Tiga Pencapaian dalam Satu Gol Ronaldo

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Tiga Pencapaian dalam Satu Gol Ronaldo

Portugal berhasil meraih kemenangan atas Maroko di pertandingan matchday kedua Grup B Piala Dunia 2018. Pada laga yang digelar di Luzhniki Stadium, Rabu (20/6) itu, satu-satunya gol kemenangan Portugal dicetak oleh kapten mereka, Cristiano Ronaldo, lewat sundulan kepala.

Ronaldo mencatatkan tiga pencapaian sekaligus lewat satu gol yang dicetaknya itu. Pertama, Ronaldo menjadi satu-satunya pemain Eropa yang paling banyak mencetak gol internasional dengan koleksi 85 gol. Ronaldo menggeser Ferenc Puskas sebagai pemegang rekor sebelumnya dengan koleksi 84 gol.

Kedua, pemain Real Madrid itu menjadi pemain Portugal pertama setelah Jose Torres (1966) yang mampu mencetak gol dengan kaki kanan, kaki kiri, dan kepala dalam satu edisi Piala Dunia.

Ketiga, Ronaldo berhasil mempertahankan rekor yang diraihnya sebagai pencetak gol tercepat di Piala Dunia 2018. Gol yang dijaringkan Ronaldo ke gawang Maroko terjadi pada menit ke-3 lebih 58 detik—hanya berselisih 28 detik dari gol yang dicetaknya di matchday pertama melawan Spanyol (3 menit lebih 30 detik).

Portugal sudah langsung tampil menekan begitu wasit Mark Geiger meniup peluit tanda dimulainya sepak mula. Setiap pemain Maroko yang menguasai bola langsung mendapat tekanan dari pemain terdekat Portugal. Namun Maroko mampu menciptakan peluang pertama lewat sundulan Khalid Boutaib di menit pertama.

Di sisi lain, Portugal mendapat peluang pertama lewat sepak pojok di menit ke-3. Portugal gagal memaksimalkannya. Portugal baru bisa memanfaatkan peluang di kesempatan sepak pojok kedua yang didapatkan mereka selang beberapa detik kemudian.

Bernardo Silva yang mengeksekusi sepakan pojok, mengoper bola kepada Joao Moutinho yang berada di dekatnya. Moutinho kemudian melepaskan umpan ke kotak penalti yang langsung disambar oleh Ronaldo lewat sundulannya.

Maroko tersentak dengan gol itu. Serangan demi serangan mereka lancarkan ke pertahanan Portugal. Sisi kiri pertahanan Portugal adalah area yang paling sering diekspolitasi para pemain Maroko. Beberapa kali full-back kiri Portugal, Raphael Guerreiro, dibuat kerepotan oleh penetrasi yang dilakukan sayap kanan Maroko, Nordin Amrabat.

Maroko mendominasi laga hingga turun minum. Tim berjuluk Singa Atlas itu mencatatkan 52 persen penguasaan bola sepanjang babak pertama. Sebanyak 7 peluang berhasil diciptakan mereka. Portugal sementara itu hanya mampu menciptakan 3 peluang dan 48 persen penguasaan bola.

Memasuki babak kedua, sektor sayap kanan masih menjadi tumpuan Maroko dalam melancarkan serangan. Amrabat masih menjadi aktor utama. Namun peluang terbaik yang didapat Maroko di babak kedua justru lahir dari bola mati.

Pada menit ke-57, Maroko mendapat kesempatan tendangan bebas. Hakim Ziyech melepaskan umpan ke kotak penalti dan berhasil menemui kepala Younes Belhanda. Bola hasil sundulannya sempat memantul ke tanah, namun refleks sempurna dari Rui Patricio mampu mengagalkannya.

Setelah itu, Maroko terus menekan Portugal. Gawang Rui Patricio beberapa kali mendapat ancaman. Salah satunya, berasal dari pemain belakang sekaligus kapten Maroko, Mehdi Benatia. Namun sampai laga tuntas, keunggulan satu gol Portugal tetap bertahan.

Kekalahan dari Portugal menjadi kekalahan kedua yang diderita Maroko di Piala Dunia 2018. Membuat mereka menjadi tim pertama yang terpaksa harus angkat koper dari Rusia. Di sisi lain, dengan kemenangan ini Portugal berhasil membalaskan kekalahan mereka dari Maroko saat tampil di ajang Piala Dunia 1986.

Komentar