Mengutuk Jeda Internasional

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Mengutuk Jeda Internasional

Jeda internasional seringkali menjadi masa yang membosankan. Tidak adanya pertandingan antarkesebelasan pada masa ini menjadi masalah tersendiri bagi mereka atau kita, terserah Anda, yang sangat menyukai aktivitas menonton pertandingan kesebelasan kesayangan. Kebanyakan dari mereka begitu mencintai (aktivitas menonton) kesebelasan kesayangan sehingga tanpanya, mereka hilang arah.

Tidak lebih ekstrem dan tidak lebih menyedihkan dari kehilangan arah setelah ditinggalkan kekasih yang masih dicintai, memang. Namun kekosongan yang muncul dari absennya pertandingan antarkesebelasan dari kehidupan memang cukup mengganggu.

Sebagaimana melupakan kekasih lama, ada usaha yang harus dilakukan untuk menjauhkan diri dari sengsara selama masa jeda internasional. Sebagai permulaan, tidur bisa menjadi pilihan.

Akuilah bahwa menonton pertandingan kesebelasan kesayangan adalah sebuah pengorbanan. Tidak perlu gengsi, karena mereka juga tidak peduli. Salah satu bentuk pengorbanan paling umum demi menyaksikan kesebelasan kesayangan bertanding adalah mengorbankan waktu istirahat.

Sulit memang menjadi orang Indonesia yang mendukung kesebelasan Eropa. Jarak dan perbedaan zona waktu yang ada membuat pertandingan disiarkan pada malam hari di negeri ini. Tidak sedikit, malah, yang disiarkan pada tengah malam atau dini hari. Demi menyaksikan semua itu, ada waktu istirahat yang harus mereka " para pecinta kesebelasan Eropa" korbankan.

Nyamannya kasur dan nikmatnya tidur seringkali mereka tinggalkan demi terjaga dan menyaksikan kesebelasan kesayangan bertanding. Jika Anda termasuk di antaranya, ada baiknya menghabiskan masa jeda ini dengan lebih banyak beristirahat. Jika menonton sepakbola mengurangi waktu tidur, maka bermain sepakbola (artinya anda yang bermain) sebenarnya niscaya membuat waktu tidur anda menjadi lebih berkualitas, lebih bermutu dan akhirnya kesehatan anda pun menjadi lebih baik. Ini berdasarkan riset, loh. Ya, walau pun, menurut riset yang lain juga mengatakan bahwa menonton sepakbola sebenarnya cukup sehat juga.

Namun demikian mengatur ulang jam biologis bukanlah perkara mudah. Jika sudah terbiasa tidur larut (karena membiasakan diri terjaga hingga lewat tengah malam atau dini hari akibat pertandingan sepakbola Eropa atau hal-hal lainnya), siapapun akan menemukan kesulitan tertidur lebih awal.

Walaupun sulit, tidur lebih awal tetap bisa dilakukan. Tidak ada salahnya mencoba. Namun jika Anda tidak ingin mencoba sesuatu yang pada akhirnya tidak akan berhasil, jika Anda tidak ingin mengambil risiko, sebaiknya Anda mengisi kekosongan yang hadir akibat jeda internasional dengan kegiatan lain. Kencan, misalnya.

Tidak perlu merasa tersinggung dan mengutuk "nyindir aja, lo!" karena Anda tidak memiliki pasangan. Percayalah, bujangan adalah sesuatu yang seharusnya dirayakan, bukan diratapi. Selama membujang siapapun dapat pergi ke mana saja sesuka hati; putar kembali lagu Bujangan yang dipopulerkan oleh Koes Plus jika Anda ragu.

Lain hal, kencan bukan aktivitas eksklusif bagi mereka yang memiliki pasangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kencan (kata kerja) adalah "janji untuk saling bertemu di suatu tempat pada waktu yg telah ditentukan bersama (antara teman, muda-mudi, kekasih)".

Maka berkencanlah. Atau tidak usah, jika Anda tidak mau repot. Mencari teman kencan bisa saja sama sulitnya dengan berusaha tidur lebih awal bagi mereka yang terbiasa tidur larut. Kebanyakan kawan Anda bisa jadi sudah memiliki keyakinan bahwa Anda, sama seperti pekan-pekan sebelumnya, pada pekan ini tidak memiliki waktu untuk mereka. Sangat mungkin mereka berpikir bahwa Anda akan sibuk dengan aktivitas menonton pertandingan sepakbola sehingga mereka lebih dahulu mengikat janji dengan orang lain.

Sepakbola, kadang, memang melahirkan dilema juga, sih: memilih antara mendukung kesebelasan kesayangan dan menonton sepakbola ataukah memilih berkencan dengan kekasih tercinta. Bahkan para hooligans pun sering mengalami dilema itu, kok.

Tapi bersyukurlah sedikit karena kita bukan warga Inggris. Di sana, jangankan berkencan, angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) justru meningkat drastis saat kesebelasan nasional Inggris bermain. Bahkan saat berlangsungnya Piala Dunia 2014, angka KDRT di Inggris melonjak hingga 80%. Ya, maklum saja, di Piala Dunia yang berlangsung di Brazil itu Inggris tak pernah menang sekali pun.

Tidur lebih awal bukanlah perkara mudah. Begitu pula dengan berkencan. Jika karenanya Anda lebih memilih untuk mengutuk jeda internasional yang membosankan, silakan. Mungkin memang itu fungsi jeda internasional: untuk dikutuk.

***

Tulisan di atas dibuat untuk hiburan semata. Tentunya ada banyak hal yang dapat dilakukan selain tidur lebih awal, berkencan (juga, tidur lebih awal dan menjalin janji dengan orang lain tidak sesulit itu, kok; maka tidak ada salahnya mencoba), dan menonton pertandingan sepakbola.

Lagipula mengapa kita harus mengutuk kehadiran jeda internasional yang memisahkan kita semua dengan rutinitas menonton pertandingan kesebelasan kesayangan? Bukankah, agar dapat tumbuh, rindu memang membutuhkan jarak dan waktu?

Selamat menjalani jeda internasional!

Komentar