjata lain. Semua kesebelasan ini memiliki siklus yang hampir sama yaitu berubah dari klub representasi angkatan bersenjata hingga menjadi klub yang berlaga di liga profesional.

Lantas, akankah PS TNI menjadi kesebelasan profesional seperti yang dilakukan Warriors FC, Army United atau FK Partizan?

foto: goal.com

Komentar