Anfield dan Klopp adalah Mimpi Buruk City dan Pep

Berita

by redaksi

Anfield dan Klopp adalah Mimpi Buruk City dan Pep

Liverpool dan Manchester City akan saling berhadapan pada lanjutan Liga Primer Inggris 2018/19 pekan ke-8. Laga yang digelar Minggu (07/10) tersebut akan berlangsung di markas Liverpool, Stadion Anfield. Buat Pep Guardiola, manajer Manchester City, Anfield adalah mimpi buruk karena timnya sulit menang.

Sudah tiga kali Pep yang menukangi City bertandang ke Anfield. Debutnya di Anfield berakhir kekalahan 0-1 pada 2016. Kemudian dua kali bertandang ke Anfield pada 2017/18 di ajang Liga Primer Inggris dan Liga Champions pun kembali berakhir kekalahan untuk Man City, dengan skor 3-4 dan 0-3.

Guardiola tahu betul atmosfer Anfield bisa membuat Liverpool tampil "kesetanan". Apalagi Anfield dan Liverpool sedang berkolaborasi dengan pelatih yang paling sering mengalahkannya, Juergen Klopp. Dari 14 kali bertemu, Pep hanya menang 5 kali, sementara Klopp menang 8 kali.

"Dia [Klopp] adalah orang yang akan selalu berusaha bermain menyerang, tanpa takut, sangat berani, apalagi mereka bermain di Anfield. Kami harus bermain bertahan, tapi saya tidak akan menjadikan tim saya yang menunggu apa yang terjadi untuk bereaksi," kata Pep pada Januari 2018, dikutip Telegpraph, di mana kemudian City kalah 3-4.

Kali ini, Pep pun kembali menyiapkan City dengan pertahanan yang kuat. Bahkan ada kesan ia akan mewajarkan jika tim asuhannya kalah lagi dari Liverpool-nya Klopp.

"Kami harus bertahan tapi bukan berarti kami akan memainkan permainan yang membosankan. Kami tetap akan menjadi kami sendiri. Jika kami kalah, maka selamat untuk Juergen [Klopp], kami akan berusaha meningkatkan kualitas kami lagi," tutur Pep pada Guardian jelang pertemuan ke-15 nya dengan Klopp.

"Mereka punya banyak senjata untuk menyerangmu. Mereka ahli dalam memanfaatkan kesalahan-kesalahanmu. Mereka kesebelasan top dan kandidat kuat (juara). Mereka layak mendapatkan apa yang sudah mereka dapatkan saat ini," kata Pep pada wawancara lain.

Sebenarnya bukan hanya Pep yang belum sanggup menang menaklukkan Anfield, City pun nyatanya punya sejarah buruk di stadion berkapasitas 54 ribu penonton tersebut. Terakhir kali City menang di Anfield terjadi pada Mei 2003 lalu, ketika lini depan mereka masih diisi oleh duet Nicolas Anelka dan Robbie Fowler.

Sudah 15 tahun City masih belum bisa merayakan kemenangan lagi di Anfield. City seolah sudah dikutuk untuk selalu tak menang di Anfield. Pep tahu itu. Tapi ia percaya bahwa akan tiba saatnya City bisa menghentikan catatan buruk tersebut.

"Saya tidak percaya untuk hal-hal seperti itu (kutukan). Tapi kemenangan terakhir City yang terjadi 15 tahun lalu itu tentu mengindikasikan bahwa di beberapa hal akan sangat sulit dan rumit kala bermain di sana [Anfield]. Tapi sebuah rekor ada untuk dipecahkan," kata Pep.

Lantas apakah sekarang akan menjadi momen bagi City menghentikan rekor buruk di Anfield? City dan Liverpool saat ini sama-sama sedang meraih 19 poin, terbaik sementara di Liga Primer, hasil 6 menang dan 1 imbang (tanpa kalah). City lebih unggul karena produktivitas gol: 21 gol berbanding 15, keduanya sama-sama kebobolan 3 kali. Pep dan City tentu tak mustahil untuk menang kali ini; selama Anfield tak mengeluarkan "sihir"-nya untuk memperpanjang kutukan pada Pep dan City.

Baca juga:

Urusan Mengalahkan Pep, Klopp Jagonya

Meredam Agresivitas Winger Liverpool dengan 4-4-2

Komentar