James McClean, Dia yang Menolak The Remembrance Poppy

Cerita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

James McClean, Dia yang Menolak The Remembrance Poppy

Pekan ini, terdapat "ritual" sebelum pertandingan Liga Inggris. Usai bersalaman, para pemain berkumpul di area tengah lapangan. Mereka lalu mengheningkan cipta selama satu menit.

"Ritual" tersebut bukanlah sesuatu yang merespons akan kejadian yang baru terjadi melainkan sebuah penghormatan yang dilakukan setiap minggu kedua di bulan November pada setiap tahunnya. Selain itu, terdapat tempelan khusus (patch) di kostum kesebelasan yang menyerupai angka delapan dengan bulatan hitam di bagian tengahnya. Patch tambahan berwarna merah tersebut serentak terpampang di bagian depan kostum.

Ada apa gerangan? Apa maksud dari patch dan segala ritual tersebut? Mengapa cuma kesebelasan Inggris yang menggunakannya?

Baca juga tulisan kami tentang kostum sepakbola:


Perkenalkan, patch merah yang menyerupai angka delapan tersebut adalah The Remembrance Poppy. Patch khusus ini awalnya digunakan untuk menghormati para pahlawan Inggris yang berperang dalam Perang Dunia I yang berlangsung sejak 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918 lalu. Maka tak heran setiap minggu kedua di bulan November, kawasan Inggris raya dan beberapa negara persemakmuran akan dipenuhi dengan pemandangan orang-orang yang memakai patch bunga poppy tersebut termasuk pada pertandingan sepakbola.

Sejarah panjang pemilihan bunga poppy sebagai simbol dari berakhirnya perang dunia pertama ini terinpirasi dari banyaknya bunga poppy di medan perang saat itu. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa warna merah pada bunga poppy melambangkan darah para pahlawan Inggris yang gugur di medan perang baik ketika perang dunia maupun setelah perang dunia berakhir.

Sedangkan dalam sepakbola, bunga poppy baru resmi hinggap pada kostum-kostum kesebelasan Inggris pada November 2012 lalu. Tujuannya adalah menunjukkan dukungan kesebelasan dengan mendonasikan kostum yang dipasangi patch bunga poppy tersebut kepada tentara Inggris untuk dilelang. Sebelum 2012 pemasangan patch bunga poppy memang sempat ditemui, tapi hanya pada beberapa kesebelasan.

“Kami dari tentara kerajaan Inggris sangat bersyukur atas dukungan yang dilakukan Liga Primer dan klub-klubnya terhadap upaya ‘poppy  appeal’ ini. Kita sangat menunggu untuk melihat para pemain, manajer dan staff menggunakan patch poppy tersebut dengan rasa bangga di akhir pekan nanti,” ungkap salah satu juru bicara tentara kerajaan Inggris seperti yang dinukil dari laman Daily Mail.

Sebagai catatan juga, ‘poppy appeal’ adalah salah satu bentuk penggalangan dana dari persatuan tentara kerajaan Inggris untuk membantu para veteran yang telah berjuang di medan perang.

James McClean terlihat tidak menggunakan patch poppy remembrance saat melawan Man United kemarin. (sumber: metro.co.uk)
James McClean terlihat tidak menggunakan patch poppy remembrance saat melawan Man United kemarin. (sumber: metro.co.uk)

Kisah James McClean yang Menolak Poppy

Ternyata, tidak semua pemain yang terlibat di lapangan saat pekan ‘Remembrance Day’ ini menggunakan patch bunga poppy di kostumnya. James McClean adalah salah satunya. Pemain sayap yang kini berkostum West Bromwich Albion tersebut menolak menggunakan patch bunga poppy sejak 2012 lalu atau sejak ia masih berseragam Sunderland.

Pada pertandingan kemarin (vs Manchester United), McClean masih tetap dalam pendiriannya untuk tidak menggunakan patch bunga poppy tersebut. Ia sendiri bersikukuh akan keputusannya ini mengingat ia adalah pria kelahiran Derry, salah satu dareah di Irlandia utara yang penduduknya pernah bermasalah dengan para tentara kerajaan Inggris.

“Aku sangat menghormati kepada yang telah berjuang dan meninggal di perang dunia. Mereka juga ada yang berasal dari Irlandia utara. Aku turut berduka cita untuk mereka dan jika memang bunga poppy adalah simbol untuk mereka yang berjuang untuk perang dunia, aku akan menggunakannya,” ungkap McClean seperti yang dinukil dari laman Express.

“Namun masalahnya ini berbeda. Anda harus tahu dan faham tentang ini. Sekarang bunga poppy mulai digunakan juga bagi mereka yang gugur dalam pertempuran setelah tahun 1945 (setelah perang dunia II) dan itulah masalahnya,” sambung pemain WBA tersebut.

“Untuk para penduduk Irlandia utara seperti diriku dan khususnya yang berasal dari daerah Derry, kejadian pembantaian massal pada tahun 1972 (Bloody Sunday) membuat poppy menjadi berbeda maknanya bagi kami,” keluh McClean.

Dengan alasan yang cukup kuat tersebut, memang sangat masuk akal jika James McClean enggan menggunakan patch bunga poppy saat ia bertanding. Ia sendiri mengaku bukan anti-british ataupun seorang teroris yang banyak dituduhkan kepada dirinya. Ia mengaku sebagai pria yang ingin damai dan dihargai setiap hak dan pandangan agama serta politiknya.

James-McClean-turns-away-as-the-National-Anthem-is-played
James Mclean terlihat tidak mengikuti lantunan lagu nasional saat laga hendak dimulai saat pertandingan pra-musim WBA. (sumber: metro.co.uk)

Saat pertandingan pra-musim West Brom di Amerika Serikat pada Juli 2015 lalu, McClean bahkan tidak berbalik untuk mendengarkan lagu nasional. Di saat rekan-rekannya yang lain menyerongkan badan, McClean kukuh berdiri menghadap tribun.

Hal ini membuat McClean kuarang disukai rakyat Inggris, negeri tempatnya mencari nafkah. Pundit RTE Sports, Damien Richardson, menyerang McClean dengan kata-kata seperti ini, "Jika Anda tidak menyukai apa yang Inggris perjuangkan, mengapa main di Inggris? Mengapa tidak ke Spanyol, Prancis, Belanda, Norwegia?"

Sementara itu, semalam, seisi Old Trafford memberinya boo dan siulan pasca mengheningkan cipta tapi James McClean bergeming karena tiga tahun lalu, ia pernah menghadapi masalah yang lebih besar dari sekadar disiuli, yaitu; ancaman pembunuhan.




Sumber gambar: Daily Mail

Komentar