Persaingan Perempuan Jerman dan Perempuan Amerika di Lapangan Hijau

Cerita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Persaingan Perempuan Jerman dan Perempuan Amerika di Lapangan Hijau

Berbicara sepakbola perempuan, terdapat dua blok besar yang menjadi kekuatan utama dalam beberapa dekade terakhir. Amerika Serikat, sang juara bertahan Piala Dunia Perempuan 2105 yang juga berkesempatan meraih gelar untuk ketiga kalinya, menjadi poros pertama dari magnet persepakbolaan perempuan dunia.

Perihal liga sepakbola, bakat dan pembinaan, animo suporter sampai fasilitas, Amerika Serikat sangat unggul dan lebih maju ketimbang negara-negara lain. Padahal di negara tersebut, olahraga American football (Rugby) lebih terkenal ketimbang soccer yang sejatinya adalah sepakbola. Bahkan tim nasional laki-laki Amerika Serikat bukanlah tim yang besar-besar amat. Sangat berbeda dengan tim nasional perempuan mereka.

Selain Amerika Serikat, di benua Eropa yang patut menjadi kiblat sepakbola perempuan adalah Jerman. Negeri yang kental akan sepakbola baik, tim perempuan maupun laki-lakinya, ini memiliki liga sepakbola perempuan terbaik di Eropa sampai saat ini. Bahkan untuk level kompetisi antar klub Eropa, kesebelasan asal Jerman berhasil merajai sebanyak sembilan kali dari empat belas kali penyelenggaraannya sejak 2001 lalu.

Amerika Serikat, bagaimanapun, akan selalu dikenang karena mereka mampu menjuarai turnamen sekelas Piala Dunia Perempuan untuk pertama kalinya yang di gelar di benua Asia, tepatnya di China, pada 1991. Meski sempat terusik dengan kehadiran All European Final di laga final Piala Dunia Perempuan 1995 antara Norwegia dan Jerman, Amerika Serikat kembali menaklukkan dunia dengan mengandaskan perlawanan China di babak adu penalti. Saat itu, Amerika serikat adalah kesebelasan pertama yang memiliki dua bintang di atas badge mereka.

Namun, semenjak saat itu, hingga sebelum pagelaran Piala Dunia Perempuan 2015 lalu, Amerika Serikat tak pernah lagi menjadi juara dunia. Jerman secara gagahnya mendominasi dunia dengan menjuarai dunia sebanyak dua kali berturut-turut pada edisi 2003 dan 2007. Dan tepat pada 30 september 2007 lalu, Jerman berhasil menyamai rekor Amerika Serikat dengan menggunakan dua bintang di atas badge mereka. Lebih spesial lagi, mereka melakukannya secara berturut-turut.

jerman di wwc copy

Tidak mengherankan jika Jerman saat itu berhasil merengkuh trofi Piala Dunia Perempuan. Bayangkan saja, sejak babak penyisihan grup hingga semifinal, mereka belum pernah kebobolan sama sekali dan tidak pernah kalah. Satu-satunya corengan cacatan dahsyat mereka adalah saat ditahan imbang oleh Inggris saat fase grup dengan skor 0-0. Bahkan mereka juga memecahkan rekor di turnamen tersebut dengan menggilas Argentina dengan skor 11-0.

Brazil, yang menjadi lawan Jerman di final tersebut bertekad untuk memboyong trofi level tertinggi dalam sepakbola perempuan ke negeri samba untuk pertama kalinya. Maklum saja, meski dihuni pemain berbakat seperti Marta Vieria da Silva yang notabenenya adalah top skor turnamen saat itu, kemudian Formiga sampai Daniela, Brazil belum mampu berbuat banyak.

Empat puluh lima menit pertama di partai final, Jerman dan Brazil tak mampu membuat satu gol pun sampai akhirnya selepas turun minum, Birgit Prinz memecah kebuntuan di menit 52. Itu adalah gol Birgit Prinz ke-14 sepanjang karirnya di Piala Dunia Perempuan.

Marta, bagaimanapun, mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan lewat babak adu penalti. Namun penyelamatan dari Nadine Angerer menghambat Brasil untuk bangkit setelah tertinggal 1-0. Lebih naas lagi, Jerman malah memperlebar kedudukan lewat Simone Laudehr di menit 86. Skor 2-0 bertahan hingga babak kedua usai dan jerman resmi menjadi kampiun untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Baca juga kisah-kisah lainnya dari sepakbola dan Piala Dunia Perempuan dalam tautan ini


Pertandingan antara Jerman melawan Brazil di Piala Dunia Perempuan ini seperti cerminan laga final Piala Dunia laki-laki pada tahun 2002 lalu. Skor akhir yang sama persis yaitu 2-0 namun berbeda pemenang. Tim nasional laki-laki Brazil mempecundangi tim nasional laki-laki Jerman, sedangkan tim nasional perempuan Jerman mempecundangai tim nasional perempuan Brazil. Bahkan sampai detik ini, tim nasional Brazil perempuan belum mampu menjuarai Piala Dunia Perempuan.

Cerita tentang kedigdayaan para perempuan Jerman di dunia kini mulai perlahan tergeser kembali oleh Amerika Serikat dan Jepang yang sudah dua edisi Piala Dunia mampu memasuki babak final. Jerman sendiri hanya mampu menempati peringkat keempat setelah dikandaskan oleh tim nasional Inggris perempuan di perebutan juara ketiga pada pagelaran Piala Dunia perempuan 2015 lalu, dan sang musuh bebuyutan, Amerika Serikat, resmi mengangkat trofi tersebut untuk yang ketiga kalinya sepanjang sejarah.

Tapi, bagaimanapun, Jerman tetaplah Jerman. Mereka masih mampu menghadirkan terror berkelas di setiap pagelaran Piala Dunia Perempuan dan liga domestik mereka masih menjadi kiblat sepakbola Eropa hingga hari ini.



Foto: Zimbio

Komentar