Para Pencetak Gol ke Mantan Klub

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor at Pandit Football Indonesia, head of content at Box2Box Football, podcaster at Footballieur, writer at Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Para Pencetak Gol ke Mantan Klub

Emmanuel Adebayor melawan Arsenal (Manchester City 4-2 Arsenal, 12 September 2009)

Emmanuel Adebayor tahu betul cara membuat jengkel mantan timnya. Pada Bulan September 2009, City menjamu Arsenal di Etihad Stadium.

Ia merasa gol sundulannya yang luar biasa belum cukup untuk membuat Arsenal menyesal. Striker asal Togo ini kemudian berlari sepanjang sisi lapangan hanya untuk menghampiri tribun fans Arsenal dan merayakan gol dengan penuh keangkuhan.




Adebayor v Arsenal goal celebration by Foxy81

Gabriel Batistuta melawan Fiorentina (AS Roma 1-0 Fiorentina, 27 November 2000)

Batistuta dikenal dengan permainannya yang penuh tenaga. Tendangan kencangnya seringkali menjadi sumber bencana bagi lawan. Tubuhnya yang besar dengan kecepatannya yang tidak buruk, membuat Batistuta akan sangat sulit untuk dihadang oleh lawan. Namun siapa sangka dibalik sosoknya yang sangat kuat ini Batistuta memiliki hati yang lembut.

Batitstuta membela Fiorentina selama 8 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, Fiorentina sempat terdegradasi ke Serie B pada tahun 1993. Hal ini tidak membuat Batistuta pindah ke klub lain. Padahal dengan 16 gol yang dicetaknya pada musim tersebut, mudah saja bagi Batistuta untuk pindah ke klub besar jika dia mau.

Batistuta akhirnya mencetak 168 gol untuk Fiorentina, sebelum dia menerima tawaran AS Roma pada tahun 2000. Dan hari yang berat itu pun tiba.

AS Roma harus berhadapan dengan Fiorentima di Stadion Olimpico. Skor masih 0-0 hingga pertandingan tidak menyisakan pertandingan tinggal menyisakan beberapa menit. Namun satu tendangan voli Batistuta akhirnya mengubah papan skor.

Tendangan andalan yang 8 tahun sebelumnya menjadi mesin gol bagi Fiorentina, kini justru menjadi penyebab kekalahan Fiorentina. Francesco Toldo yang berada di bawang mistar gawang sama sekali tidak bisa membendung tendangan keras mantan rekan setimnya tersebut.

Batistuta yang baru saja menjadi penyebab kekalahan klub yang dicintainya, tidak bisa membendung air matanya.  Batistuta hanya bisa tertunduk sebelum akhinya meneteskan air mata setelah mencetak gol yang sangat spektakuler tersebut. Rasa cintanya kepada Fiorentina masih sangat dalam meski dia sudah bereragam AS Roma.



Denis Law melawan Manchester United (Manchester United 0-1 Manchester City, 27 April 1974)

Denis Law adalah seorang legenda Manchester United. Ia juga menjadi semakin "melegenda"  ketika ia berhasil mencetak salah satu gol yang paling menimbulkan perdebatan sepanjang sejarah Liga Inggris.

Law kembali ke Old Trafford bersama Manchester City pada pertandingan terakhir di musim 1973-74. Dengan briliannya ia mencetak gol penentu kemenangan dengan sebuah backheel yang juga membuat mantan timnya tersebut terdegradasi ke divisi dua.

Meskipun ia tidak mau merayakan golnya tersebut, gol ini menjadi momen yang ikonik untuknya. Dalam wawancara yang dilakukan oleh Daily Mail pada tahun 2000, Dennis Law mengatakan bahwa dia sangat tidak senang ketika itu. Dia tidak pernah mengharapkan hal tersebut terjadi. Dan Sulit baginya untuk melupakan kenangan buruk tersebut.



Bambang Pamungkas melawan Persija Jakarta (PBR 2-2 Persija, 17 Februari 2014 dan Persija 1-1 PBR, 14 Agustus 2014)

Bambang Pamungkas dan Persija jakarta memang sudah memiliki ikatan yang luar biasa. Pemain yang akrab disapa bepe ini membela Persija sejak tahun 2000-2005. Dua tahun Bepe pindah ke klub Malaysia, Selangor FC sebelum kembali mengenakan seragam oranye tahun 2007 hingga 2012.

Bepe sempat memilih untuk vakum dari sepakbola dan tidak menerima tawaran dari klub manapun selama satu tahun. Namun akirnya, pada tahun 2013 penyerang andalan tim nasional di  tahun 2000an ini menerima tawaran Pelita Bandung Raya.

Tidak diduga, penampilan Bepe yang masih tetap cemerlang di usianya yang sudah memasuki 34 tahun bersama Pelita Bandung Raya, justru menjadi penyebab gagalnya Persija untuk lolos ke delapan besar.

Bepe berhasil mencetak gol ke gawang Persija saat bermain kandang maupun tandang. Dua gol dicetak saat Pelita Bandung Raya menjamu Perija, serta satu gol saat bermain di Jakarta.

Saat pertemuan pertama, rasa canggung terlihat dari Bepe setelah mencetak gol ke mantan klubnya tersebut. Bepe hanya berjalan sambil menunduk tanpa banyak eksresi setelah melepaskan tendangan ke gawang Persija. Pada gol kedua, Bepe tetap tidak merayakan gol yang dicetaknya. Namun kali ini dia lebih terlihat bersemangan menyambut ucapan selamat dari teman-temannya.

Saat pertemuan kedua di Jakarta, Bepe tetap tidak mau merayakan golnya ke gawang Persija. Setelah melepaskan satu sundulan keras ke gawang Andritany, Bepe hanya menjatuhkan badannya ke tanah dalam posisi tengkurap. Dia hanya dia ketika kawan-kawannya datang menghampiri dan memberikan selamat. Bepe kemudian hanya terbangun dan mengangkat jarinya ke langit tanda rasa terimakasihnya kepada tuhan.





Komentar