Hubungan "Spesial" Antara Pemain dan Manajer

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor at Pandit Football Indonesia, head of content at Box2Box Football, podcaster at Footballieur, writer at Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Hubungan

Kebalikannya: Manajer Favorit Pemain

Beberapa pemain gemar mengikuti jejak seorang manajer karena mereka juga merasa cocok dengan si bos. Tetapi memang dasar hukum sepakbola kadang tidak merestui hubungan seperti ini. Biar bagaimanapun manajer lah yang menentukan untuk membeli pemain dan menjadikannya favorit atau tidak.

Junior Lewis adalah contoh abadi dari kasus yang memiliki kategori "manager's player" dan "player's manager". Ia sampai dibeli enam kali sebagai pemain (Dover Athletic, Gillingham, Leicester City, Brighton, Hull City, dan Stevenage Borough) dan didatangkan dua kali sebagai staf pelatih (Wycombe Wanderers dan Bradford City) oleh Peter Taylor.

Mungkin karena hal di atas, ia adalah salah pemegang rekor dunia. Tidak ada yang tahu pasti.

Berdasarkan wawancara kepada FourFourTwo, Lewis mempercayai bahwa ini bisa terladi lantaran Taylor melihat sosok mudanya dulu pada diri Lewis. "Kami sama-sama berkaki kidal tetapi memiliki kaki kanan yang bagus juga, kami juga sama-sama mengandalkan trik yang sama, yaitu berpura-pura akan melakukan umpan silang, namun malah membawa bola kembali ke kaki kanan. Saya sekali melihat video saat ia bermain, saya melihat diri saya ada dalam dirinya, dan sebaliknya".

"Ia mempercayai saya. Saya juga merasa cocok dengan filosofinya. Ia bisa membuat saya memainkan permainan terbaik saya. Tetapi saya memang tidak selalu berasumsi bahwa ketika ia pergi, ia akan membawa saya juga. Ketika ia berada di Leicester, saya berharap ia memanggil saya, tetapi ternyata saya tidak mendengar kabar darinya untuk waktu yang lama."

Ada beberapa syarat agar pemain menjadi favorit manajernya, antara lain memiliki kualitas yang unik yang tidak semua orang miliki. Seperti Lewis, meskipun ia bukan lah bintang dunia, tetapi ia bermain sebagai gelandang bertahan yang memiliki dua kaki yang sama-sama bagus. Tidak banyak pemain sepertinya pada masa tersebut.

"Peran saya di bawah Taylor tidak pernah menimbulkan perdebatan. Saya bermain di posisi dimana tidak ada orang lain yang berposisi yang sama dengan saya", tutup Lewis.

Firman_Dollo

Salah satu contoh kasus dari Indonesia juga menunjukkan hal demikian. Tetapi alih-alih karena melihat sosok lama pada dirinya, Benny Dollo menjadi manajer favorit Firman Utina, dan sebaliknya, Firman menjadi pemain favorit Bendol, lantaran kedekatannya karena sama-sama berasal dari Manado.

Sebelum menjadi pemain profesional, Firman sempat mengawali karier di klub semi-profesional, Persma Junior. Klub ini adalah salah satu tim semi-profesional yang ada di daerah Manado yang pada saat itu diasuh Bendol.

Dengan progres Firman yang terus meningkat, membuat Bendol tidak ragu dengan kemampuannya. Bendol pun akhirnya bertekad untuk selalu mengikutkannya di mana pun ia menjadi pelatih tim sepakbola, terutama ketika Bendol menjadi pelatih Persita Tangerang (2002-03 dan 2007-08), Arema Malang (2005-06), Persija Jakarta (2009-10), dan juga ketika ia menjadi pelatih tim nasional Indonesia (2008-10).

"Saya akan selalu terima masukan positif dari orang lain. Terutama om Benny Dollo, karena pertama dipegang sama om Benny. Latihan yang diberikan sangat keras, tidak mengajarkan lemah, tapi dia mengajarkan mental yang keras," kata pemain yang memiliki nomor punggung favorit 15 ini melalui sebuah wawancara kepada situs resmi klub Persib Bandung.

Gelandang andalan Persib ini mengaku masih ingat betul petuah yang disampaikan pelatih yang karib disapa Bendol ini saat pertama merumput di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Di mana usaha dan tekad ada dalam diri pemain, pelatih hanya membantu saja.

"Ia bilang, saya sudah memberikan jalan buat kamu. Kamu sendiri yang harus tahu, kamu sendiri yang bersaing dan bermain di level berikutnya," kenangnya.

Jadi kesimpulan sementaranya adalah, hubungan "spesial" ini bisa berlangsung dengan "cinta yang bertepuk sebelah tangan", namun hanya jika manajer saja yang "mencintai" sang pemain. Tidak sebaliknya.

Berikutnya: Persahabatan yang Aneh Antara Pemain dan Manajer

Komentar