Apa Kabar, Daniel Sturridge?

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Apa Kabar, Daniel Sturridge?

Seperti yang kita tahu, mimpi buruk Liverpool pada musim ini adalah hengkangnya Luis Suarez dan juga cederanya Daniel Sturridge. Soal Suarez, ada baiknya jika kita jangan berlarut-larut menangisi kepergiannya. Jadi, mari fokus saja pada Sturridge untuk sekarang ini.

Namun masalahnya, striker Inggris itu sudah tidak bermain sejak akhir Agustus karena cedera. Kemudian untuk ketiga kalinya musim ini, Sturridge mendekati apa yang fans Liverpool harapkan, yaitu kembalinya ia bermain.

Bukannya mau PHP alias memberi harapan palsu, tapi kenyataannya kita semua tidak ada yang tahu persis apa yang terjadi pada cederanya Sturrdige. Apakah ia benar-benar cedera? Cedera jenis apa? Bagaimana pengobatannya? Dan... Kapan ia bermain lagi?

Kunci jawabannya bisa Anda dapatkan di bawah ini, tapi mari kita runut saja.

Akhirnya setelah melalui serangkaian rehabilitasi yang dinilai sukses di Amerika Serikat, Sturridge diharapkan dapat kembali bermain untuk Liverpool akhir pekan nanti. Untuk membuktikan bahwa ini bukan sekedar PHP, ia sudah mulai berlatih di Melwood (markas latihan Liverpool) kemarin.

Rehabilitasi di Amerika Serikat

Jika para fans Liverpool harus mengucapkan rasa terimakasih, maka ucapan tersebut layak diberikan kepada Scott Schrimscher. Ia adalah otak dibalik rehabilitasi Sturridge untuk mendapatkan kembali kebugaran penuhnya.

Schrimscher, yang tinggal di Phoenix, Arizona, adalah pelatih pribadi Sturridge selama di Amerika Serikat. Anehnya, ia adalah pelatih fisik tim bisbol Boston Red Sox, bukan pelatih sepakbola.

Memang sangat langka untuk sebuah tim dari salah satu olahraga mengirim atlet untuk bekerja dengan pelatih dari tim dari olahraga yang sama sekali berbeda. Tapi ini bisa dipahami lantaran John W. Henry, yang merupakan pemilik Liverpool, juga adalah pemilik tim bisbol Red Sox.

Henry mungkin sudah mulai frustasi dengan kinerja tim medis di Eropa. Sturridge seolah-olah harus bolak balik ke ruang rehabilitasi beberapa bulan ini. Karena itu mungkin Henry sudah tidak lagi percaya dengan kinerja tim medis Eropa dan memilih untuk menerbangkan Sturridge ke Amerika Serikat.

Kemenangan 3-0 Liverpool atas Tottenham Hotspur di White Hart Lane pada 31 Agustus 2014 adalah pertandingan terakhir Sturridge. Dengan banyaknya penampilan mengecewakan Liverpool di awal musim ini, performa mereka memang selalu dikaitkan dengan cedera Sturridge.

Untuk menjawab pertanyaan apakah Sturridge benar-benar cedera, jawabannya tentu saja iya. Kemudian ia cedera apa, jawabannya ternyata adalah cedera paha dan betis.

Cedera tersebut membuatnya hanya bisa bermain 3 pertandingan saja musim ini. Padahal musim lalu, ia berhasil mencetak 21 gol dari 29 pertandingan.

Sturridge sempat mengatakan kepada para fans The Reds: “Seperti biasa, sesi yang melelahkan bersama Scott [Schrimscher]. Terimakasih untuk semuanya. Hari ini [berlatih] sangat keras. Orang ini adalah yang terbaik dalam pekerjaannya.”

Schrimscher adalah spesialis EXOS, atau tingkat kebugaran dan pemulihan kelompok elit, yang memiliki sembilan pusat kinerja elit di seluruh Amerika Serikat. Dia mengkhususkan diri dalam Movement Science di University of Michigan.

Dia mengatakan kepada Liverpool ECHO: “Daniel memiliki etos kerja yang luar biasa dan senang untuk bekerja dengannya. Dia adalah atlet kelas atas dan memiliki masa depan yang cerah.”

“Metodologi yang kami lakukan dengan Daniel didukung oleh empat pilar utama: pola pikir, gerakan, nutrisi, dan pemulihan. Ini adalah sistmen holistik yang terintegrasi untuk membantu pemain dari semua tingkat untuk meningkatkan kinerja mereka di lapangan.”

Akhirnya Brendan Rodgers bisa mulai tersenyum lagi.

“Kami berharap bahwa pada Januari ini ia akan kembali ke tim dan dapat membantu kami untuk mencapai sesuatu di paruh dua musim,” kata sang manajer.

“Kami sedang berusaha untuk menjaga jangka menengah sampai jangka panjang di sini, jadi dia tidak akan dibuat terlalu terburu-buru. Kami telah memantau situasi dan hal-hal terlihat baik. Mudah-mudahan ia bisa kembali secepatnya, tapi kami akan memastikan bahwa ia sudah benar-benar siap ketika ia kembali.”

Kenapa Sturridge begitu dieluk-elukkan?

Jangan heran kenapa Rodgers dan fans Liverpool sangat menantikan Sturridge. Liverpool yang sudah tanpa Suarez dan Sturridge musim ini, bagaikan melakukan remake film “Taxi Driver” tanpa Martin Scorsese dan Robert De Niro. Maka film kehilangan inspirasi dan visi.

Akibatnya, hal-hal yang membuat The Kop seperti memiliki prospek yang cerah pada musim lalu, menjadi sangat loyo di musim ini. Selama beberapa bulan Liverpool bisa dibilang tanpa ancaman menyerang.

Liverpool telah kehilangan seseorang dengan naluri alami seorang striker, seseorang yang bisa mengendus gol dari hanya dengan mengetahui di mana ia harus berdiri atau mengantisipasi bola muntahan.

Meski Liverpool memiliki Mario Balotelli, namun Ia dinilai kurang cocok dengan sistem Liverpool. Sementara Rickie Lambert juga dianggap telah gagal untuk menunjukkan dirinya bahwa ia bisa mencapai performanya di Southampton musim lalu.

Kemudian Fabio Borini yang banyak digembar-gemborkan pada akhir musim lalu, tetapi ia telah gagal untuk mengimbangi kenyataan bahwa dia tidak terlalu bagus untuk Liverpool. Terakhir, Lazar Markovic yang didatangkan pada awal musim ini yang juga masih belum menunjukkan permainan terbaiknya.

Jika dibandingkan di antara mereka semua dan juga dengan performa Sturridge pada musim lalu, kita bisa menemukan angka-angka di bawah ini.

Infografis_Sturridge

Mereka berempat dikombinasikan baru mencetak 4 gol. Ya, seluruh penyerang Liverpool selain Sturridge baru bisa mencetak 4 gol saja sampai pertengahan musim ini (termasuk di Liga Champions juga).

Jadi, kami bisa memahami bagaimana skeptisnya para fans Liverpool dengan lini depan mereka sendiri musim ini.

Sebaliknya, Sturridge dianggap bisa melengkapi pemain-pemain kreatif The Reds. Dia menghubungkan baik dan singkat, lewat permainan yang tajam dari Raheem Sterling. Ia juga bisa dimanjakan dengan operan Coutinho yang tumbuh subur.

Bermainnya Sturridge akan memungkinkan Liverpool untuk mendapatkan bola ke depan lebih cepat dan juga lebih sering. Jadi, dengan kembali berlatihnya Sturridge, fans Liverpool tahu persis apa yang akan mereka dapatkan. Yah, sambil melihat kembali foto paling atas sebagai buktinya, semoga saja ini bukan PHP lagi.

Infografis Oleh: Irfan Muhammad

Sumber gambar: Getty Images

Komentar