Sistem Fase Gugur Piala AFC yang Harus Dilalui Persija

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Sistem Fase Gugur Piala AFC yang Harus Dilalui Persija

Persija Jakarta dipastikan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di fase gugur Piala AFC 2018. Kepastian tersebut didapat setelah Macan Kemayoran mengalahkan Tampines Rovers 4-2, di Jalan Besar Stadium, Selasa (24/4). Kemenangan tersebut, membuat Persija kokoh di puncak klasemen dengan 13 poin, unggul tiga angka dari Song Lam Nge Ahn yang berada di posisi ke-2.

Di fase gugur, Persija akan tampil di babak semifinal zonal AFF menghadapi wakil Singapura,Home United, yang lolos dengan status runner-up terbaik. Sementara partai semifinal zonal AFF lainnya, mempertemukan Yangon United (juara Grup G) melawan Ceres Negros yang lolos dengan status sebagai juara Grup F.

Pertandingan semifinal zonal AFF akan berlangsung dalam dua leg. Merunut jadwal, pertandingan leg pertama akan berlangsung pada 8 dan 9 Mei. Sementara laga leg dua akan berlangsung pada 15 dan 16 Mei mendatang.

Bila Persija berhasil melewati Home United di semifinal zonal AFF, Macan Kemayoran akan tampil di partai final zonal AFF, menghadapi pemenang antara Yangon United melawan Home United.Seandainya lolos dari sini, perjalanan Persija untuk menapak babak final masih terbentang panjang. Macan Kemayoran, masih harus melakoni laga semifinal play-off antarzona, dan berlanjut ke final play-off antarzona (bila menang di babak semifinal).

Lawan yang akan dihadapi Persija di fase tersebut dipastikan kesebelasan yang berstatus juara grup D (grup yang dihuni kontestan dari Asia Tengah), E (grup yang dihuni kontestan asal Asia Selatan), dan I (grup yang dihuni kontestan asal Asia Timur).

Bila fase play-off antarzona berhasil dilewati Persija, baru mereka akan menapak ke babak grand final. Di partai puncak, Macan Kemayoran sudah ditunggu kesebelasan pemenang dari zonal Asia Barat.

Penentuan tim yang lolos ke grand final dari zonal Asia Barat mirip dengan zonal AFF. Artinya, sama-sama melewati fase zonal semifinal dan final. Bedanya, pemenang di final zonal Asia Barat langsung menapak ke grand final, tidak seperti pemenang di final zonal AFF yang harus terlebih dahulu melakoni pertandingan di zonal semifinal menghadapi tim-tim asal Asia Tengah, Selatan, dan Timur.

Sistem fase gugur Piala AFC 2018. Sumber: Wikipedia

***

Bisa dibilang, sistem yang diterapkan di fase gugur Piala AFC sedikit berbeda dari kompetisi interkontinental pada umumnya. Bila pada umumnya format di fase gugur merunut pada babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan di akhiri dengan partai final. Di Piala AFC, formatnya berbeda.

Setidaknya, format yang kini diadopsi Piala AFC sudah diterapkan sejak musim 2017. Dalam format ini, penempatan tim di fase grup hingga fase gugur ditentukan seusai dengan zona atau konfederasi asal para kontestan.

Format tersebut bisa dibilang sebagai salah satu upaya AFC untuk meningkatkan standar kualitas di kompetisi Asia. Dalam hal ini, AFC menekankan poin kompetitif. Agar standar kualitas bisa meningkat, harus terjadi persaingan yang ketat di dalam anggota AFC.

Oleh sebab itu, AFC membagi kompetisi ke dalam beberapa tingkatan, sesuai dengan level yang sudah ada. AFC tidak menyatukan klub-klub dari negara-negara yang sudah maju dengan negara-negara yang masih dalam perkembangan.

Setiap level dari klub-klub tersebut harus memiliki wadah kompetisinya sendiri sehingga mampu menunjukkan daya saing yang lebih maksimal untuk semakin meningkatkan kualitasnya.

Foto: The-AFC.com

Komentar