Kecerdikan Polandia Menggusur Spanyol Sebagai Tim Unggulan di Piala Dunia 2018

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Kecerdikan Polandia Menggusur Spanyol Sebagai Tim Unggulan di Piala Dunia 2018

Spanyol bisa dibilang sebagai salah satu kesebelasan yang dijagokan banyak orang untuk menjuarai Piala Dunia 2018 Rusia. Selain memiliki komposisi pemain yang kuat di setiap lini, laju Spanyol di babak kualifikasi pun terbilang impresif.

Dari 10 laga yang dilakoni, tim asuhan Julen Lopetegui ini meraih sembilan kemenangan dan satu imbang. Hasilnya, Spanyol lolos sebagai juara Grup G dengan total poin 28 poin.

Selain itu, prestasi tim berjulukan La Furia Roja itu juga terbilang memukau dalam delapan tahun terakhir. Dari tahun 2008 hingga 2017, Spanyol mampu menyabet dua gelar Piala Eropa (2008 dan 2012) serta satu Piala Dunia (2010).

Meski dalam penyelenggaraan Piala Dunia (2014) dan Eropa (2016) terakhir prestasi mereka terbilang menurun, tapi masih banyak orang yang menjagokan Raul Garcia dan kawan-kawan bakal keluar sebagai juara Piala Dunia 2018.

Meski begitu, di Piala Dunia 2018 status Spanyol bukanlah tim unggulan layaknya Jerman, Brasil, atau bahkan Argentina. Dalam penentuan pot undian grup Piala Dunia 2018, La Furia Roja masuk di pot 2 (tim-tim unggulan ditempatkan di pot 1). Hal tersebut dikarenakan pada penghitungan peringkat FIFA Bulan Oktober 2017, Spanyol berada di posisi delapan.

Selengkapnya tentang penentuan pot undian Piala Dunia 2018 bisa disimak dalam artikel berjudul: Daftar Lengkap Peserta Piala Dunia 2018 dan Pembagian Pot Pengundiannya

Dalam penghitungan peringkat FIFA Oktober, posisi Spanyol berada di bawah Polandia yang menduduki peringkat enam. Secara otomatis, dalam pentuan pot undian Piala Dunia 2018, Polandia masuk dalam jajaran tim unggulan yang berada di pot 1. Pahit memang, tapi itulah kenyataan yang harus diterima Spanyol, kalah dari Polandia dalam penentuan tim unggulan dan non-unggulan Piala Dunia 2018.

Sekilas, pembahasan di atas mungkin tidak terlalu penting. Namun bila ditelaah lebih jauh maka berstatus sebagai tim unggulan di turnamen antarnegara sekelas Piala Dunia bisa sangat menguntungkan.

Di fase grup, kesebelasan yang berada di pot 1 atau masuk dalam kategori unggulan memiliki peluang yang besar untuk berada dalam satu grup bersama kontestan yang kualitasnya berada di bawah mereka. Kalau seperti itu, peluang tim yang masuk dalam pot 1 untuk lolos ke fase gugur tentu semakin terbuka lebar.

Misalnya dalam drawing Piala Dunia 2018 nanti, Polandia dari pot undian 1 di fase grup bisa saja tergabung bersama Peru (pot 2), Tunisia (pot 3), dan Panama (pot 4). Sementara Spanyol yang berada di pot 2 berpeluang besar tergabung bersama salah satu di antara negara-negara di pot 1 seperti Jerman, Brasil, Argentina, atau Prancis.

Mengacu pada prediksi di atas kertas, Polandia bisa mendapatkan grup yang "lebih mudah" jika dibanding Spanyol yang sangat berpeluang berada satu grup bersama Jerman dan tim unggulan lainnya. Bahkan Spanyol dan Polandia pun berpeluang tergabung dalam grup yang sama.

Polandia tentu jauh lebih diuntungkan karena di fase grup peluang mereka tergabung di grup dengan kontestan lain yang kualitasnya berada di bawah mereka sangat terbuka lebar. Sebab tidak mungkin tim yang berada dalam satu pot undian yang sama masuk dalam grup yang sama pula di Piala Dunia 2018 nanti.

Cara pintar Polandia menembus posisi tujuh besar di ranking FIFA

Pertanyaannya sekarang, kenapa Polandia bisa merangkak hingga posisi enam padahal di Piala Eropa 2016 di ranking FIFA mereka tercatat duduk di posisi 35?

Sejak berakhirnya Piala Eropa 2016, Polandia cenderung pilih-pilih dalam melakoni pertandingan internasional resmi. Polandia jarang sekali melakoni pertandingan uji tanding Internasional, mereka hanya fokus pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018. Berbeda dengan Spanyol, selain berlaga di kualifikasi mereka juga cenderung lebih sering memainkan pertandingan uji tanding Internasional.

Logikanya, seharusnya Spanyol yang lebih banyak bertanding memiliki jumlah poin yang lebih banyak yang membuat posisi mereka juga seharusnya berada di atas Polandia. Tapi yang patut diketahui, dalam penghitungan poin di peringkat FIFA, jumlah pertandingan yang dilakoni sebuah negara tidak akan terlalu memengaruhi penghitungan poinnya.

Penghitungan poin di peringkat FIFA dinilai melalui rata-rata poin yang didapat, bukan jumlah total. Artinya, poin total dari setiap tim nasional selama 12 bulan akan di rata-ratakan untuk mengetahui jumlah nilai tahunan mereka. Jadi meski tim memainkan setidaknya lima pertandingan dalam 12 bulan, tidak ada perbedaan dengan tim yang bermain dalam 15 pertandingan.

Kemudian korelasi lainnya antara Polandia yang jarang memainkan laga uji tanding namun bisa unggul poin dari Spanyol yang lebih banyak melakoni pertandingan uji tanding bisa dilihat dari kategori pertandingan dalam penentuan jumlah poin. Pertandingan persahabatan hanya dinilai 1, kualifikasi dinilai 2.5, kompetisi kontinental 3, dan pertandingan Piala Dunia 4. Artinya kemenangan yang diraih di laga kualifikasi bernilai 2.5 kali lipat lebih banyak ketimbang pertandingan persahabatan.

Sepanjang periode yang dihitung dari berakhirnya Piala Eropa 2016 sampai akhir Oktober 2017, Polandia memainkan satu pertandingan persahabatan dengan hasil imbang melawan Slovenia (yang saat itu berada di peringkat 68 FIFA). Sementara Spanyol memainkan empat laga uji tanding yang masing-masing mengalahkan Belgia (peringkat 5), bermain imbang melawan Inggris (peringkat 12), mengalahkan Perancis (peringkat 7) dan menang atas Kolombia (peringkat 13).

Polandia memang hanya melakoni satu pertandingan persahabatan dengan hasil imbang pula. Tapi hasil tersebut tidak memengaruhi penghitungan rata-rata poin mereka. Pada penghitungan akhir bulan Oktober rata-rata poin Polandia 789,59. Dari sini, bisa dilihat bahwa sebenarnya pertandingan persahabatan bisa mendevaluasi setiap poin yang diraih dari kemenangan kompetitif.

Hasil poin dari pertandingan persahabatan bisa menyedot poin dari rata-rata keseluruhan yang diraih sebuah tim. Itulah yang menjadi alasan utama Polandia bisa mengalahkan Spanyol dalam penghitungan poin di rangking FIFA, meski Spanyol memenangkan sembilan dari 10 pertandingan yang dilakoni di ajang kualifikasi.

Selengkapnya tentang penghitungan poin di peringkat FIFA: Peringkat Indonesia dan Rumus Menghitung Ranking FIFA

Untuk mengilustrasikannya, kita bisa langsung melihat pertandingan-pertandingan yang dilakoni Polandia dan Spanyol. Dalam jangka waktu sejak Piala Eropa 2016, Spanyol memainkan empat pertandingan persahabatan: mengalahkan Belgia (saat itu peringkat 5 FIFA), mengimbangi Inggris (12), mengalahkan Prancis (7), dan mengimbangi Kolombia (13). Sementara Polandia hanya bermain di satu pertandingan persahabatan: imbang melawan Slovenia (68).

Mari kita bandingkan poin yang didapatkan di antara kedua negara tersebut dari pertandingan-pertandingan persahabatan serta kualifikasi. Ketika mengalahkan Albania di kualifikasi, Spanyol mendapatkan 1200 poin, yaitu hasil dari 2.5 (faktor pengali pertandingan kualifikasi) x 3 (untuk kemenangan) x 160 (200 dikurangi peringkat Albania saat itu, yaitu 40).

Kemudian saat imbang melawan Italia di kualifikasi, Spanyol mendapatkan 467.5 poin. Angka imbang di kualifikasi ini jauh lebih berharga daripada saat imbang di pertandingan persahabatan melawan Inggris di mana Spanyol hanya mendapatkan 188 poin, hasil dari 1 (faktor pengali pertandingan persahabatan) x 1 (untuk imbang) x 188 (200 dikurangi peringkat Inggris saat itu, yaitu 12).

Sedangkan untuk kemenangan, Spanyol bisa mendapatkan 1080 poin saat mengalahkan Israel di kualifikasi, tapi hanya mendapatkan 582 poin saat mengalahkan Prancis di persahabatan, padahal Prancis jelas jauh lebih kuat daripada Israel.

Satu hal yang membedakan Polandia dan Spanyol adalah karena Polandia hanya melakukan satu kali pertandingan persahabatan meski mereka memiliki kesempatan (dari kalender internasional FIFA). Jika dirata-rata, Polandia mendapatkan rata-rata 1020 poin sementara Spanyol hanya 831.

Faktor pembeda di sini bukanlah kemalasan bermain di persahabatan, melainkan karena faktor pengali dari pertandingan persahabatan itu sendiri (hanya senilai 1 dibandingkan 2.5 di pertandingan kualifikasi). Karena kita sebaiknya tidak salah kaprah, bagaimanapun Polandia dan negara-negara lainnya butuh pertandingan-pertandingan persahabatan sebagai pemanasan, hanya saja Polandia tahu kapan mereka harus banyak melakoni persahabatan, yaitu setelah drawing Piala Dunia 2018.

***

Setiap negara tentu harus memenangkan pertandingan untuk mendapatkan poin, karena kalah berarti otomatis mendapatkan poin 0, siapa pun dan seberapa kuat pun lawan mereka.

Peringkat FIFA memperhitungkan rata-rata poin dalam 48 bulan terakhir (selengkapnya), namun nilai pertandingan terdepresiasi setiap tahunnya. Pada seluruh pertandingan di 12 bulan terakhir akan dirata-rata secara utuh (100%), kemudian seluruh pertandingan di 12-24 bulan atau tahun kedua akan dihitung (dikalikan) 50%, tahun ketiga akan dikalikan 30%, tahun keempat akan dikalikan 20%, dan pertandingan setelah tahun keempat tidak akan dihitung.

Komentar