Kisah Joaquín Sánchez, Pahlawan yang Pulang ke Rumah

Cerita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kisah Joaquín Sánchez, Pahlawan yang Pulang ke Rumah

Anda masih ingat Joaquin Sanchez? Saya ingat betul pemain ini karena berkat dialah permainan Master League mode di game Winning Eleven di konsol PS2 lalu menjadi lebih mudah. Dribel akurat berpadu dengan kecepatan serta umpan silang yang ciamik menjadi ciri khas pria asli Andalusia, Spanyol, ini.

Sebelum populernya peran inverted winger yang lebih mengedepankan pemain sayap yang “berkaki sebaliknya” seperti Lionel Messi atau Memphis Depay, misalnya, pemain seperti Joaquin Sanchez yang bertipikal winger klasik inilah yang bayak digemari sebelum inverted winger merajalela seperti sekarang.

***

Sejak bulan Februari 2015 lalu, saat Joaquin masih berseragam ungu-ungu a la Fiorentina, ia mengisyaratkan untuk pulang ke Spanyol. Memang, ia pernah membela beberapa kesebelasan di Spanyol seperti Malaga dan Valencia. Namun yang ia inginkan hanya satu, pulang ke Real Betis.

“Real Betis adalah hidupku. Tujuanku adalah untuk kembali ke sana karena mereka masih mempunyai tempat di hatiku. Aku sangat senang sekali jika bisa bermain di sana (lagi),” tutur Joaquin kepada La tribu del Futbol di bulan Februari lalu.

Sebelum Joaquin pulang ke Real Betis, Fernando Torres melakukan hal serupa untuk pulang ke Atletico Madrid pada bursa transfer musim dingin Januari 2015 lalu. Simak tulisan tentang kepulangan Torres di bawah ini;


Keinginannya tentu sangat masuk akal, karena Joaquin memang produk asli jebolan akademi Real Betis sejak ia masih remaja. Karir yuniornya yang terus menanjak membuat ia dipromosikan ke kesebelasan utama Real Betis mempromosikannya pada 2000.

Sebelum ia melanglang buana, Joaquin menghabiskan karirnya bersama kesebelasan yang membesarkan namanya tersebut selama 12 tahun lamanya, sejak akademi hingga tim utama Real Betis. Gelar Copa del Rey pada musim 2004-2005 lalu adalah puncak pengabdian Joaquin untuk klub masa kecilnya tersebut.

perayaan Joaquin Sanchez saat memenangkan trofi Copa del rey di tahun 2005 lalu bersama real Betis. (sumber: fichajes.net)
perayaan Joaquin Sanchez saat memenangkan trofi Copa del rey di tahun 2005 lalu bersama real Betis. (sumber: fichajes.net)

Memang, di Valencia saat musim 2007-08 lalu, Joaquin mendapatkan gelar yang sama yaitu Copa del Rey. Namun, rasanya mungkin tak akan sama dengan memenangkan hal yang serupa dengan klub yang ia bela sedari kecil. Maka tak heran, gelar Copa Del Rey 2005 menjadi hal termanis yang ia dapatkan sepanjang karirnya di sepakbola. Gelar individu “La Liga Breakthrough Player of The Year” juga ia dapatkan saat masih berseragam Real Betis di tahun 2002 lalu.

Keinginannya untuk pulang ke Spanyol ternyata kian melebar seiring kembalinya Real Betis ke Primera La Liga pada akhir musim lalu setelah berjuang di Segunda. Pun jika ia akhirnya pulang, ia hanya harus mempertahankan performa Real Betis agar tak terperosok lagi ke jurang degradasi di akhir musim nanti.

Ketika hari yang ditunggu tiba, Real Betis akhirnya mengumumkan kepulangan Joaquin ke rumahnya dengan mahar 2 juta euro. Joaquin sendiri merasa lega telah resmi berseragam (kembali) Real Betis. Ia sempat bimbang karena pihak Fiorentina memasukkan namanya di daftar penjualan dan sempat juga berlatih terpisah dari rekan-rekannya yang lain.

“Aku tidak tahu mengapa Fiorentina melakukan hal ini kepadaku. Padahal rekan setimku dan para fans sangatlan mendukungku,” sahut Joaquin.

Sokongan dari para supporter Fiorentina juga sangat jelas dengan cara membentangkan banner besar yang bertuliskan “Matador, non ci lasciare. Con la pelota ci hai fatto innamorare” (Matador do not leave us. With the ball at your feet you have made us love you). Namun, Joaquin tak bergeming. Tekad untuk pulang ke Betis sudah sangat besar.

Tahukah anda bahwa kesebelasan Real Betis adalah kesebelasan pertama yang menggunakan kata "Real" di depan nama mereka. Simak selengkapnya dalam tulisan "Menyoal Gelar Nama Real dan Mahkota di Kesebelasan Liga Spanyol"

Akhirnya, pada 3 september lalu, ia dijamu 20000 lebih supporter yang hadir di Benito Vilamarin untuk menyaksikan kepulangan sang pahlawan mereka. Joaquin yang masuk lapangan dengan menggunakan nomor punggung tujuh terlihat sangat gembira sekaligus terharu. Ia serasa muda kembali.

***

Kini, ia telah resmi berseragam hijau-putih ala Real Betis. Ia juga menjadi rekrutan terakhir Real Betis di bursa transfer musim panas kali ini. Sebelumnya mereka sudah lebih dulu merekrut Rafael Van der Vaart yang kembali lagi ke Spanyol pasca kiprahnya beberapa tahun silam di Real Madrid.

Joaquin tak perlu risau akan kehilangan tempat di sayap kanan kesebelasan Real Betis karena sang pelatih, Pepe Mel, siap memanfaatkan sisa-sisa kepiawaian sang winger flamboyan tersebut.

Ia hanya perlu berlari dan mengumpan sebanyak-banyaknya dan semanis-manisnya untuk rekannya di kotak penalti seperti apa yang pernah ia lakukan dahulu dan ia lakukan buat saya di video game Winning Eleven. Dengan begitu, saya yakin Real Betis mampu menjauh dari zona degradasi dan siap meramaikan khasanah perebutan posisi di papan tengah La Liga Spanyol musim ini.

Foto: Marca

Komentar