Kroasia Melenggang ke 16 Besar Setelah 20 Tahun

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Kroasia Melenggang ke 16 Besar Setelah 20 Tahun

Kroasia berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998. Kepastian itu didapat setelah anak asuh Zlatko Dalic meraih kemenangan atas Argentina di pertandingan matchday kedua Grup D Piala Dunia 2018, Jumat (22/6) dini hari WIB.

Pada pertandingan yang digelar di Nizhny Novgorod Stadium tersebut, Kroasia mengalahkan Argentina dengan skor telak 3-0. Tiga gol Kroasia dijaringkan oleh Ante Rebic (53’), Luka Modric (80’), dan Ivan Rakitic (91’).

Begitu wasit Ravshan Irmatov meniup peluit tanda dimulainya sepak mula, kedua tim langsung menampilkan permainan keras. Baru 20 menit laga berjalan, sudah tercipta total 8 pelanggaran. Enam pelanggaran dilakukan oleh para pemain Kroasia, dua oleh Argentina.

Kerasnya permainan mengakibatkan minimnya peluang yang didapat oleh kedua tim. Perlu waktu sekitar setengah jam untuk menunggu peluang terbuka tercipta.

Adalah Enzo Perez yang sudah mendapati gawang Kroasia tak berpenghuni pada menit ke-30, namun gagal memaksimalkannya menjadi gol karena tembakannya yang masih melebar ke sisi kanan gawang.

Selang dua menit kemudian, giliran Kroasia yang mendapatkan peluang terbuka. Sime Vrasjlko yang berada di sisi kanan melepaskan umpan yang langsung disambut oleh Mario Mandzukic. Sayangnya sundulan pemain Juventus itu masih melebar tipis di sisi gawang Willy Caballero.

Pelanggaran keras kembali tersaji di laga ini setelah Ante Rebic melanggar pemain sayap Argentina, Eduardo Salvio pada menit ke-38. Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli sempat terlihat melakukan protes keras dan meminta wasit meninjau kembali pelanggaran itu menggunakan VAR. Wasit bergeming. Rebic hanya diganjar kartu kuning olehnya atas pelanggaran itu.

Hingga turun minum, total terdapat 11 pelaggaran yang dilakukan oleh Kroasia dan 7 oleh Argentina. Sepanjang babak pertama berlangsung, peluang yang didapat kedua tim masih minim. Bahkan Argentina hanya mampu melepaskan 2 kali tembakan ke gawang Kroasia. Dua penyerang mereka, Lionel Messi dan Sergio Aguero, masing-masing hanya menyentuh bola sebanyak 7 kali dan 20 kali sepanjang babak pertama. Sentuhan itu lebih sedikit bahkan dari penjaga gawang Caballero yang melakukan total 22 kali sentuhan di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Argentina membuka peluang lewat tembakan yang dilepaskan Sergio Aguero pada menit ke-51. Sayangnya tembakan pemain Manchester City itu bisa diamankan oleh Subasic dengan mudah. Itu merupakan tembakan mengarah ke gawang pertama yang dilakukan Argentina.

Selang dua menit kemudian, Kroasia berhasil membuka keunggulan lewat tendangan voli Ante Rebic yang memanfaatkan blunder fatal Caballero. Tembakan yang dilepaskan pemain Einracht Frankfurt itu terlalu deras untuk bisa dihalau Caballero.

Argentina langsung meresponsnya dengan memasukan Gonzalo Higuain yang menggantikan Aguero. Siasat itu cukup ampuh seiring peluang yang kemudian didapatkan Argentina pada menit ke-63.

Diawali penetrasi Higuain di sisi kiri, bola kemudian diberikan kepada Maximillano Meza. Sayangnya Meza kurang tenang dalam mengeksekusi peluang sehingga mudah digagalkan oleh Subasic.

Alih-alih mampu menyamakan kedudukan, Argentina justru semakin jauh tertinggal ketika Modric menggandakan keunggulan Kroasia lewat tembakan jarak jauh pada menit ke-80. Selang sebelas menit kemudian, Argentina semakin terpuruk seiring Rakitic mencetak gol yang ketiga untuk Kroasia. Sampai wasit meniup peluit panjang, kedudukan tak berubah.

Kemenangan yang diraih Kroasia ini sekaligus menghapus rekor mereka yang selalu kalah dari tim asal Amerika Selatan dari empat pertemuan di ajang Piala Dunia.

Sementara bagi Argentina, hasil ini menjadi kekalahan telak pertama di fase grup selama tampil di Piala Dunia sejak 1958. Pada Piala Dunia 1958, Argentina dikalahkan Cekoslovakia dengan skor 1-6 di fase grup. Kekalahan ini juga membuat Argentina terancam tersingkir di fase grup.

Komentar