Wenger Tak Ingin Berkomentar Soal Masa Depannya di Arsenal

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Wenger Tak Ingin Berkomentar Soal Masa Depannya di Arsenal

Arsene Wenger tengah berada dalam tekanan besar. Kekalahan 0-3 Arsenal dari Manchester City di final Piala Liga Inggris, Senin (26/2) lalu, membuat kritikan banyak pihak terus dialamatkan kepada pelatih berkebangsaan Prancis itu. Desakan agar Wenger segera menanggalkan jabatannya sebagai Manajer Arsenal pun kian ramai disuarakan.

Desakan agar Wenger segera ‘angkat kaki’ dari Emirates Stadium sejatinya telah lama berdengung di telinganya, terlebih dalam dua tahun terakhir. Grafik prestasi Arsenal yang semakin menurun menjadi faktor dominan yang membuat Wenger terus didesak mundur.

Musim lalu, Arsenal mampu meraih gelar juara di Piala FA, namun itu belum cukup untuk membayar kekecewaan dari suporter yang kadung marah karena Arsenal gagal menduduki posisi empat besar di klasemen akhir Liga Primer Inggris musim 2016/17. Imbasnya, untuk kali pertama dalam 21 tahun terakhir, Arsenal gagal merumput di Liga Champions.

Performa Arsenal pada musim 2017/18 jauh dari kata membaik. Faktanya, pada awal musim Arsenal berhasil meraih gelar di ajang Community Shield. Namun setelah itu inkonsistensi penampilan justru dialami Arsenal. Akibatnya mereka tenggelam dari persaingan papan atas di kompetisi domestik. Saat ini, The Gunners tercecer di posisi enam klasemen sementara Liga Primer dengan 45 poin.

Jangankan berharap juara, menapak keempat besar dan meraih (setidaknya) tiket play-off Liga Champions pun rasanya berat. Jarak poin Arsenal dengan penghuni empat besar lainnya terlampau besar. Dengan Chelsea yang berada di peringkat lima saja Arsenal tertinggal delapan angka. Sementara dari Tottenham yang menduduki posisi empat mereka tertinggal 10 poin.

Derita Wenger semakin diperparah dengan tertutupnya peluang membawa Arsenal meraih gelar di turnamen domestik – macam Piala FA dan Piala Liga Inggris. Harapan Arsenal mengakhiri musim 2017/18 dengan gelar juara tinggal di Liga Europa. Menjuarai Liga Europa juga bisa jadi cara terbaik Arsenal bisa bermain di Liga Champions musim depan. Walaupun begitu mereka harus terlebih dahulu menyingkirkan AC Milan, yang performanya tengah menanjak, di babak 16 besar.

Kondisi yang tengah menimpa Wenger, memancing rasa simpati Josep “Pep” Guardiola. Manajer Man City itu mengerti dengan situasi yang tengah dihadapi Wenger. Bahkan bukan tidak mungkin dirinya akan berada dalam situasi yang sama seperti apa yang dialami Wenger saat ini.

"Saya selalu mendukung rekan-rekan saya karena kami merasakan hal yang sama saat kami menang, saat kami kalah. Kami menerima pendapat dari para penggemar dan orang-orang tapi Anda [manajer] merasa sendirian. Percayalah, Anda merasa sendiri karena ada banyak tekanan di bahu Anda,” kata mantan Manajer Barcelona itu, dilansir dari Sky Sports.

"Saya mengerti sepenuhnya, saya ingin mengatakan kepadanya bahwa saya dekat, saya berada di pihak yang sama dengannya. Apa yang terjadi bisa terjadi pada saya di masa depan. Kami menang, saya merasa baik. Sementara Arsene Wenger, tidak menang jadi dia tidak merasa baik."

Arsenal dijadwalkan kembali bertemu Man City dalam lanjutan pertandingan Liga Primer pekan ke-28, di Emirates Stadium, Jumat (2/3) dini hari WIB. Wenger sendiri tidak memedulikan isu tentang manajemen Arsenal yang berencana mendepaknya pada akhir musim nanti.

"Pertandingan berikutnya jadi fokus saya. Kami ada di situasi di mana Anda ingin fokus ke pertandingan berikutnya. Saya takkan menjawab apakah posisi saya sedang dievaluasi atau tidak, apa yang harus saya katakan? Tugas saya adalah fokus untuk menampilkan yang terbaik," tukas Wenger, dilansir dari Goal.

Foto: Prime News Ghana

Komentar