Mario Gomez: Bersama Tim Ini Saya Ingin Memenangkan Semua Pertandingan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Mario Gomez: Bersama Tim Ini Saya Ingin Memenangkan Semua Pertandingan

Persib Bandung akhirnya secara resmi memperkenalkan Roberto Carlos Mario Gomez sebagai pelatih anyar mereka menyongsong kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Gomez datang bersama Fernando Soler yang akan menjadi asistennya selama menukangi klub berjulukan Maung Bandung itu, ia dan Soler diperkenalkan dalam acara Persib Peduli di Stadion Persib, Kota Bandung, Minggu (10/12).

Kehadiran Gomez disambut antusias ratusan Bobotoh yang menghadiri acara tersebut. Maklum, pria asal Argentina itu memang sudah dinanti kehadirannya oleh publik sepakbola Bandung sejak akhir November lalu. Pada 28 November, manajemen Persib telah mengumumkan sosok berusia 60 tahun itu sebagai pelatih anyar Maung Bandung. Namun kala itu ia belum bisa bertolak ke Bandung lantaran masih mengurus beberapa urusan penting di negara asalnya, Argentina.

Sosok Gomez terbilang mumpuni untuk mengangkat prestasi Persib musim depan, karena ia memiliki rekam jejak mentereng selam berkiprah di kompetisi Malaysia bersama Johor Darul Ta’zim dari musim 2015/2016 sampai 2016/2017.

Total, lima trofi berhasil ia berikan untuk klub berjuluk Harimau Selatan itu, paling prestisius adalah gelar juara di ajang Piala AFC yang berhasil dipersembahkan untuk JDT pada musim 2015. Selama dua musim menukangi JDT, Gomez pun mampu membawa tim yang sebelumnya bernama PKENJ FC itu dua kali juara Liga Super Malaysia.

Melalui rekam jejaknya yang gemilang, tak berlebihan bila Bobotoh melambungkan harapan besar kepada Gomez agar mampu mengangkat prestasi Maung Bandung musim depan. Maklum, pada musim lalu pencapaian Persib di Liga 1 Indonesia 2017 terbilang mengecewakan, Maung Bandung bahkan gagal menembus posisi 10 besar di klasemen akhir kompetisi musim lalu.

“Soal target, saya pikir semua butuh proses karena kami harus berjalan secara bertahap. Bersama tim ini saya ingin kami memenangkan semua pertandingan. Kalau kami tidak menang, itu tidak bagus. Maka dari itu kami butuh menang untuk berprestasi,” terang Gomez.

“Musim lalu tim ini memang memiliki prestasi yang kurang baik. Tapi Masa lalu adalah masa lalu, dan kini yang paling penting pemain bisa bekerja bersama. Selain itu saya harus mengenal semua pemain. Saya sebenarnya sudah tahu pemain saya, tapi saya ingin mengenal mereka seratus persen dalam latihan,” Sambungnya.

Kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 kabarnya akan bergulir pada awal tahun 2018. Gomez hanya memiliki waktu dua sampai tiga bulan untuk mempersiapkan tim Persib agar kompetitif menghadapi kompetisi musim depan. Meski waktu persiapan yang dimilikinya relatif pendek, Gomez tak khawatir karena sebenarnya sejak jauh-jauh hari dirinya telah memantau perkembangan tim. Ia mengaku sudah memiliki gambaran apa yang harus dievaluasi timnya sebelum menghadapi kompetisi musim depan. Namun ia harus meyakinkannya saat sesi latihan nanti.

“Kami akan mulai kerja bersama pemain yang ada dulu. Seandainya masih kurang nanti akan kami diskusikan dengan manajemen untuk mencari pemain baru. Soal pemain asing, pasti akan ada yang baru, mungkin sekitar dua atau tiga pemain asing.”

“Tapi kami akan melihat dulu pemain yang ada, karena di sini ada tiga pemain asing dan 18 pemain lokal. Kami akan lihat bagaimana perkembangan mereka dalam latihan nanti. Paling lambat kami akan latihan pada hari Rabu, kami juga perlu berdiskusi dengan asisten pelatih yang lain,” tegasnya.

Bukan perkara mudah melatih klub sebesar Persib, ada banyak tekanan yang akan dirasakan oleh setiap pelatih yang menukangi Persib, karena tuntutan besar suporter untuk bisa membawa Maung Bandung berprestasi. Gomez mengungkapkan bahwa tekanan adalah hal yang wajar di semua tim, sehingga ia tidak akan terganggu dengan hal tersebut. Intinya ia ingin fokus membawa Persib untuk lebih baik lagi.

“Saya bicara tim ini harus seperti keluarga. Kami juga akan bawa semua suporter ikut membantu kami. Bukan untuk pemain saja, tapi untuk kami secara tim. Kami harus kerja sama-sama dan saling membantu. Kami ingin membuat mereka (suporter) senang dan kami juga senang. Sejak awal kami harus bersatu,” tegasnya.

Mengutamakan Keseimbangan Dalam Permainan

Penunjukan Gomez sebagai pelatih Persib musim depan berpotensi membuat gaya permainan Maung Bandung mengalami perubahan menjadi lebih bertahan. Ia merupakan pelatih yang memiliki filosofi permainannya lebih mengedepankan pada keseimbangan dengan fokus utama adalah lini pertahanan.

Sejak di JDT, Gomez memang dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan bertahan. Musim pertamanya di Liga Malaysia, JDT yang berhasil ia bawa meraih gelar juara Liga Super Malaysia dan Piala AFC 2015 tidak terlalu menonjol dalam hal produktivitas.

Pada musim 2015, di kompetisi domestik JDT hanya mencetak 36 gol dari 22 penampilan, tercatat paling sedikit di antara kesebelasan lima besar di Liga Super Malaysia. Namun JDT memiliki lini pertahanan yang solid karena jumlah kebobolan mereka dalam semusim terhitung sebagai yang paling sedikit di kompetisi, yaitu hanya 18 kebobolan.

“Kami tidak hanya perlu menyerang dan kami juga perlu bertahan dan itu yang terpenting dalam membangun sebuah tim. Karena mungkin kamu punya penyerangan bagus tapi tanpa pertahanan kita tidak akan menang. Kami butuh semua pemain saat menguasai bola dan tidak bisa ketika kehilangan bola hanya berjalan,” terang Gomez.

Meski cenderung memiliki filosofi bertahan, namun Gomez mengakui bahwa keseimbangan dalam permainan harus bisa dijaga oleh semua pemainnya. Kolektivitas menjadi hal dasar dalam pola permainan yang ingin ia diterapkan di Persib. Artinya, ketika timnya menguasai bola semua pemain harus aktif bergerak untuk membangun serangan, begitu pun sebaliknya.

“Semua guru berkata kami tidak bisa bicara hanya tentang serangan dan bertahan dan yang paling penting adalah permainan secara tim dan menang. Ketika kehilangan bola semua pemain harus ikut bertahan. Ketika menguasai bola semua harus ikut menyerang dan jika kamu lihat sepakbola Eropa, premier league, atau Liga Italia semua melakukan hal itu dan itu normal.” Tegasnya.

Gomez mengaku bahwa untuk mendukung permainan yang ia inginkan di Persib, dirinya butuh pemain yang memiliki kecepatan dan berteknik tinggi. Hal tersebut sangat berguna untuk menjaga keseimbangan permainan baik dalam mode menyerang dan bertahan.

“Saya pikir Persib Bandung mempunyai pemain bagus, pemain lokal yang sangat bagus karena saya mencari informasi dari internet dan dari pelatih lain, jadi kalau kami bisa bekerja bersama kami akan berkembang.”

Komentar