Ambisi Modric Bersama Real Madrid

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Ambisi Modric Bersama Real Madrid

Rasanya sulit mengesampingkan peran Luka Modric dalam kesuksesan Real Madrid saat ini. Sejak didatangkan pada musim 2012/13, Modric menjadi sosok sentral di lini tengah Madrid. Pemain asal Kroasia ini memiliki visi bermain dan kreativitas yang membuat alur serangan Madrid efektif dan mengancam.

Peran penting Modric bagi Madrid terlihat dari pencapaian Los Blancos dalam lima musim terakhir, terhitung dari musim 2012/13 saat Modric diboyong ke Santiago Bernabeu. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Madrid meraih 13 gelar. Modric juga menjadi figur sentral yang membawa Madrid menorehkan rekor sebagai kesebelasan pertama yang meraih lima trofi dalam satu tahun kalender.

Pada 2017, Madrid merajai Liga Champions, La Liga, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub. Di ajang Piala Dunia Antarklub, Modric bahkan terpilih sebagai pemain terbaik. Segala pencapaian mengagumkan yang telah diraih Modric bersama Madrid sejauh ini belum membuatnya puas.

"Kami ingin memenangi semua gelar yang mungkin masih bisa kami capai musim ini. Kami masih memiliki peluang menjuarai La liga dan kami akan memberikan segalanya untuk memenangi gelar juara. Masih banyak yang tersisa untuk dimainkan di Liga Champions dan Copa del Rey, yang kami ingin menangi lagi,” terang Modric sebagaimana dilansir dari Marca.

Terkesan ambisius, namun itulah Modric. Banyak orang mengenalnya sebagai sosok yang rendah diri, namun dalam urusan mengejar prestasi ia tak pernah mau berkompromi. Masa lalu telah menempanya menjadi figur yang kuat dan penuh ambisi.

"Karakter saya seperti itu dan saya selalu menginginkan lebih. Bahkan jika saya puas dengan apa yang telah saya lakukan, saya selalu menginginkan lebih. Meski bertahan, Anda harus menikmatinya. Itu mendorong saya maju dan itu adalah bagian dari karakter saya,” tegas Modric.

Awal musim 2017/18 menjadi masa yang sulit bagi Madrid. Inkonsistensi penampilan yang ditunjukkan pada awal musim membuat mereka berada dalam posisi sulit untuk mempertahankan banyak trofi yang sebelumnya diraih.

Di Liga Champions, Madrid yang lolos ke babak 16 besar harus melewati hadangan Paris Saint Germain (PSG) agar bisa melaju ke perempatfinal. Bukan perkara mudah mengandaskan PSG, karena Les Parisiens musim ini menampilkan performa impresif di kompetisi domestik dan Eropa. Selain itu, Madrid juga dalam posisi sulit untuk mempertahankan gelar La Liga. Saat ini mereka menempati posisi empat dan tertinggal 11 poin dari Barcelona, pemuncak klasemen. Pada Sabtu (23/12) mendatang, Madrid akan bersua Barcelona di Santiago Bernabeu.

Laga tersebut menjadi kesempatan emas bagi Madrid untuk mereduksi ketertinggalan poin dari Bercelona. Bila Madrid menang, mereka bisa mengikis ketertinggalan poin menjadi delapan angka. Madrid memang masih tertinggal jauh dari Barcelona. Tapi Madrid memiliki tabungan satu pertandingan, dari pertandingan melawan Leganes yang belum mereka mainkan.

Laga Madrid melawan Leganes seharusnya digelar pada 18 Desember lalu, namun ditunda karena Madrid mengikuti turnamen Piala Dunia Antarklub. Belum ada kepastian kapan laga tersebut akan diselenggarakan, namun bila berhasil meraih tiga poin saat jumpa Leganes Madrid bisa mereduksi ketertinggalan poin dari Barcelona menjadi lima angka (dengan asumsi Madrid menang dari Barcelona).

Modric menyadari betapa pentingnya tiga poin yang harus didapatkan Madrid saat menjamu Barcelona. Selain gengsi yang dipertaruhkan, kemenangan atas Blaugrana sangat berharga bagi Madrid agar mulus melaju di jalur perburuan gelar kompetisi domestik musim ini.

“Kami siap dan akan mengerahkan semua kemampuan di El Clasico. Mudah-mudahan kami bisa menang dan mendekat ke puncak klasemen, ujar Modric. "Saya berharap dukungan besar suporter dalam pertandingan nanti. Saya berharap mereka akan menciptakan atmosfir yang hebat dan memberikan semuanya di tribun seperti kita di lapangan."

Komentar