King Kazu yang Terus Berusaha Mencetak Gol

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

King Kazu yang Terus Berusaha Mencetak Gol

Warna putih di rambutnya mungkin sudah sangat banyak, tapi "kakek" yang berusia 48 tahun ini menunjukkan bahwa usia hanyalah angka-angka yang setiap tahunnya bertambah. Jika menyebut namanya, bagi kita warga Benua Asia, nama Kazuyoshi Miura mungkin sedikit terdengar familiar di telinga kita.

Striker Jepang yang usianya hampir setengah abad ini masih bermain di level sepakbola profesional bersama Yokohama FC di J-League 2. Yokohama FC adalah kesebelasan yang berbeda dari Yokohama F. Marinos di J-League 1.

Masih bermainnya ia di sepakbola level profesional tersebut mungkin adalah sebuah pencapaian yang luar biasa, tapi ada yang lebih luar biasa lagi: Ia berhasil mencetak gol!

Pemain berjuluk King Kazu ini masuk jajaran pemain tertua di dunia yang berhasil mencetak gol di pertandingan resmi setelah ia berhasil menanduk bola masuk ke gawang Jubilo Iwata di menit ke-14. Golnya bisa Anda saksikan pada akhir tulisan ini.

Gol-golnya mungkin tidak sesering ketika ia masih muda dulu, yang mana itu sudah lama sekali, ingat: usianya saat ini adalah 48 tahun! Namun, mantan pemain Santos ini berhasil menghiasi Liga Jepang dengan tarian Kazu Dance­-nya yang sudah terkenal di Negeri Samurai itu.



"Saya berhasil lompat dengan baik untuk menyambut bola," seperti yang ia katakan ketika wawancaranya bersama Kyodo News. "Itu adalah sundulan yang bagus."

Mencetak gol adalah obat awet muda bagi Miura, efek awet muda ini juga ia refleksikan langsung dalam tarian Kazu yang terakhir kali terlihat adalah pada satu tahun yang lalu. Sebuah tarian yang tentunya menghibur para penonton Liga Jepang di stadion: penonton sungguhan, bukan penonton kardus.

Sedikit nostalgia, Miura tidak memulai karir sepakbolanya di Jepang, tapi di Brasil saat ia berusia 16. Ia kemudian menghabiskan beberapa tahunnya di Amerika Selatan bersama kesebelasan seperti Santos dan Palmeiras.

Setelah kembali ke tanah kelahirannya pada 1990, Miura yang saat itu berusia 23 tahun bermain bagi Yomiuri/Verdy Kawasaki pada saat yang sama dengan Gary Lineker bermain untuk Nagoya Grampus Eight. Saat itu Lineker berusia 32 tahun.

Sejak Lineker pensiun di tahun 1994, Miura masih terus bermain dan bahkan sempat ke Eropa untuk bermain bagi Genoa dan Dinamo Zagreb di Liga Kroasia.

Pemain-pemain tua di lapangan hijau

Dengan usianya yang sudah 48 tahun ini, ia sebenarnya sudah melampaui pemain-pemain "kakek tua" yang kita kenal seperti Ryan Giggs dan Javier Zanetti, yang keduanya bahkan sudah pensiun.

kembali mengingatkan, Peter Shilton dan Roger Milla pensiun ketika mereka berusia 47 tahun. Tapi pemain internasional Skotlandia, Neil McBain, memegang rekor pemain tertua dalam sejarah Football League setelah penampilannya bersama New Brighton pada tahun 1947 pada usia 51 tahun.

Namun, rekor tersebut masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Salvador Reyes. Mantan striker Meksiko itu berusia 71 tahun ketika ia dihormati oleh pihak klub Chivas pada tahun 2008, ketika dia diberi kesempatan untuk mengambil kick-off sebelum segera diganti beberapa menit kemudian.

Kembali ke Miura, akhir tahun lalu Miura baru saja melakukan perpanjangan kontrak bersama Yokohama FC, dimana ia sudah bermain di sana sejak 2005 dan berhasil mencetak 21 gol (termasuk golnya semalam).

Seperti Kapten Tsubasa, pada level internasional juga ia menjadi jagoan utama Jepang. Ia berhasil mencetak 55 gol dari 89 pertandingan. Apakah ia masih bermain untuk tim nasional jepang? Jawabannya tentu tidak, ia sudah pensiun sejak 15 tahun yang lalu.

Apakah ia bisa saja dipanggil timnas Jepang lagi? Sepertinya menarik untuk kita simak, tapi ini mungkin hanya berandai-andai saja. Kecuali Miura terus mencetak gol demi gol dan berhasil membuktikan bahwa mencetak gol adalah resep utama agar awet muda.

Baca juga:

Kazuyoshi Miura Memperpanjang Kontrak di Usia 47 Tahun

Hiroshi Kagawa, dari Pilot Perang menjadi Jurnalis Piala Dunia

Budaya Malu yang Mengakar Kuat di Timnas Jepang

foto: commons.wikimedia.org

Komentar