Sepakbola itu Menarik, Tapi Golf Lebih Menjanjikan

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Sepakbola itu Menarik, Tapi Golf Lebih Menjanjikan

Martin Kaymer kini tengah menikmati kesuksesannya sebagai seorang pegolf profesional. Ia menjadi juara pada World Golf Championship 2011, dan peraih juara US Open yang dihelat Juni tahun ini. Salah satu pegolf terbaik Jerman ini, nyatanya memiliki antusiasme yang besar kepada sepakbola. Situs FIFA.com pun melakukan wawancara eksklusif terhadap pegolf berusia 29 tahun ini.

“Ada kesamaan (antara sepakbola dan golf): disiplin, konsentrasi, kesabaran, taktik, dan stamina adalah hal vital,” kata Kaymer mengawali pembicaraan. Menurutnya, tidak sedikit pesepakbola yang bermain golf sebagai hobi. Pun dengannya yang menjadikan sepakbola sebagai hobi. Ia menuturkan, baik golf dan sepakbola sebenarnya saling melengkapi satu-sama lain dengan jalannya masing-masing.

Awalnya, Kaymer menekuni golf dan sepakbola. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ia pun harus membuat keputusan demi karirnya, apakah memilih bermain bola atau menjadi pegolf profesional. Di usianya yang masih 14 tahun, ia pun memutuskan untuk mengikuti instingnya: bermain golf.

“Aku merasa akan lebih sukses di golf. Selain itu, aku tahu sebuah fakta bahwa golf adalah permainan individu. Aku adalah bos ku sendiri dan aku bisa memutuskan kapan dan di mana aku berlatih, dan turnamen seperti apa yang akan kudatangi,” ujar Kaymer.

Kedisiplinan menjadi hal paling penting dalam melakoni olahraga yang sifatnya individual. Selain itu, diperlukan motivasi yang lebih, karena prestasi ditentukan oleh tangan sendiri. Namun, olahraga individual memberikan atletnya kebebasan lebih.

Jelang Piala Dunia 2014, Kaymer sempat mendatangi kamp latihan timnas Jerman. Ia mendapat pelajaran besar bagaimana caranya pemain Jerman mampu menjalani kompetisi dengan performa stabil bahkan sempat membantai Brasil dengan skor fantastis 7-0. Ia mengetahui pasti bagaimana timnas Jerman benar-benar fokus pada dalam turnamen empat tahunan tersebut.

Kaymer pun memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemain. Setiap menang, ia selalu mengucapkan selamat kepada mereka. Begitu pula saat Kaymer menjuarai US Open, gantian mereka yang memberi selamat.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara, Kaymer pernah menyebut “sepakbola lebih nyaman dimainkan”. Menurutnya, ia mungkin tidak akan memenangkan kompetisi internasional, ataupun Piala Dunia. Namun, masih besar kemungkinan kalau ia bisa menjadi pesepakbola profesional, jika tidak mengambil pilihan sebagai pegolf.

“Aku cemburu dengan cara pesepakbola melakukan pekerjaannya. Tentu saja mereka harus berpergian, tapi sebagian besar waktunya dihabiskan di tempatnya tinggal dan di kota tempat klubnya bermarkas. Mereka pun tinggal bersama keluarga. Hal ini menjadi lebih rumit bagi kami, pegolf, karena turnamen penting biasanya diadakan di Amerika atau negara lain,” ucap Kaymer.

Jika menjadi pesepakbola, apa posisi yang diinginkannya? “Menjadi seorang penyerang. Thomas Mueller dan aku akan menjadi rekan yang mematikan,” ujarnya sembari tertawa.

Jelang pagelaran Ballon d’Or, Kaymer punya pilihan sendiri. Menurutnya, Manuel Neuer layak mendapatkan gelar tersebut. Neuer adalah pahlawan Jerman di Piala Dunia, ia pula yang memberikan sukses besear bagi Bayern Munich, klubnya.

Bukan cuma sepakbola yang dimainkan pria, tapi Kaymer juga memerhatikan sepakbola perempuan. Menurutnya, Federasi Sepakbola Jerman telah menerapkan pembinaan yang intensif, karena timnas Jerman menjadi yang salah satu yang terkuat dalam peta persaingan sepakbola perempuan.

Tahun depan, ia ingin mendapatkan lebih banyak gelar, dan tentu saja harapannya tersebut sejalan dengan prestasi sepakbola Jerman yang lebih baik lagi.

Baca juga: Footgolf: perpaduan sepakbola dan golf

Sumber gambar: dailymail.co.uk

Komentar