5 Perubahan Regulasi Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

5 Perubahan Regulasi Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa

Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) resmi mengumumkan perubahan regulasi yang akan diterapkan di Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim 2018/19.

Rancangan perubahan regulasi itu sejatinya sudah dibahas dalam rapat Komite Eksekutif UEFA di Bratislava, Slovakia pada Februari 2018 lalu. Per 3 Maret 2018 di Zurich, Swiss, rancangan perubahan aturan di Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim depan, disahkan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (International Football Association Board - IFAB). Setelah mendapat persetujuan IFAB, UEFA kemudian resmi mengumumkan perubahan tersebut pada 27 Maret 2018 lalu.

Ada lima perubahan regulasi yang akan diterapkan UEFA di Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim depan. Lima aturan tersebut masing-masing membahas soal perubahan jumlah pergantian pemain hingga waktu sepak mula.

Dilansir dari situs resmi UEFA, berikut adalah lima perubahan aturan yang akan diterapkan di Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim depan:

Empat Pergantian Pemain

Kontestan Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa diperbolehkan melakukan empat pergantian pemain per musim 2018/2019 nanti. Namun setiap kesebelasan baru diperbolehkan melakukannya saat laga memasuki babak tambahan (extra time) di fase gugur.

Pergantian keempat tidak akan memengaruhi tiga pergantian yang dilakukan selama waktu normal (2x45 menit). Artinya, bila di waktu normal sebuah kesebelasan hanya melakukan satu pergantian, mereka bisa melakukan tiga pergantian lagi saat pertandingan di babak tambahan. Begitu pula bila sebuah kesebelasan telah melakukan tiga pergantian di waktu normal. Maka, saat laga berlanjut ke babak tambahan mereka bisa melakukan satu kali lagi pergantian pemain.

Sebelumnya, meski pertandingan di fase gugur berlanjut ke babak tambahan waktu, setiap kesebelasan tidak boleh lagi melakukan pergantian jika kuota tiga pergantian pemain mereka sudah dilakukan pada 90 menit pertama.

Penambahan Jumlah Pemain di Bench Saat Laga Final

Perubahan regulasi yang diterapkan UEFA di Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa pada musim depan pun mengatur soal penambahan jumlah pemain dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) di pertandingan final.

Sebelumnya, UEFA hanya memperbolehkan setiap kesebelasan yang tampil di laga final memasukkan 18 pemain dalam DSP (11 starter dan tujuh cadangan). Namun pada final Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa sejak musim depan, setiap kesebelasan yang bertanding diperbolehkan memasukkan 23 pemain dalam DSP (11 starter dan 12 cadangan).

Penambahan jumlah pemain di DSP merupakan upaya UEFA memberi keleluasaan dan fleksibilitas kepada manajer klub dalam melakukan pergantian pemain. Meski begitu pergantian pemain tetap tiga kali per 90 menit.

Perubahan Waktu Sepak Mula

Mulai musim depan, waktu sepak mula pertandingan di fase grup dan gugur Liga Champions serta Liga Europa akan mengalami perubahan.

Biasanya, Liga Champions dimulai pada pukul 18.45 GMT atau 02.45 dini hari WIB. Tapi pada musim depan, pertandingan fase grup Liga Champions akan dimulai pada pukul 17.55 GMT atau 01.55 dini hari WIB. Sementara sepak mula di fase gugur dimulai pada pukul 17.55 dan 20.00 GMT, atau 01.55 dini hari WIB dan 04.00 dini hari WIB.

Sementara itu di Liga Europa, sepak mula pada pertandingan fase grup dan gugur dimulai pada waktu yang sama; 17.55 dan 20.00 GMT atau 01.55 dini hari WIB dan 04.00 dini hari WIB.

Lencana Juara

Penggunaan lencana juara juga tak luput dari perubahan regulasi UEFA. Namun aturan baru tersebut dikhususkan di kompetisi Liga Europa.

Bagi kesebelasan yang mampu meraih gelar juara tiga kali beruntun, maka mereka berhak memasang lencana juara di bagian lengan jersey kesebelasan. Sebelumnya, UEFA hanya memperbolehkan klub memasang lencana juara dengan catatan mereka sudah meraih lima atau lebih gelar juara.

Aturan tersebut sudah diterapkan di Liga Champions. Selain tim yang sudah meraih lima atau lebih gelar juara, tim yang mampu meraih tiga gelar juara beruntun pun berhak menempelkan lencana juara di bagian lengan jersey klub.

Pendaftaran Pemain Baru

Mulai musim depan UEFA juga akan menerapkan aturan baru soal pendaftaran pemain. Setiap kontestan Liga Champions dan Liga Europa diperbolehkan mendaftarkan tiga pemain baru yang memenuhi tanpa batasan apa pun. Hal ini sejalan dengan situasi peraturan yang ada di liga domestik yang berbeda, yang tidak memaksakan pembatasan kelayakan untuk kompetisi pemain yang terdaftar untuk klub baru selama jendela transfer musim dingin.

Mengenai aturan tersebut, singkatnya seorang pemain bisa membela dua klub berbeda di Liga Champions dan atau Liga Europa jika pindah ke sesama peserta dua kompetisi tersebut pada bursa transfer Januari. Sebelumnya pemain yang pada fase grup telah terdaftar sebagai pemain dari salah satu kesebelasan, saat ia pindah di bursa transfer musim dingin ke klub yang juga berkompetisi di Liga Champions dan, maka ia tidak diperkenankan untuk bermain. Itu berlaku juga di Liga Europa.

Situasi ini yang terjadi pada Philippe Coutinho. Pada fase grup ia terdaftar sebagai pemain Liverpool. Namun saat bursa transfer musim dingin pemain asal Brasil itu pindah ke Barcelona. Adanya aturan tersebut membuat Coutinho tidak bisa tampil di Liga Champions bersama Barcelona yang melangkah ke fase gugur karena namanya terdaftar sebagai pemain Liverpool.

Mulai kompetisi musim depan, tidak akan ada lagi kasus seperti itu. Sebab melalui aturan barunya, UEFA memperbolehkan setiap pemain membela dua kesebelasan berbeda di Liga Champions dan atau Liga Europa.

Komentar