Badai Cedera Bukan Alasan Keterpurukan Dortmund

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Badai Cedera Bukan Alasan Keterpurukan Dortmund

BV Borussia Dortmund saat ini tengah berada di posisi ke-14 di tabel klasemen sementara Bundesliga. Bukan tempat ideal untuk mereka, mengingat Dortmund adalah penantang terkuat untuk dominasi FC Bayern Munich di kasta tertinggi persepakbolaan Jerman dalam beberapa tahun belakangan.

Dalam empat musim kebelakang, Dortmund tak pernah lepas dari dua besar Liga Jerman. Pada musim 2010/11 dan 2011/12, mereka bahkan mampu meraih gelar juara Bundesliga. Di Eropa mereka juga berjaya. Final Liga Champions 2013 berhasil mereka capai setelah mempecundangi Real Madrid, klub tersukses di kejuaraan tersebut, di semifinal.

Namun Dortmund yang sekarang nampak begitu berbeda. Di Eropa mereka memang tetap gemilang. Arsenal dikalahkan 2-0 di pekan pembuka Grup D. Kemenangan meyakinkan 3-0 dibawa pulang dari lawatan ke kandang Anderlecht. Tapi di Bundesliga, Dortmund begitu terseok-seok.

Dari posisi ke-17 di pekan pertama, Dortmund merangkak naik pada dua pekan setelahnya. Mereka naik ke posisi keempat (posisi terbaik mereka sejauh ini di musim 2014/15) via peringkat kedelapan. Di Spieltag kelima mereka sempat jatuh ke posisi 10 untuk kemudian naik lagi ke posisi kedelapan sepekan berselang.

Setelahnya, mereka terjun bebas. Kekalahan dalam laga bertajuk Revierderby di kandang Schalke membuat Dortmund harus rela menduduki posisi ke-12. Pekan demi pekan, posisi Dortmund terus merosot hingga kini mereka berada di posisinya sekarang.

“Ah, santai saja. Baru juga delapan pekan. Judge us in May,” tidak bisa menjadi pembelaan. Di waktu yang sama pada musim lalu, Dortmund mampu menduduki peringkat kedua berkat enam kemenangan dan satu hasil imbang. Dua puluh satu gol berhasil mereka cetak dalam delapan laga, dan gawang mereka hanya kebobolan sebanyak tujuh kali.

Posisi Dortmund pada pekan kedelapan di musim 2012/13, 2011/12, dan 2010/11 juga tak pernah seburuk sekarang. Pada musim 2010/11 mereka bahkan bercokol di puncak klasemen dengan raihan poin 21. Tapi kini, Dortmund hanya berhasil meraup 7 angka dari delapan laga perdana.

Sejauh ini Dortmund sudah menelan lima kekalahan. Padahal, sepanjang musim 2010/11 dan 2011/13, saat Dortmund menjadi juara, mereka hanya kalah sebanyak tiga kali setiap musimnya. Di musim 2012/13 saja (ketika Dortmund gagal menjadi juara) mereka hanya kalah sebanyak enam kali dalam 34 pertandingan.

Badai cedera yang menimpa para pemain utama seperti kapten Mats Hummels, wakil kapten Marco Reus, gelandang andalan Ilkay Gundogan, dan beberapa pemain lainnya disebut-sebut sebagai alasan dibalik buruknya performa Dortmund di awal musim.

Sampai titik tertentu, hal tersebut dapat diterima. Namun kini alasan itu sudah tidak valid lagi. Di laga melawan FC Koeln, pertandingan teranyar Dortmund, Hummels, Reus, dan Gundogan sudah dapat kembali bermain bersama. Shinji Kagawa, si anak emas yang telah pulang, juga bermain sejak menit pertama di laga yang sama. Tapi Dortmund tetap kalah.

“Cerita hari ini kurang lebih sama dengan kisah dari beberapa pekan kebelakang. Saya merasa bahwa kami tidak memiliki apa yang kami butuhkan di semua posisi,” ujar direktur olahraga Dortmund, Michael Zorc, sebagaimana dikutip oleh situs resmi Bundesliga.

Lebih lanjut, Zorc menyebutkan bahwa para pemain andalan terus menerus melakukan kesalahan besar yang berakibat fatal. Jika sudah begini, tak bisa lagi cedera disalahkan dan disebut-sebut sebagai biang kerok di balik start terburuk Dortmund dalam tujuh tahun terakhir.

Komentar