Ada Argentina dalam Kemenangan Nigeria

Berita

by Agung Putranto Wibowo

Agung Putranto Wibowo

hidup di sebuah negeri yang rakyatnya jago main sepakbola, tapi tidak pandai mengurusnya.

Ada Argentina dalam Kemenangan Nigeria

Ketika berhadapan dengan Islandia di Volgograd Arena pada pertandingan kedua Grup D (23/6), Nigeria tampil jauh lebih baik dibanding laga perdana. John Obi Mikel dan kolega sadar bahwa mereka wajib meraih tiga poin demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Di sisi lain, Islandia juga butuh poin penuh mengingat di laga perdana mereka hanya bermain imbang 1-1 lawan Argentina.

Begitu sepak mula dilakukan, kedua tim tampak berhati-hati. Bola mengalir lambat. Kedua kesebelasan lebih sering mengolah bola untuk menjaga penguasaan, alih-alih untuk membangun serangan. Alhasil peluang terbaik pada babak pertama lahir dari situasi bola mati. Adalah Gylfi Sigurdsson yang tendangan bebasnya masih sanggup ditepis Francis Uzoho pada menit ke-2.

Jika babak pertama bisa dibilang membosankan, maka babak kedua ceritanya sungguh sangat berbeda. Ketika babak kedua baru berjalan beberapa detik, Oghenekaro Etebo sudah melakukan tembakan ke arah gawang Islandia. Entah apa yang dikatakan pelatih Gernot Rohr kepada para pemain Nigeria di ruang ganti. Satu hal yang pasti, tim berjuluk Elang Super itu menjadi lebih berbahaya di babak kedua.

Kalau tembakan pertama Nigeria pada babak kedua berhasil ditangkap penjaga gawang Hannes Halldorsson, maka tembakan kedua berhasil merobek jala Islandia. Terima kasih kepada Ahmed Musa yang memecah kebuntuan pada menit ke-48.

Berawal dari serangan balik, Musa menerima umpan Victor Moses dengan cara yang sangat cantik. Ia melakukan satu sentuhan yang tidak terduga. Laju bola yang sempat terhenti oleh sentuhan tersebut lantas menjadi peluang emas yang segera diakhiri dengan tembakan kaki kanan. Musa menendang tanpa ada gangguan. Skor 1-0 untuk Nigeria.

Unggul 1-0 tidak membuat Nigeria mengendurkan serangan. Menit ke-56, upaya dari Wilfried Ndidi nyaris menggandakan skor. Bola yang ditembak dari luar kotak penalti mengalami defleksi dan meluncur deras ke gawang Islandia. Namun Halldorsson masih mampu menepis bola sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Sekitar 20 menit kemudian, Musa kembali menjebol gawang Islandia. Proses gol kedua tak kalah ciamik dengan gol pertama. Menerima bola lambung dari bek Nigeria, Musa mengambil sekaligus mengendalikan bola tanpa mengambil langkah. Lantas dia berlari sekuat tenaga menuju gawang lawan. Dalam adu kecepatan di sisi kanan pertahanan Islandia, pemain bernomor punggung 7 itu mengalahkan Kari Arnason.

Mengetahui bahwa gawangnya kembali dalam bahaya, Halldorsson coba menghentikan laju Musa yang sedang menggiring bola. Namun apa daya, penjaga gawang yang juga sutradara itu berhasil digocek Musa. Seperti halnya sebuah film, hari itu Musa berperan sebagai antagonis dalam sudut pandang Islandia lewat dua gol yang ia cetak.

Islandia sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Kendati kalah secara statistik, tapi negara debutan di Piala Dunia itu menciptakan empat kali tembakan mengarah ke gawang sepanjang pertandingan. Namun sayang sekali seluruhnya gagal dimaksimalkan dengan baik termasuk tendangan penalti yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.

Pada menit ke-80, Alfred Finnbogason dijatuhkan di kotak penalti Nigeria oleh Tyronne Ebuehi. Awalnya wasit Matthew Conger tidak menghiraukan insiden itu. Namun protes keras para pemain Islandia membuat sang pengadil berubah pikiran. Wasit yang lahir di Amerika Serikat ini pun menghentikan pertandingan sejenak untuk melihat VAR. Saat wasit kembali, dia menunjuk titik putih yang berarti Islandia berhak akan tendangan penalti.

Gylfi Sigurdsson pun maju sebagai eksekutor. Jika bola masuk, maka skor akan berubah menjadi 2-1 dan Islandia masih punya tujuh menit waktu normal untuk menyamakan kedudukan. Namun fakta bicara lain. Tendangan sang kapten Islandia melewati mistar gawang, sehingga bola tidak masuk ke gawang seperti yang diharapkan publik Islandia.

Dalam raut kekecewaan para pendukung Islandia, ada harapan yang membuncah dari kubu Argentina. Maklum, poin maksimal Argentina adalah empat poin (lebih banyak dari Nigeria yang baru memperoleh tiga poin), jika berhasil menang di pertandingan ketiga Grup D. Skenario ini tentu saja lebih baik ketimbang Islandia yang menang atas Nigeria, karena Argentina akan memperoleh empat poin seperti Islandia, tapi dengan catatan Islandia wajib kalah oleh Kroasia pada pertandingan terakhir Grup D.

Beberapa pendukung Argentina tertangkap kamera menyaksikan langsung jalannya pertandingan Nigeria kontra Islandia di Volgograd Arena. Tak lupa mereka bentangkan spanduk bendera Argentina yang pada bagian tengah terdapat tulisan "Nigeria please win for Messi." Nigeria memang berhasil menang pada laga itu, sehingga membuat para pendukung Argentina tersenyum untuk sementara.

Sialnya, kesebelasan yang bakal dihadapi Lionel Messi dan kawan-kawan pada laga terakhir Grup D adalah Nigeria yang seharusnya punya kondisi mental lebih baik ketimbang Argentina. Para pendukung Argentina yang menjadi saksi kemenangan Nigeria atas Islandia lebih pantas merasa khawatir alih-alih merasa senang. Bayangkan apa yang dapat Ahmed Musa dan Kelechi Iheanacho lakukan kepada barisan pertahanan Argentina.

Pada ajang Piala Dunia sebelumnya di Brasil, Argentina mungkin dapat menang 3-2. Namun di Rusia, ceritanya mungkin akan sangat berbeda. Seperti halnya Argentina, Nigeria tentu juga ingin lolos dari Grup D. Sehingga pertemuan kedua kesebelasan nantinya bak laga hidup dan mati.

Komentar