Harry Kane Menutup Tahun 2017 Sebagai Penyerang Tersubur Eropa

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Harry Kane Menutup Tahun 2017 Sebagai Penyerang Tersubur Eropa

Tottenham Hotspur menutup perjalanan mereka di tahun 2017 dengan indah. Menghadapi Southampton di Wembley, Selasa (26/12) malam WIB dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris, Tottenham meraih kemenangan telak 5-2. Dalam laga tersebut penyerang Tottenham, Harry Kane menjadi bintang lapangan setelah membukukan tiga gol yang kemudian digenapi Delle Ali dan Heung Son Min yang masing-masing membukukan satu gol.

Bagi Kane, trigol yang ia bukukan ke gawang Southampton membuatnya menutup tahun ini dengan catatan sebagai pencetak gol terbanyak Eropa selama tahun 2017. Dalam 12 bulan terakhir, Kane mencatatkan 52 penampilan bersama Tottenham dan timnas Inggris di semua ajang, dengan torehan 56 gol.

Jumlah gol yang dibukukan Kane selama 2017 mengungguli catatan gol penyerang-penyerang hebat yang berkompetisi di Eropa lainnya seperti Lionel Messi (Barcelona), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Robert Lewandowski (Bayern Munich), dan Edinson Cavani (Paris Saint-Germain). Pada medio 2017 Messi mencatatkan 54 gol, jumlah tersebut menempatkannya di posisi dua daftar pencetak gol terbanyak Eropa selama tahun 2017 ini. Sementara Ronaldo, Lewandowski, dan Cavani menempati posisi tiga hingga lima dengan 53 gol.

Pencapaian Kane pada tahun 2017 ini secara tidak langsung telah merusak dominasi Messi dan Ronaldo yang dalam enam tahun terakhir mendominasi daftar pencetak gol terbanyak dalam satu tahun kalender.

Dari tahun 2010 hingga 2016, Lionel Messi tiga kali mencatatkan namanya sebagai penyerang tersubur Eropa dalam satu tahun kalender pada 2010 dengan 60 gol, 2012 dengan 91 gol, dan 2016 dengan 59 gol.

Sementara Ronaldo sudah empat kali menjadi pemain tersubur Eropa dalam setahun kalender pada 2011 dengan 60 gol, 2013 dengan 69 gol, 2014 dengan 61 gol, dan 2015 dengan 57 gol.

"Messi dan Ronaldo telah mendominasi sepakbola begitu lama dan mereka adalah dua pemain terbesar yang pernah jadi sebuah kehormatan bahkan bisa dibandingkan dengan mereka,” terang kane, dilansir dari The Guardian.

Selain mengukuhkan diri sebagai penyerang tersubur di tahun 2017 ini, Kane juga melampaui rekor Alan Shearer sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam satu tahun kalender di Liga Primer Inggris. Pada akhir tahun 1995 Shearer mencatatkan 36 gol dari 42 laga di kompetisi domestik.

Selama lebih dari satu dekade lamanya tidak ada satu pun pemain di Liga Primer Inggris yang mampu melewati torehan gol yang dibukukan Shearer dalam setahun kalender. Namun pada akhir tahun 2017, torehan impresif Shearer akhirnya terlampaui setelah Kane mencatatkan 39 gol dari 36 penampilan di Liga Primer Inggris.

"Saya akan terus bekerja lebih keras. Ini tentang menemukan sedikit per sen untuk menjadi lebih baik dan melakukan banyak hal di tempat latihan untuk membuat Anda lebih baik. Bagaimana saya membaik tahun ini? Saya akan mengatakan secara fisik, pemulihan dari permainan, makan dengan benar dan merawat tubuh saya. Kami memiliki jadwal yang padat tapi saya merasa tajam dan saya merasakan yang terbaik. Saya mendapatkan lebih banyak pengalaman,” sambung Kane.

Manajer Tottenham, Mauricio Pochetino menyatakan bahwa dengan segala pencapaian yang diraih, Kane layak disejajarkan dengan penyerang-penyerang kelas dunia saat ini. Pelatih asal Argentina mengungkapkan bahwa pencapaian Kane memang belum bisa menjadikannya lebih dari Ronaldo atau pun Messi. Namun melihat perkembangannya sejauh ini Kane layak disandingkan dengan dua sosok tersebut.

Baca Juga: Yang Membuat Harry Kane Menjadi Penyerang Spesial

Meski begitu Pochetino mengingatkan bahwa Kane tidak boleh larut dalam kegembiraan. Mentalitasnya harus tetap terjaga sehingga ia tidak boleh cepat puas diri, sebab tantangan ke depan akan jauh lebih menyulitkan. Setidaknya tantangan yang di depan mata yang harus dilalui Kane adalah mempertahankan apa yang telah ia catatkan sejauh ini.

“Menjadi lebih baik mungkin merupakan langkah perbaikan yang sangat kecil tapi ketika Anda berada pada level ini, Anda perlu berjuang dengan segala tekad Anda untuk mempertahankan level ini,” terang Pochetino.

“Untuk melakukan ini, Anda harus bekerja keras lebih dari sebelumnya, menjadi lebih profesional dan lebih fokus. Hal yang paling penting adalah menjaga mentalitas yang sama. Rahasianya adalah bekerja keras setiap hari. Anda tidak bisa mengatakan tidak untuk satu hari. Itulah rahasia pemain besar seperti Cristiano dan Messi.

Foto: twitter

Komentar