Jamie Vardy dan Para Pencetak Gol Beruntun Liga Inggris

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Jamie Vardy dan Para Pencetak Gol Beruntun Liga Inggris

Leicester City akan menjamu Manchester United pada Sabtu (28/11) petang waktu Inggris. Selain ingin meraih poin penuh guna mengamankan puncak klasemen Liga Inggris, ada misi khusus yang diemban penyerang Leicester, Jamie Vardy. Saingan Wayne Rooney di lini serang timnas Inggris tersebut berhasrat memecahkan rekor mencetak gol beruntun (goal streaks) milik mantan penyerang MU, Ruud van Nistelrooy.

Nistelrooy berhasil mencetak gol dalam sepuluh pertandingan beruntun yang ia lakukan sekitar 13 tahun lalu pada Liga Inggris musim 2002/2003. Pada akhir musim tersebut, Van Nistelrooy pun menjadi pencetak gol terbanyak dengan 25 gol.

Berikut para pemain yang berhasil melakukan longest streak sejak Liga Primer Inggris pertama kali bergulir pada 1992.

Jimmy Floyd Hasselbaink (6 Pertandingan, EPL 2001/2002)

Nama pemain Belanda kelahiran Suriname ini menjadi salah satu ikon Chelsea sebelum Roman Abramovic dan kekuatan finansialnya mengakuisisi klub London tersebut. Hasselbaink berseragam Chelsea selama empat musim dan berhasil mencetak total 87 gol.

Hasselbaink dikenal sebagai salah satu penyerang yang sangat buas di kotak penalti lawan. Bahkan pada musim perdananya kala baru mendarat dari Atletico Madrid pada musim 2000/2001, Hasselbaink langsung menjadi pencetak gol terbanyak liga dengan 23 gol, mengalahkan nama-nama besar lain seperti Thierry Henry, Mark Viduka, dan Teddy Sherringham.

Hasselbaink mencatatkan longest streak-nya pada musim keduanya di Stamford Bridge, tepatnya pada 8 September hingga 30 September 2001. Gol pertama dicetaknya saat Chelsea ditahan Imbang Arsenal di Stamford Bride dengan skor 1-1 dan berakhir dengan golnya ke gawang Fulham yang juga berakhir dengan skor 1-1, sekaligus menjadi gol keenamnya dalam enam pertandingan beruntun.

Ada kisah unik tentang Hasselbaink, selain karir internasional yang tidak secemerlang karir di klub. Nama asli Hasselbaink bukanlah Jimmy melainkan Jerrel. Namun kala itu ketika masih bermain di level usia muda di Belanda, pelatih tim akademi Telstar enggan bakat terbaik mereka diambil oleh klub lain, sehingga mereka menyamarkan nama Jerrel menjadi Jimmy, yang terus dipakai hingga saat ini.

Alan Shearer ( 7 Pertandingan, EPL 1996/1997)

Alan Shearer adalah sekian dari penyerang Inggris yang diidolakan oleh seluruh negeri. Sentuhannya khas, penyelesaian akhirnya berkualitas. Duetnya bersama Chris Sutton terkenang sebagai duet penyerang terbaik Inggris di kancah Internasional. Bukan hanya dari segi teknis, tetapi juga karisma dan sikap ramahnya di luar lapangan membuat banyak orang menyukai pria kelahiran Gosforth tersebut.

Setelah tampil dominan bersama Southampton dan Blackburn Rovers, Sherarer memustukan untuk pulang kampung dan membela Newcastle United. Di musim perdananya di Tyne Side, Shearer berhasil membawa The Magpies merangsek ke papan atas klasemen, dan mengakhiri musim dengan status runner-up. Dan gol beruntun yang dicetaknya terjadi pada musim perdananya bersama Newcastle, yaitu pada pekan kesembilan hingga pekan keenambelas. Lawan perdana yang gawangnya dijebol oleh Shearer adalah Chelsea, sementara yang terakhir adalah Aston Villa pada 11 Januari 1997.

Di antara tujuh pertandingan tersebut ada dua laga dengan hasil luar biasa, yaitu ketika Newcastle menggilasTottenham Hotspur dengan skor 7-1 dan satu partai lain adalah salah satu laga historis dimana Newcastle menghancurkan Manchester United dengan skor 5-0 di St. James Park pada 20 Oktober 1996.

Thierry Henry ( 7 Pertandingan, EPL 1999/2000)

Membicarakan kejayaan EPL pada 2000-an rasanya tidak akan bisa dilepaskan dari nama Thierry Henry. Legenda Arsenal tersebut menjadi salah satu ikon kebangkitan EPL sekaligus menjadi magnet banyak orang untuk beralih menikmati EPL.

Setelah tidak berhasil beradaptasi di Italia, kemudian manajer Arsene Wenger akhirnya memutuskan untk mendatangkan Henry yang merupakan mantan anak didiknya tersebut di Monaco ke sisi utara kota London. Transfer 11 juta poundsterling menjadi mahar penyerang yang meraih gelar juara dunia bersama Perancis pada 1998 tersebut.

Awalnya pendukung Arsenal meragukan kemampuan Henry. Ia gagalnya bersinar di Juventus. Selain itu, fisiknya yang tinggi kurus membuat banyak pihak merasa Henry tidak akan mampu bersaing dengan kerasnya EPL yang mengandalkan kemampuan fisik.

Streak yang dilakukan Henry terjadi pada musim perdananya bersama Arsenal, setelah mencetal gol cantik kala Arsenal memenangi "Derby London" pada 19 Maret 2000. Henry pun terus mencetak gol dan menjadikan masing-masing Coventry, Wimbeldon, Leeds, Watford, Chelsea dan Sheffield Wednesday sebagai korban berikutnya. Tujuh pertandingan beruntun Henry mencetak gol.

Ada statistik unik yang juga dicatatkan oleh Henry pada musim tersebut, yaitu dalam 17 pertandingan pertamanya, Henry hanya mampu mencetak dua gol. Namun ketika musim sudah memasuki pekan ke-28 diriny berhasil mencetak total 28 gol termasuk 17 gol di liga.

Daniel Sturridge ( 8 Pertandingan, EPL 2013/2014)

Sturridge bisa jadi salah satu pesepakbola yang beruntung, terutama di tanah Inggris. Meskipun berpindah-pindah, dirinya selalu bermain untuk tim raksasa, yaitu Manchester City, Chelsea, dan kini bermain untuk Liverpool. Pemain berusia 26 tahun ini pun sempat dipinjamkan ke Bolton Wanderes oleh klub pemiliknya saat itu Chelsea pada 2011.

Setelah bakatnya tidak berhasil dimaksimalkan baik oleh Manchester City maupun Chelsea, Sturridge akhirnya hijrah ke Liverpool pada winter transfer 2012/2013, dengan transfer sebesar 12 juta poundsterling. Kala itu pemain yang bermain untuk tim Britania Raya pada Olimpiade 2012 tersebut didatangkan oleh The Reds yang tidak terlalu puas dengan kinerja dari Andy Caroll yang lebih banyak berkutat dengan cedera.

Musim kedua Sturridge di Anfield bisa jadi tidak terlupakan karena pada musim inilah sang pemain menunjukan peforma terbaiknya. Duet Sturridge dan Luis Suarez menjadi yang paling tajam di liga, keduanya bahkan menjadi pencetak gol terbanyak di liga dengan apabila raihan masing-masing digabungkan total menjadi 52 gol.

Sturridge mencetak sembilan gol dalam delapan pertandingan secara beruntun. Padahal sebelumnya Sturridge sempat tidak mencetak gol sama sekali dalam dua bulan. Gol perdananya dicetak ke gawang Stoke City pada 12 Januari 2014, dengan lawan terakhir Fulham sebulan kemudian.

Ruud Van Nistelrooy ( 10 Pertandingan, EPL 2002/2003)

Rekor dari pria inilah yang sedang ingin dilewati oleh Jamie Vardy. Ruud Van Nistelrooy menjadi favorit para pendukung Manchester United, meskipun dirinya tidak terlalu banyak memberikan gelar juara. Tetapi permainan Van Nistelrooy menjadi acuan bagi penyerang Manchester United generasi selanjutnya.

Van Nistelrooy memang bukan penyerang yang cepat. Namun reaksinya di kotak penalti sangat luar bisa: oportunis. Dirinya bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk menjadi gol. Karena insting golnya yang luar biasa inilah ia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di tiga liga berbeda. Ia pun tiga kali menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions Eropa.

Musim 2002/2003 menjadi musim terbaik Van Nistelrooy, bukan hanya berhasil membawa United juara tetapi dirinya juga menjadi pencetak gol terbanyak dengan 25 gol dari 34 pertandingan yang ia jalani. Dengan catatan spesial mencetak gol di sepuluh partai beruntun.

Di antara gol yang terjadi dalam sepuluh pertandingan tersebut termasuk satu solo-run luar biasa ke gawang Fulham, kemudian eksekusi penalti ke gawang Liverpool, dan gol ke gawang Everton pada 11 Mei 2003, yang pada pertandingan tersebut, merupakan partai terakhir David Beckham untuk Manchester United.

Baca juga

Hadapi Manchester United, Ajang Pembuktian Jamie Vardy


Menunggu Rekor Gol Vardy Sambil Berdamai dengan Keluarganya


Perjalanan Spiritual Jamie Vardy dari Liga Amatir Menuju Liga Primer


Jamie Vardy, Penerus Kisah Teladan Pemuda Setempat



***

Sebenarnya ada nama-nama lain yang melakukan longest streak, seperti Emmanuel Adebayor yang mencetak gol di tujuh partai beruntun atau Diafra Sakho dengan enam pertandingan beruntun yang dilakukannya pada musim lalu.

Mencetak gol secara beruntun, tidak melulu mengenai insting gol dan teknik penyelesaian akhir, tetapi juga mengenai konsistesi. Ini karena pesepakbola harus terus stabil melakukan hal yang positif akan selalu menyulitkan. Maka dengan Vardy menyamai rekor Van Nistelrooy yang sudah bertahan selama 13 tahun adalah sesuatu yang luar biasa. Bahkan bila nantinya rekor tersebut berhasil dilewati.

Komentar