Kasihan Sekali Marcelo Bielsa

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Kasihan Sekali Marcelo Bielsa

Saat ini bisa jadi merupakan salah satu momen paling sulit untuk menjadi pendukung Olympique de Marseille.

Empat pemain senior yang juga pemain kunci pergi secara cuma-cuma. Kapten kesebelasan sekaligus penyelamat di banyak kesempatan juga ingin pergi, tepat saat ia sedang bagus-bagusnya dan ketika pihak kesebelasan tidak memiliki banyak senjata untuk menahannya. Beberapa pemain kunci lainnya juga menjadi incaran kesebelasan-kesebelasan lain.

Tidak ambil bagian di Champions League 2015/16 membuat situasi semakin rumit.

Semusim setelah sang adik, Jordan Ayew, meninggalkan Marseille untuk FC Lorient dan dua puluh dua tahun setelah ayah mereka bergabung dengan Olympique Lyonnais, Andre Ayew meninggalkan Marseille. Ia bergabung dengan kesebelasan Premier League, Swansea City. Habis sudah klan Ayew di Marseille. Hilang sudah pemain serba bisa yang siap ditempatkan di mana saja sebagai gelandang maupun penyerang.

Seperti Ayew yang kepergiannya tidak memberi keuntungan apa-apa bagi Marseille, Jérémy Morel sudah menemukan pelabuhan baru. Bek sayap kiri yang juga dapat bermain sebagai bek tengah sejak ditangani Marcelo Bielsa tersebut bergabung dengan Olympique Lyonnais, runner-up Ligue 1 musim 2014/15.

Dua pemain utama lainnya yang juga pergi dengan status bebas transfer adalah penyerang tengah utama sekaligus pencetak gol terbanyak Marseille musim 2014/15, André-Pierre Gignac, dan pemain belakang Rod Fanni. Gignac musim depan akan mengarungi kerasnya Liga Meksiko bersama Tigres UANL. Sedangkan Fanni, yang juga menjadi pemain belakang serba bisa di bawah asuhan Bielsa, disebut-sebut akan bergabung dengan West Bromwich Albion atau Crystal Palace. Lille OSC, bagaimanapun, menjadi tujuan paling realistis apalagi setelah mereka melepas Simon Kjær.

Sepenting apa pun keempat pemain di atas, rasanya kepergian mereka yang sudah pasti tidak lebih mengkhawatirkan dari kemungkinan perginya Steve Mandanda. Tak hanya kapten kesebelasan, tak akan ada yang protes rasanya jika Mandanda disebut pemain paling penting di Marseille.

Penjaga gawang kelas satu yang tidak kunjung mendapat kesempatan bermain di Tim Nasional Perancis karena saingannya adalah kapten tim nasional yang jelas harus selalu tampil di setiap pertandingan, Mandanda selalu menjadi penyelamat Marseille di setiap pertandingan. Lini belakang Marseille terkenal sering melakukan blunder sehingga kehadiran Mandanda di gawang adalah sebuah keharusan.

Sayangnya menahan Mandanda tidak akan mudah. Sang pemain sudah mengutarakan keinginan pindah ke Premier League, dan kontraknya habis tahun depan sehingga sekarang adalah saat yang paling tepat untuk mengambil keuntungan finansial dari kepergian Mandanda.

Di luar nama-nama yang disebutkan, para pendukung Marseille masih dihantui kepergian beberapa pemain kunci. Pemain belakang berkebangsaan Senegal, Nicolas N’Koulou, diminati Lyon. Dimitri Payet sang pencetak assist terbanyak Ligue 1 musim 2014/15 didekati West Ham United dan Everton. Satu pemain lain yang bersinar di bawah asuhan Bielsa, Gianelli Imbula, juga menjadi incaran banyak kesebelasan. Salah satu yang sudah terang-terangan menyatakan minatnya adalah Valencia.

Kegagalan Marseille lolos ke Champions League menjadi sumber kesulitan tersendiri. Pihak kesebelasan tidak mampu menawarkan kompetisi kelas satu untuk para pemainnya, sedangkan kesebelasan-kesebelasan yang meminati para pemain Marseille menjadikan absennya Marseille dari Champions League sebagai godaan kunci.

Jika sudah begini, Bielsa sendiri yang pusing kepala. Ia jelas tidak bisa kehilangan banyak pemain. Apalagi jika statusnya pemain inti. Hanya bermain di kejuaraan domestik saja ia membutuhkan banyak pemain. Sekarang ia harus memimpin Marseille di Ligue 1 dan Eeuropa League; dan karenanya ia jelas membutuhkan banyak pemain top.

Komentar