Akhir dari Gaji Buta Assou Ekoto

Cerita

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Akhir dari Gaji Buta Assou Ekoto

Mungkin hanya Assou Ekoto, satu-satunya pemain sepakbola yang secara terang-terangan mengatakan bahwa dia pindah ke suatu klub karena tawaran gaji yang lebih menggiurkan. Pemain asal Kamerun ini mengatakan hal demikian saat diwawancara soal kepindahananya dari RC Lens ke Tottenham pada tahun 2006.

Pada wawancara yang dilakukan oleh The Guardian tahun 2010 ini, sang pemain mengatakan, “Ini hanya sebuah pekerjaan, dan memang ini pekerjaan yang sangat baik. Aku tidak mengatakan bahwa aku membenci sepakbola, namun sepakbola bukan passion ku.”

“Martel (presiden klub RC Lens) mengatakan bahwa aku pergi ke Inggris karena uang. Memangnya apa seharusnya alasan seorang pemain pindah, karena baju tim tersebut terlihat menarik? Semua orang, ketika dia pergi untuk suatu pekerjaan, tentu saja karena uang dari pekerjaan tersebut,” tambahnya.

Memang tidak ada yang salah dari pernyataan Assou Ekoto tersebut. Sah-sah saja jika dia menjadikan uang sebagai pertimbangan utama dalam memilih klub. Hanya saja mungkin sebaiknya hal tersebut harus dibarengi dengan penampilan yang setimpal.

Di Tottenham Hotspurs memang Assou Ekoto sempat bersinar sebagai salah satu bek kiri papan atas Liga Inggris. 155 penampilan telah dicatatkan dan 4 gol telah disumbangkan pemain berambut gimbal ini selama 7 tahun bermain di Tottenham.

Hanya saja kemudian karirnya terus menurun. Pada musim 2012/2013 lalu, Assou Ekoto hanya menjalani 12 penampilan di Liga Inggris bersama Tottenham. Dan pada pertandingan terakhir Tottenham di musim itu, melawan Sunderland, menjadi pertandingan terakhirnya bersama Tottenham hingga kini.

Assou Ekoto sempat dipinjamkan ke Queens Park Rangers musim lalu. Namun setelah kembali ke Tottenham di awal musim ini, sang pelatih Mauro Pochettino, tetap tidak memasukan namanya ke dalam tim utama Tottenham. Sebenarnya ada beberapa tawaran dari beberapa klub yang tertarik untuk meminjam Assou Ekoto musim ini. Namun semua tawaran tersebut ditolak Assou ekoto.

Dari sini membuat hubungannya dengan sang presiden Tottenham, Daniel Levy, semakin buruk. Levy semakin beranggapan bahwa Assou Ekoto hanya ingin menerima gaji tanpa bekerja.

Bisa dikatakan bahwa sudah lebih dari 18 bulan Assou Ekoto tidak membela klub yang menggajinya ini. Sebanyak £40.000 atau sekitar atau lebih dari 700 juta rupiah setiap bulannya didapat Assou Ekoto tanpa sekalipun bermain.

Bahkan dikabarkan Assou Ekoto sudah tidak bergabung sesi latihan yang terpisah dengan tim utama Spurs. Assou Ekoto hanya berlatih bersama pelatih fisik untuk menjaga kondisi tubuhnya. Dengan situasi ini, Daniel Levy mengatakan bahwa bersedia melepas Assou Ekoto secara gratis kepada klub manapun pada bursa transfer Januari nanti.

Hanya saja masalahnya, klub mana yang mau membayar £40.000 atau lebih untuk pemain yang secara terang-terangan mengatakan tidak senang bermain sepakbola?

Komentar