Satu-Satunya Wakil Afrika yang Menang di Putaran Pertama

Berita

by Agung Putranto Wibowo

Agung Putranto Wibowo

hidup di sebuah negeri yang rakyatnya jago main sepakbola, tapi tidak pandai mengurusnya.

Satu-Satunya Wakil Afrika yang Menang di Putaran Pertama

Senegal jadi satu-satunya wakil Afrika yang raup tiga poin di putaran pertama babak penyisihan grup Piala Dunia 2018. Menghadapi Polandia, Selasa (19/06), Senegal menang dengan skor 2-1. Sejak awal Senegal selalu berusaha mengirim bola secepat mungkin ke kotak penalti Polandia. Bahkan bola hasil sepak mula tidak dulu diolah, melainkan langsung dilambungkan ke depan.

Menit demi menit berlalu, dan para pemain Polandia tampak kesulitan meredam kecepatan para pemain Senegal. Salah satu cara menghentikan laju anak-anak asuh Aliou Cisse dengan cara menekelnya. Gregorz Krychowiak melakukan hal itu kepada Niang yang berbuah kartu kuning pertama dalam pertandingan tersebut.

Papan skor kemudian berubah menjadi 1-0 untuk Senegal pada menit ke-37. Tembakan Idrissa Gueye dari luar kotak penalti sempat mengenai kaki Thiago Cionek. Bola pun berubah arah dan membuat Wojciech Szczesny tertipu, sehingga menggelinding masuk ke gawang Polandia dengan mulus.

Gol itu semakin memperpanjang catatan buruk Polandia yang sudah sembilan laga di Piala Dunia selalu kebobolan. Terakhir kali Polandia mencatatkan nirbobol yakni pada Piala Dunia 1986 saat mengalahkan Portugal 1-0. Selain itu, Cionek menjadi pemain pertama Polandia yang cetak gol ke gawang sendiri sepanjang keikutsertaan Polandia di Piala Dunia.

Di babak kedua, Polandia langsung tancap gas. Robert Lewandowski dijatuhkan oleh Salif Sane ketika sedang melancarkan serangan pada menit ke-49. Lewandowksi sendiri yang mengambil eksekusi bola mati itu. Namun sial bagi Polandia, bola berhasil ditepis oleh penjaga gawang Senegal, Khadim N’Diaye. Skor tidak berubah masih 1-0.

Polandia terus menekan tetapi ketika sudah sampai di sepertiga akhir lapangan, anak asuh Adam Nawalka seperti kehilangan imajinasi. Mereka seolah tidak tahu bagaimana caranya membongkar pertahanan Senegal yang dikomandoi oleh pemain Napoli, Kalidou Koulibaly.

Malah Senegal yang berhasil menambah keunggulan. Proses gol tersebut berawal dari Krychowiak yang coba memberikan bola ke Szczesny dari tengah lapangan. Lantas Niang yang melihat dari pinggir lapangan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Bola dikejar oleh dua pemain sekaligus: Niang yang hendak cetak gol dan Szczesny yang hendak mengamankan bola. Dua pemain untuk dua tujuan berbeda.

Namun nasib lebih berpihak kepada Senegal. Niang berhasil mencuri bola yang hendak diamankan oleh Szczesny. Melihat gawang lawan yang sudah kosong tanpa penjagaan, Niang segera menceploskan bola. Skor 2-0 membuat pelatih Senegal larut dalam euforia. Dengan mata melotot dan tangan terkepal, Cisse melakukan selebrasi absurd khas Afrika. Tidak hanya sang pelatih, ratusan pendukung Senegal yang hadir di Stadion Spartak turut merayakan dengan penuh sukacita. Tidak lupa atribut merah, kuning, dan hijau khas bendera negara mereka yang sangat mencolok secara visual.

Bentuk penyesalan Krychowiak atas gol Niang adalah dengan mencetak gol. Pada menit ke-86, pemain bernomor punggung 10 itu memperkecil keadaan melalui sundulan kepalanya. Namun apa daya, sisa waktu yang ada masih belum cukup untuk sekadar menyamakan kedudukan. Skor 2-1 bertahan hingga wasit Nawaf Shukralla meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Dengan hasil ini, Senegal jadi satu-satunya wakil Afrika yang menang pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2018. Di putaran pertama, empat wakil Afrika lainnya kalah di laga perdana. Di Grup A ada Mesir yang takluk oleh Uruguay 1-0. Maroko nyaris meraih satu poin andai tidak ada gol bunuh diri di menit injury time. Maroko dipaksa menyerah oleh wakil Asia, Iran dengan skor 1-0. Di grup D, giliran Nigeria yang harus mengakui keunggulan Kroasia 2-0. Sedangkan Tunisia baru saja dikalahkan oleh Inggris 2-1. Alhasil, hanya Senegal wakil Afrika yang berhasil meraih kemenangan.

Komentar