Di Liga Inggris Juga ada Suporter Bayaran

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Di Liga Inggris Juga ada Suporter Bayaran

“La la la ye ye ye”

Masih ingatkah Anda dengan “chant” sebuah acara musik pagi? Ya, chant memalukan tersebut ternyata tidak didengungkan dengan sukarela oleh para penonton. Mereka melakukannya karena dibayar!

Ternyata hal seperti ini juga dilakukan manajemen Hull United. Bukan, ini bukan tim yang dikalahkan susah payah oleh Arsenal di final Piala FA. Hull United adalah klub yang bermain di Humber Premier League, atau kasta ke sebelas dalam piramida sepakbola Inggris.

Manajemen klub yang bermarkas di Dene Park ini, akan membayar suporter yang akan menonton ke stadion. Tidak besar memang, hanya dua poundsterling per orang.

Pemilik sekaligus manajer Hull United, Jamie Waltham mengatakan ide ini bukan gimik belaka, tapi lebih dari pada itu tersimpan maksud lain. “Saya akan membayar Anda untuk datang dan menyaksikan klub sepakbola saya,” tuturnya, “Secara jelas, ini memberikan kami publisitas yang besar.”

Dari “promo” tersebut, sekitar 481 penonton hadir di Dene Park. Dalam partai menghadapi Hedon Rangers tersebut, Hull United menang 4-1.

Tidaklah mudah di Inggris jika ingin membentuk tim baru, dan bercita-cita berlaga di Premier League. Dengan piramida kompetisi yang panjang dan rumit, membuat itu semua sepertinya menjadi mustahil. Di balik itu semua, apa yang dilakukan Waltham ini ternyata sudah dipikirkan masak-masak. Melihat fenomena mahalnya tiket untuk menyaksikan partai Premier League, membuat fans butuh sajian alternatif.

“Reaksi yang kami dapatkan sangat luar biasa. Sejumlah orang yang hadir dan mendukung kami benar-benar mendorong kami. Hull menyajikan tim non liga yang kuat dan melihat pertandingan yang hanya berlangsung tujuh pekan, kami sudah memulai langkah awal yang baik.”

Para penonton bayaran pun terkesima dengan permainan Hull United. Salah satunya Carl Smith. “Banyak orang seharusnya menyaksikan partai non liga. Jika Anda fans Chelsea, mereka membebani Anda dengan tiket seharga 50 pounds. Hal serupa juga terjadi jika Anda akan menyaksikan pertandingan Hull City,” ujarnya.

Salah seorang penjaga pintu, Amber Barnwell terkejut dengan kehadiran para penonton ini. “Setidaknya sudah ada sekitar 250 orang yang datang. Aku seharusnya mencegat orang-orang yang akan masuk ke stadion dam meminta alamat email mereka. Tapi sudah banyak orang yang mengantri, sehingga aku harus menghentikannya.”

Barnwell menganggap orang-orang yang datang bukan karena uang. Ini karena saat ia memberikan dua pounds, banyak dari mereka yang kebingungan. Tidak sedikit pula yang mengembalikan uang tersebut karena mereka datang bukan untuk uang.

Manajemen klub sendiri mulai berpikir untuk meningkatkan “promo” tersebut. “Jika kami memberi mereka dua pounds, tapi mereka menghabiskan enam atau tujuh pounds untuk sampai ke sini, ini adalah hal yang baik untuk kami.”

Di Inggris, tidak sedikit orang yang menyaksikan pertandingan di kasta bawah. Banyak yang menganggap wajah sepakbola Inggris yang sebenarnya ada bukan di Premier League, tapi di kasta bawah.

Setelah menyaksikan partai tersebut, tidak sedikit yang berkomentar bahwa mereka akan datang lagi untuk menyaksikan pertandingan Hull United. Terlebih, klub tersebut bisa dibilang dikelola dengan matang, dan dihuni pemain yang kuat. Lama situs pun sudah dikelola dengan baik. Termasuk dengan tarif papan iklan di setiap pertandingan.

Apa yang dilakukan Hull United memang unik. Para penonton yang datang bukan karena memburu uang, tapi karena penasaran. Tidak sedikit dari penonton yang menghabiskan hingga enam pounds untuk transportasi menuju Dane Park, tapi mereka tidak komplain. Malah, sebagian warga Hull ini bangga karena mereka punya klub kuat dan tentu saja dihuni oleh para pemain lokal.

Sumber gambar: hulldailymail.co.uk

Komentar