PSIS Semarang Wakili Jawa Tengah di Liga 1 Musim Depan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

PSIS Semarang Wakili Jawa Tengah di Liga 1 Musim Depan

PSIS Semarang memastikan diri promosi ke Liga 1 pada musim depan. Klub berjuluk Mahesa Jenar itu berhasil menyusul PSMS Medan dan Persebaya Surabaya yang telah memastikan tiket promosi ke Liga 1, setelah mengalahkan Martapura FC dengan skor ketat 6-4 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Liga 2 2017 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (28/11). Enam gol PSIS dalam pertandingan tersebut masing-masing dicetak oleh Aldaier Makatindu (43`), Hari Nur Yulianto (5`), (58`), (85`), dan Andir Wibawa (97`, 110`).

Kegembiraan terpancar dari raut wajah semua penggawa PSIS seusai pertandingan yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu itu. Bahkan di tengah sesi konferensi pers yang dihadiri Pelatih Subangkit dan Hari Nur Yulianto sebagai wakil pemain, seluruh skuat Mahesa Jenar merangsek masuk ke ruang media dan mengguyurkan air ke kepala Subangkit dan Hari sebagai wujud kegembiraan.

Wajar, kurang lebih sudah sembilan tahun lamanya mereka absen bermain di kompetisi level satu sepakbola Indonesia. Lebih dari pada itu, keberhasilan PSIS promosi ke Liga 1 pada musim depan juga selayak oase bagi sepakbola Jawa Tengah (Jateng) yang sudah dua tahun belakangan ini kehilangan wakilnya di kompetisi utama Indonesia.

Kali terakhir Jateng memiliki wakil di kompetisi teratas adalah musim 2014 dengan Persijap Jepara sebagai wakilnya. Namun pada akhir musim Persijap harus merasakan pahitnya jerat degradasi, dan sejak saat itu kesebelasan asal Jateng tak lagi bersua di kompetisi teratas sepakbola Indonesia.

"Saya berterima kasih karena dengan keberhasilan ini, akhirnya ada wakil Jateng yang promosi ke Liga 1. Soal pertandingan, saya pikir berlangsung sangat terbuka buktinya sepuluh gol tercipta. Artinya, kedua tim sama-sama tampil menyerang dan menunjukkan tekad ingin menang. Martapura juga pemainnya bagus," terang Subangkit, seusai pertandingan.

Baca Juga : Si Jago Becek dan Kerinduan Menyaksikan Wakil Jawa Tengah di Kompetisi Tertinggi Indonesia

Menatap Liga 1, Subangkit mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui masa depannya bersama PSIS pada musim depan. Dikatakan bahwa belum ada pembicaraan dengan manajemen soal masa depannya bersama Laskar Mahesa Jenar. Tapi bila dirinya dipertahankan maka ia akan segera melakukan evaluasi bersama manajemen agar bisa mengonsolidasi kekuatan menghadapi lawan-lawan tangguh di Liga 1.

“Sampai saat ini sebenarnya belum ada pembicaraan untuk masa depan saya. Tapi, kalau misalnya saya dipertahankan saya tidak akan terlalu banyak melakukan perombakan pemain. Mungkin dari skuat saat ini saya akan mempertahankan sekitar 60 sampai 70 persen skuat saat ini. Sebab nanti akan ada pemain asing juga,” tegasnya.

Soal lisensi kepelatihan, Subangkit mengaku sudah tidak ada masalah dengan hal tersebut. Mantan pelatih Persekabpas Pasuruan itu menegaskan bahwa sebelum dirinya menukangi PSIS, lisensi kepelatihan A AFC, yang merupakan sarat utama bagi seorang pelatih yang ingin berkiprah di Liga 1, sudah dikantonginya.

“Sebelum di PSIS, saya sudah pernah melatih di beberapa kesebelasan Liga 1 seperti Sriwijaya FC, Mitra Kukar, hingga Persela Lamongan. Melalui rekam jejak tersebut, saya bisa memastikan bahwa saya sudah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC,” sambungnya.

Sementara Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae mengungkapkan bahwa kekalahan tersebut dikarenakan ketidak beruntungan timnya. Frans mengatakan bahwa secara penampilan anak asuhnya tampil beringas dengan menyarangkan empat gol ke gawang PSIS, yang masing-masing dicetak Rifan Nahumarury (9`), (35`), Reza Saputra (46`), dan Fahreza Agamal (80)

Bahkan mereka mampu tiga kali unggul sebelum akhirnya disamakan menjadi 4-4 pada akhir babak kedua. Ada kelengahan saat laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu, sehingga para pemain PSIS bisa menambah dua gol tambahan dan mengunci kemenangan 6-4.

“Kami tampil luar biasa pada hari ini. Kami tetap bersyukur bahwa kami hadir di sini, final dan anak-anak sudah berusaha semaksimal mungkin. Hanya saja memang belum waktunya kami untuk promosi ke Liga 1. Untuk PSIS, mereka mampu memanfaatkan kelemahan kami, di sana saat kami dalam keadaan menyerang anak-anak saya masih asik mau menyerang," tegasnya.

Komentar