Inovasi Taktik Kolev Perburuk Tren Negatif Home United

Berita

by Gilang Dejan (Gilde)

Gilang Dejan (Gilde)

Mengeja dan Menulis Sepakbola.

Inovasi Taktik Kolev Perburuk Tren Negatif Home United

Langkah Persija Jakarta menuju markas Home United di ajang Liga Champions Asia 2019 agak terhuyung-huyung akibat persoalan International Transfer Certificate (ITC) beberapa pemain barunya. Apalagi di pertemuan sebelumnya pada ajang Piala AFC 2018 mereka kalah 1-3 dari Home United. Faktanya Andritany cs berhasil menaklukkan kubu tuan rumah dengan skor 3-1 pada laga yang digelar Selasa (5/2).

Kepala pelatih Persija, Ivan Kolev, memulai laga dengan formasi dasar 4-3-3, meski pada implementasinya mereka berkamuflase dengan dua penyerang. Pusat pertahanan diisi oleh duet lokal, Ryuji Utomo dan Maman Abdurrahman. Jaimerson Silva yang dipinjam dari Madura United bersama Alberto Goncalvers masih menjalani skorsing akumulasi kartu merah di Piala AFC tahun lalu.

Dany Saputra di posisi bek kiri dan Fitra Ridwan di lini tengah jadi inovasi lain pelatih anyar berpaspor Bulgaria ini. Sebagai permulaan, apa yang dicoba Kolev layak diapresiasi. Termasuk pilihan menduetkan Marko Simic dan Beto Goncalves yang notabene merupakan penyerang yang punya karakteristik serupa: penyelesaian akhir.

Dengan dua penyerang jangkung di depan, Persija kerap mengirim umpan silang melambung. Polanya hampir sama seperti musim lalu, Riko Simanjuntak masih jadi pionir serangan tim. TDengan penetrasi Riko para pemain lawan jadi mudah terpancing untuk melakukan pelanggaran. Pelanggaran pada Riko ini juga yang berbuah tendangan bebas berujung gol. Umpan Fitra Ridwan yang dialamatkan pada dua penyelesai akhir Persija salah diantisipasi oleh pemain belakang lawan Wai Loon di menit ke-9.

Setelah gol tersebut Home United kesulitan mengembangkan permainan. Isaka Cernak dan Song Ui-Young yang biasa menjadi tumpuan serangan tim gagal memecah kebuntuan yang ada. Sementara Persija makin leluasa mendikte permainan lawan karena Home United cepat kehilangan bola.

Di sisi lain, Sandi Sute seolah bertarung sendirian pada laga ini. Fitra Ridwan dan Ramdani yang diplot menggantikan Renan Silva dan Rohit Chand belum betul-betul fasih menjaga kedalaman. Kedua pemain ini kerap terlambat mundur membantu satu gelandang, baik saat diisi Sandi Sute maupun Tony Sucipto pada babak kedua. Peluang-peluang yang dihasilkan Home United bermula dari keleluasaan para pemain mereka di area sekitar satu gelandang bertahan Persija. Gol yang dicetak Song Ui-Yong di menit ke-43 juga tidak terlepas dari kelalaian sektor gelandang tengah dan bek kiri yang menciptakan ruang bagi lawannya.

Rotasi Tiga Gelandang

Pada babak kedua, Kolev merombak tiga gelandangnya dengan interval waktu yang berbeda-beda. Tony Sucipto menggantikan Sandi Sute di menit ke-46, Fitra Ridwan digantikan oleh Yan Nasadith menit ke-71, dan Septinus Alua mengganti Ramdani Lestaluhu 11 menit jelang pertandingan usai.

Tony Sucipto yang biasanya beroperasi di sektor bek kiri ditugaskan menjaga kedalaman sebagai gelandang jangkar. Bisa jadi pertimbangan posisi natural Tony memengaruhi keputusan Kolev. Kemampuan tersebut diharapkan bisa menjaga ruang di sektor kiri yang kerap ditinggalkan Dany Saputra. Untuk masuknya Septinus dan Nasadith lebih kepada penyegaran kondisi fisik. Ramdani sejak pertengahan babak kedua mengalami kelelahan otot dan beberapa kali meminta perawatan.

Di babak kedua Home United berupaya mengendalikan permainan, beberapa kali mereka berhasil menciptakan peluang. Berbeda dengan babak pertama, Home United mulai berani memegang bola lebih lama dan mampu keluar dari tekanan.

Persija cukup bersabar menunggu lawannya melakukan kesalahan. Lantas berawal dari Dany Saputra yang berhasil menggagalkan serangan Home United, counter attack cepat lewat tiga sentuhan umpan dilakukan sebelum akhirnya bola menemui Riko Simanjuntak yang melakukan sprint dari sisi kanan dan mengirim umpan ke kotak penalti. Beto menyelesaikan rangkaian counter dengan kepala untuk mengubah kedudukan menjadi 1-2.

Kembali tertinggal, membuat F. Abdul Hameed dkk menaikkan tempo serangan. Namun kelugasan Tony Sucipto sebagai penjegal serangan lawan membuat beberapa serangan yang dibangun Home United tidak mengalir dengan baik. Terlebih lagi Nasadith dan Septinus telah memasuki lapangan. Lini tengah Persija jadi lebih terisi ketika trio poros gelandang ini masuk karena ketiganya bertipikal gelandang bertahan.

Perubahan tiga poros gelandang ini jadi bagian penting dari taktik Ivan Kolev di pertandingan ini. Selain mengubah pola permainan dari penguasaan bola menjadi lebih mengandalkan counter attack, Kolev juga menyeimbangkan permainan dengan cara menjaga kedalaman tim. Gol tambahan di menit ke-84 tercipta lewat perubahan skema tersebut Serupa dengan gol kedua, Riko dengan kecepatan tinggi jadi otak serangan yang mengirim bola ke Marko Simic dan mengubah papan skor menjadi 1-3.

Duet Lini Beto-Simic Saling Mengisi

Tak butuh waktu lama bagi Beto untuk bisa menyatu dengan skema permainan Kolev. Berduet dengan Simic, aksi kedua penyerang Persija di pertandingan ini seperti sebuah hafalan tersendiri. Jika Simic menahan/menerima bola maka Beto akan bersiap menerima backpass dan menyelesaikan peluang. Pun sebaliknya.

Musim lalu, Simic diapit oleh penyerang sayap berkecepatan tinggi seperti Riko dan Novri Setiawan. Di bawah arahan Kolev, Simic tak sesederhana musim lalu sebagai penyelesai serangan saja. Kini dia difungsikan untuk lebih bergerak liar dan menahan/menyentuh bola lebih banyak lagi. Hal tersebut juga berlaku bagi Beto yang harus terlibat dalam skema serangan dari lini kedua.

Kolev agaknya memahami betul kelebihan dua striker yang dimilikinya. Beto merupakan striker yang tak muda lagi, namun pengalamannya dalam memposisikan diri juga insting golnya yang tajam menjadi pelengkap darah segar yang dimiliki Simic dan Riko ketika tengah menguasai bola.

***

Kemenangan Persija seolah menegaskan jika Persija masih konsisten mempertahankan statistik apik di Liga 1 2018. Persija sebagai raja tandang, pertahanan terbaik, spesialis gol pembuka, dan umpan silang mematikan yang jadi ciri khas musim lalu. Tiga gol yang disarangkan ke gawang Home United jadi penguat awal bahwa catatan statistik tim paling banyak mencetak gol lewat sundulan (18 gol) masih dipertahankan.

Persija sendiri memperpanjang catatan buruk Home United. Dalam empat laga terakhir, Home United mendapat hasil minor. Mereka kalah dari Johor Darul Takzim (JDT) dengan skor 0-5 pada (11/1), takluk 1-3 dari Felda United (19/1), dikalahkan Selangor FA 1-3 (22/1), dan kembali menelan kekalahan telak 0-4 dari Kedah FA (26/1).

Perjalanan Persija di Liga Champions Asia 2019 ini belum usai. Mereka masih harus menghadapi Newcastle Jets pada Selasa (12/2) mendatang. Selain itu, Kashima Antlers akan jadi lawan terakhir yang harus dikalahkan Persija untuk bisa mencapai babak grup Liga Champions Asia 2019.

Komentar