John Terry dan Para Perempuan Chelsea

Cerita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

John Terry dan Para Perempuan Chelsea

John Terry dan seluruh skuat Chelsea mungkin masih sedikit kecewa karena kalah dari Arsenal. Meski banyak yang menganggap Community Shield bukanlah trofi yang penting-penting amat, namun tetap saja, kalah ya tetap kalah, tak ada bisa yang dibanggakan dari kekalahan.

Nah, khusus untuk John Terry, sudah semestinya ia tidak belarut-larut untuk kecewa. Alasannya bukan karena alasan trofi tersebut tidak penting, akan tetapi ada hal yang lebih besar dari pada itu: skuat perempuan Chelsea berhasil menjuarai Piala FA perempuan 2015.

Lho memang, apa hubungannya dengan John Terry? Apa perempuan-perempuan tersebut ada main dengan Terry?

Jangan berpikiran jorok dulu. Coba simak kisahnya di bawah ini.

***

Eniola Aluko meliuk-liuk menerobos pertahanan kesebelasan Notss County yang digalang Sophie Walton. Ketika umpan rendahnya sampai di kaki Ji-So Yun, perempuan asal Korea Selatan tersebut tak menyia-nyiakan peluang di depan matanya. Dalam sekejap, Ji-So yun menyontek bola tersebut. Tak lama kemudian, sontekan bola Ji-So Yun melenggang bebas menuju gawang yang dikawal oleh Carly Telford. Akhirnya skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Chelsea di menit 37.

Setelah itu, tak ada lagi gol tambahan bagi kedua kesebelasan. Skuat perempuan Chelsea resmi menjuarai piala FA 2015 -- sehari sebelum dihelatnya Community Shield antara John Terry, dkk., vs Chamberlain, dkk.

Saat Ji-So Yun membobol Carly Telford (sumber twitter resmi Chelsea ladies FC)
Saat Ji-So Yun membobol Carly Telford (sumber twitter resmi Chelsea ladies FC)

Gol semata wayang Ji-So Yun nampaknya akan membuka kran trofi kesebelasan perempuan Chelsea yang sudah diupayakan John Terry bertahun-tahun yang lalu di ranah sepakbola laki-laki. Ya, jika boleh dibilang, John Terry adalah sang penyelamat bagi kesebelasan perempuan The Blues tersebut.

Kesebelasan perempuan Chelsea memang tak lebih tua dari kesebelasan perempuan milik Liverpool, Arsenal, maupun Manchester City. Bahkan, di awal berdirinya, kesebelasan perempuan Chelsea muncul karena tuntutan para suporter yang menginginkan Chelsea bersaing dalam liga sepakbola perempuan di Inggris.

Sepakbola perempuan di Inggris memang sedang maju-majunya pasca mereka juara ketiga dalam ajang Piala Dunia Perempuan 2015 lalu. Kemajuan pesat ini adalah hasil racikan dari seorang Mark Sampson.

Namun, saat sedang ingin berkembang-berkembangnya, kesebelasan perempuan Chelsea malah dipaksa untuk menikmati dana yang terus dikurangi pihak manajemen. Hal ini dilakukan oleh pihak manajemen karena tidak melihat adanya perkembangan yang pesat saat itu. Pendeknya, kesebelasan perempuan tidak menjadi prioritas bagi Chelsea.

Seluruh punggawa kesebelasan perempuan Chelsea kebingungan dan resah dengan pemotongan biaya tersebut. Beberapa di antara mereka berpendapat hal ini akan menghambat perkembangan mereka mengejar prestasi major yang mereka dambakan selama belasan tahun.

Sang kapten dari kesebelasan perempuan Chelsea saat itu, Casey Stoney, tak hilang akal untuk mencari cara keluar. Ia mencoba menghubungi seorang teman yang juga kenal dekat dengan John Terry, kapten kesebelasan laki-laki Chelsea saat itu. Tujuannya jelas, ia ingin Terry memberikan pengaruh bagi nasib kesebelasan perempuan mereka, setidaknya untuk merayu Roman Abramovich supaya tidak mengabaikan perkembangan sepakbola perempuan.

Usaha Casey Stoney berhasil. John Terry yang mendengar kabar pemotongan biaya tersebut langsung menemui Casey Stoney. Pertemuan kedua kapten kesebelasan The Blues tersebut akhirnya menemukan titik terang. John Terry akan membantu keuangan kesebelasan perempuan Chelsea dan akan memberitahu rekannya yang lain di skuat laki-laki Chelsea untuk membantunya juga.

Semenjak Terry mengambil keputusan tersebut, ia didapuk menjadi presiden dari kesebelasan perempuan Chelsea. Ini juga bagian dari rasa hormat tim perempuan Chelsea untuk sang kapten tersebut. Bahkan, John Terry-pun kerap kali terlihat sedang asyik menonton kesebelasan perempuan Chelsea bermain laga kandang mereka di kancah liga.

Jauh setelah John Terry menjadi seorang yang paling dihormati di kesebelasan perempuan Chelsea, akhirnya enam tahun kemudian ia menuai apa yang ditanamnya enam tahun yang lalu. Ia yang awalnya hanya melihat kesebelasan perempuan Chelsea bertanding bersama ratusan penonton saja, kini ia menyaksikannya dari tribun kehormatan Wembley di hadapan 30,710 penonton kemarin. Ia telah mewujudkan mimpi-mimpi kecil para perempuan itu.

Lain Chelsea, lain pula Real Madrid. Sang presiden Los Merengues, Florentino Perez ini enggan untuk membentuk kesebelasan perempuan Real Madrid.
Kesebelasan perempuan Chelsea memenangkan trofi bergengsinya untuk pertama kali. (sumber: twitter remi Chelsea Ladies FC)
Kesebelasan perempuan Chelsea memenangkan trofi bergengsinya untuk pertama kali. (sumber: twitter remi Chelsea Ladies FC)

Bahkan, sebelum pertandingan final piala FA digelar, wakil kapten dari kesebelasan Chelsea, Gilly Flaherty mengemukakan kekagumannya terhadap John Terry. Ia menyebutkan bahwa John Terry adalah seorang presiden yang menginspirasi.

Selain itu, menurut Flaherty, jika orang lain dan kesebelasan laki-laki Chelsea ingin mengenali mereka (kesebelasan perempuannya) dan menghargai apa yang mereka perjuangkan, maka jalan satu-satunya adalah menang dan menjadi sukses.

***

Kini, kesebelasan perempuan Chelsea resmi merengkuh trofi bergengsinya untuk pertama kali sepanjang sejarah mereka. Ini semua tentu ada andil dari Terry yang sangat besar meski tak terlihat oleh banyak orang.

Kesebelasan perempuan Chelsea juga masih berpeluang menjuarai liga yang tinggal menyisakan lima pertandingan lagi. Dengn selisih satu poin saja dari pemuncak klasemen sementara, Sunderland, maka bukan tak mungkin mereka mengawinkan gelar paia FA dan liga di akhir tahun ini.

Dan, kita sudah tahu siapa yang tersenyum paling lebar jika kesebelasan perempuan Chelsea menuai kesuksesan kembali di masa depan nanti. Jadi, kekalahan dari Arsenal semalam, mestinya tak membuat Terry kelewat bersedih, karena ia mendapatkan penghiburan yang lumayan mengesankan.

Sumber: Chelsea Ladies FC, Guardian, Daily Mail dan Bridge Views

Komentar